WR - Tentang Sebuah Rasa

WR - Tentang Sebuah Rasa
15 - Aku Pilih Kamu


__ADS_3

Hari ini hari libur. Suasana kosan nampak tak seramai hari biasanya. Karena beberapa dari mereka ada yang lebih memilih pulang ke kampung halaman nya di hari sabtu dan minggu.


Aku? harusnya aku juga pulang, tapi semenjak ada WR aku jadi betah berlama lama ada dikosan.


Besok hari minggu itu artinya WR akan datang menemuiku. Namun diluar dugaan ku, ternyata dia datang menemuiku sabtu sore.


Aku tertegun memandang sosok laki laki yang sudah satu minggu ini telah berhasil memporak porandakan hati ku. Laki laki yang aku anggap biasa saja, nyata nya telah berhasil membuat ku menimbun rasa rindu berjuta juta. Bahagia rasanya melihat dia telah kembali, berdiri disini, dihadapan ku.


"Ayo, masuk," pintaku pada nya yang saat itu masih berdiri didepan pintu. Dia berjalan mengikuti ku dan duduk diatas karpet yang sebelum nya sudah terlebih dulu aku gelar.


"ehh, Bang WR. Kemana aja. Tiya galau tau, semingguan murung mulu," ucap Nina dengan tatapan yang mengejek ku.


"Sengaja biar kangen," jawabnya sambil tersenyum menatapku.


"Yaudah. Sok, lanjutkan," tambah Nina sambil kembali ke kamar menemui Simi yang asik bermain gawai.


"Gimana?" Tanya WR padaku.


"mm. Apanya yang gimana?"


"Gimana kabar nya? Gimana kuliah nya? Gimana seminggu tanpa aku? gimana keputusan nya?"


"Banyak banget pertanyaannya," aku menunduk.

__ADS_1


Selain menanyakan kabarku, wajar jika dia bertanya perihal kuliah ku. Karena semenjak mengenalnya, hampir semua tugas ku yang berhubungan dengan makalah dan karya ilmiah. Dia lah yang menyelesaikan nya. Hal yang tidak bisa Arega lakukan, tapi WR dengan mudahnya melakukan itu semua.


"Yaudah. Jawab satu satu," pinta nya.


"Aku kangen. Kabar aku buruk jauh dari kamu,". jawabku sambil menunduk.


"Masa sih? katanya kemaren ada cowo yang main kesini?"


Lagi lagi aku dibuat kaget oleh nya, aku sudah berusaha untuk tidak diketahui orang lain nyata nya masih ada saja yang melihat. Benar seperti dugaan ku berita tersebut langsung sampai ke telinga nya.


"Oh itu, iya. Arega kemaren kesini.,"


Dia hanya beberapa kali mengangguk pelan mendengar pengakuan ku.


"Yaudah. Kalo gitu, aku pulang dulu, ya. Takut cowo kamu kesini nanti malah berantem, lagi," ucapnya sambil bersiap seolah akan pergi


"Kenapa,?" diamemojokan ku.


"Aku pilih kamu,"


Seminggu tanpa kehadiran nya sudah membuat ku sadar betapa aku sangat membutuhkan nya. Betapa aku sangat tidak terbiasa tanpa kehadiran nya. Betapa hati ini hampa saat jauh dari nya. Sudah ku fikirkan dan sudah ku putuskan bahwa aku akan memilihnya.


"Yakin? Aku gak seganteng cowo Tiya, lho," ucap nya seolah menyindirku.

__ADS_1


"Biarin. Aku lebih nyaman sama kamu,"


"Tapi, Cowo kamu?"


"Ya, Aku belum putus sih sama dia. Tapi, kamu gak usah khawati. Aku pasti akan secepatnya mutusin dia,".


"Oke," jawabnya dengan menyuguhkan senyum kemenangan.


"Jadi kita jadian?" tanyaku meyakinkan.


"Ya, Anggap aja, gitu,".


"Bang WR, malam mingguan yuk ajakin Bang Alex, bete nih," Nina kembali datang mengacaukan suasana yang romantis ini.


"Tiya, mau?" WR malah balik bertanya padaku.


"Ah mau pasti Tiya sih," tambah Simi "Hayu, kuy"


WR kembali kekosan nya untuk mengajak Alex dan Reno. Sedangkan aku dan teman teman tengah bersiap siap bersolek secantik mungkin.


Sebenarnya baik Nina maupun Simi mereka juga sudah mempunyai pacar sama seperti ku. Diantara kami bertiga, niat awal nya sama. Hanya sekedar main main, cari hiburan dengan laki laki lain. Namun, sayang nya. Aku yang paling lemah diantara mereka. Aku yang paling tidak bisa mengotrol hati dan perasaan ku, hingga akhirnya aku lebih memilih untuk meninggalkan pacarku demi seorang pria bernama WR itu.


Setelah isya, Sudah ada 3 buah motor terparkir di depan gerbang. WR menemuiku dan berkata bahwa mereka telah siap. Aku naik bersama WR, Nina bersama Alex dan Simi bersama Reno. Kami pergi menuju sebuah kafe yang lumayan ramah kantong untung kami para mahasiswa dan siswi.

__ADS_1


Senang sekali rasanya bisa kembali menikmati dingin nya malam, bersama dengan orang yang telah memberikan sebuah kisah cinta baru.


Malam, tolong lah jangan cepat berlalu. aku masih ingin disini, bersama angin mu, bersama bintang bintang mu, bersama bulan mu, dan bersama WR ku.


__ADS_2