WR - Tentang Sebuah Rasa

WR - Tentang Sebuah Rasa
49 - Mall Part 1


__ADS_3

Setelah acara pembagian piala dan sertifikat selesai. Aku dan kedua pemenang lainnya diminta untuk kembali kekursi masing-masing karena acara akan segera dilanjutkan.


Setelah bersalaman dan mengucapkan selamat kepada Dessy dan Bu Dewi, akupun turun dari podium dan diikuti oleh mereka berdua.


Aku berjalan menyusuri barisan orang yang menatapku dengan heran. Mungkin mereka belum mengenalku, sama seperti aku yang belum mengenal mereka. Aku belum pernah ikut acara seperti ini sebelumnya. kalaupun ada rapat pasti Miss Mala yang akan menghadirinya. Jadi aku memanggap wajar tatapan itu.


Tidak banyak yang aku kenal disini, selain dari Dessy dan Bu Dewi. Sama hal nya dengan Miss Mala, sempat ada beberapa orang yang datang mengahampirinya dan mulai bertegur sapa. Semoga setelah moment ini, Miss Mala, aku dan TK Pelangi lebih dikenal lagi.


Miss Mala dan yang lainnya sudah menungguku dengan sebuah senyum lebar yang sedari tadi mereka berikan.


"Yeay, Saya sudah yakin kamu pasti juaranya." Kali ini aku meyakini perkataannya yang sudah lebih dari seminggu ini aku pungkiri kebenarannya.


"Hebat Miss. Bisa tau masa depan orang." Ucapku sembari duduk kembali dikursi yang tadi aku tinggali.


"Saya bukan peramal. Saya hanya melihat kamu punya potensi dan kemampuan yang harus diasah." Jawab Miss Mala sembari tertawa.


"Ini Miss,"


Ku serahkan piala dan sertifikat yang barusaja aku dapat pada Miss Mala. Saat itu aku berfikir bahwa itu hak nya. Dia yang membuatku bisa ikut lomba, dia yang memberiku sebuah pengalaman baru, dia yang sudah meyakini kemenanganku. Miss Mala, terima kasih sudah mempercayaiku.


Miss Mala menerima pemberianku dengan sumringah dan mulai menatapnya dengan rinci.


"Gak sia-sia gue nganterin elu lomba." Simi merangkulku dengan bangga.


"Iya ih. Aku sebenernya gak nyangka loh Tiya bakal juara." Tambah Putri yang hanya aku balas dengan senyum.


"Hebat ya pacarnya bang WR." Ucap Nina.


WR. ah, iya. aku harus segera mengabarinya.


Seorang panitia kembali menaiki podium dan mulai berbicara panjang lebar. Entah apa yang dibicarakan. Karena aku tidak menyimaknya.


"Miss, Pinjem dulu mau foto." Aku kembali meminta piala dan sertifikat yang berada dipangkuan Miss Mala.


"Sini, gue yang fotoin." Ucap Simi menawarkan bantuan. Ku kembalikan piala dan sertifikat tersebut dengan segera. Dan mulai mencari gawaiku.


"Sim, kirim ke gue foto yang tadi." Pintaku pada Simi yang langsung aku terima fotonya diponselku.


Sebuah gambar yang menampilkan diriku dengan memegang piala dan sertifikat telah terkirim pada WR. "Mana hadiahku?" begitu katakata yang tertulis dibawahnya.


"Juara?" Balas WR dengan cepat.

__ADS_1


"Iya dong." Jawabku dengan bangga.


"Besok aku jemput. kita beli boneka."


"Yeay, asyik."


Ku akhiri chat-an ku dengan WR karena ternyata acara sudah hampir selesai dan kini tinggal pembacaan doa. Suasana yang tadinya ramai berubah menjadi hening ketika lantunan doa dipanjatkan. Setelah beberapa lama, doapun selesai dan Para peserta mulai berhamburan keluar.


Waktu sudah menujukan pukul 11.30 ketika acara tersebut dibubarkan. Aku dan yang lainpun bergegas meninggalkan tempat tersebut.


"Selamat atas keberhasilannya." Dengan segera aku membalik badan karena suara tersebut terdengar dari arah belakang.


"Saya Bu Elly. Kepala Sekolah TK Mentari sekaligus ketua gugus dikecamatan ini." Dia mengulurkan tangannya sembari memperkenalkan diri tanpa diminta.


"Oh saya Tiya, Bu. Ini kepala sekolah saya, Miss Mala." Ucapku dengan kaku dan mulai mengenalkannya kepada Miss Mala.


"Senang bisa bertemu dengan anda. Guru anda hebat. pertahankan." Ucap Bu Elly dengan senyum pada Miss Mala.


"Sampai ketemu lain waktu." Tambah bu Elly saat itu. Padahal Miss Mala belum sempat berkata sepatah katapun.


"Tiya kenal?" Miss Mala bertanya padaku perihal wanita itu.


"Engga. Tapi kaya pernah liat pas lomba. Iya gak Sim?" Kali ini aku bertanya pada Simi dan meminta dukungannya atas ketidak yakinanku.


"Yasudah. Biarkan saja. Ayo pulang." Seru Miss Mala.


Cuaca kali ini menyengat sekali ditambah parkiran yang tidak selonggar pagi hari benar benar menambah kepenatan siang ini. Orang orang terlihat mengeluarkan kendaraannya dari barisan secara hampir bersamaan.


Dengan cepat aku dan yang lain memasuki Mobil milik Miss Mala.


"Panas banget." Gumam Nina yang sepertinya didengar oleh Miss Mala. Karena seketika itu juga Miss Mala langsung menyalakan AC mobilnya. Setelah melewati antrian yang lumayan panjang, akhirnya mobil hitam yang aku tumpangi berhasil keluar dan menemukan jalan raya.


"Wah, kayanya perlu dirayain nih.?" Usul Miss Mala tiba-tiba ditengah kesibukannya menyetir mobil. Aku menatap kearahnya namun pandangan Miss Mala masih tetap tertuju pada bagian depan jalan.


Kuarahkan pandanganku kebagian belakang, tanpak Simi. Nina , dan Putri pun celingukan.


"Gimana?" Tanya Miss Mala lagi karena tidak ada satupun dari gurunya yang menjawab.


"Rayain gimana Miss?" Aku membuka suara menimpali ajakan Miss Mala.


"Kita makan-makan. Saya yang traktir." Seru Miss Mala yang diikuti oleh teriakan kami semua sebagia tanda persetujuan atas ajakan Miss Mala.

__ADS_1


"Yang jauh aja Miss. Biar sekalian malam mingguan." Usul putri.


"Nah sejutu Miss." Ucapku dengan yakin karena WR berada dirumahnya malam ini.


"Yaudah. Kita ke kota X. Mall nya jauh lebih luas dibanding kota ini soalnya." Saran Miss Mala yang tentu saja kami setujui.


Samar-samar terdengar ajan berkumandang yang membuat Miss Mala akhirnya memberhentikan mobilnya disebuah Masjid yang ukurannya lumayan besar dengan area parkir yang luas.


"Solat dulu. Sekalian istirahat bentar." Ucap Miss Mala setelah mematikan mesin mobilnya.


Ada beberapa orang yang mulai berdatangan. Dengan segera kami mengambil air wudhu agar bisa ikut solat berjamaah.


Empat rokaat sudah selesai aku kerjakan. Dengan berleha-leha aku membuka mukena yang aku kenakan kemudian melipatnya.


Simi dan Nina tengah meluruskan badannya diruanan yang sejuk oleh AC ini. Sedangkan Putri dan Miss Mala lebih memilih bersender pada tembok masjid yang dilapisi keramik.


"Yank,"


Kukirimkan sebuah pesan oada WR setelah mengambil ponselku yang tadi aku simpan di tas ketika solat.


"Udah pulang?" Tanya WR.


"Udah sih. Tapi mau jalan-jalan sama Miss Mala." Terangku.


"Kemana?"


"Mall. Tapi yang di kota X,"


"Jauh,"


"Iya. Masih siang ini."


"Yaudah hati-hati."


"Iya,"


Setelah dirasa cukup beristirahat dimasjid ini. Akhirnya akupun melanjutkan perjalanan menuju Mall yang Miss Mala sarankan.


"Kita lewat Tol aja biar cepet." Ucap Miss Mala.


Sekitar satu setengah jam perjalanan, tibalah aku disebuah Mall yang bisa dibilang sangat besar. Ukurannya jauh melebihi Mall yang pernah aku datangi dikotaku.

__ADS_1


"Ayo turun." Miss Mala telah selesai memarkir mobilnya.


Ada banyak sekali mobil yang berjejer dengan berbagai warna disini. Ah iya, malam minggu. Pasti kebanyakan mereka mempunyai tujuan yang sama sepertiku.


__ADS_2