
Rasa lelah akibat menonton konser semalem, benar benar membuat ku tidur begitu nyenyak. Hingga aku tidak mendengar Adzan subuh berkumandang. Untung saja, saat itu aku sedang berhalangan, jadi tidak masalah, kan.
Bukan suara gaduh yang membangunkan ku siang itu, ataupun teriakan Simi dan Nina yang biasanya mengganggu tidur ku. Kali ini, Sang surya mengutus cahaya nya untuk memaksa masuk melalui celah celah jendala kamar ku. Terima kasih telah berhasil membangunkan ku dari mimpi mimpiku. Tampak Simi dan Nina masih tidur dengan nyenyak nya. Jam sudah menunjukan pukul 9.00 am saat aku bergegas mandi.
Selesai mandi, segera ku kirimkan sebuah pesan pada WR. Agar dibawakan makanan. Rasa lapar mulai terasa ketika aku teringat bahwa belum sempat makan dari kemarin sore.
Tidak butuh waktu lama untuk WR tiba dikosan ku. Dia membawa 3 bungkus nasi lengkap dengan lauknya. Sesuai dengan pesanan Simi dan Nina yang tadi sempat aku tanya.
Dengan segera kami melahap makanan itu bersama.
Disela sela kunyahan nya, tiba tiba saja Simi berucap,
"Cie, Fans nya Armada, ya." dengan nada seolah meledek dan menatap kearah WR.
Memang, saat aku tengan melihat lihat album foto Armada yang ada di fb nya WR. Simi sempat melihatnya.
"Dulu," WR menjawab pertanyaan Simi sekenanya. Karena dia masih disibukan dengan nasi dan lauk yang berada dimulutnya.
__ADS_1
"Sekarang sih?" aku mulai penasaran dengan jawabannya.
"Dengerin, ya. Mau cerita nih." ucapnya dengan raut wajah serius. Ucapan nya di sambut dengan antusias oleh ku, juga Simi dan Nina.
"Seru, nih." Ucap Simi dengan semangat.
"Dulu ngefasn. Sekarang enggak. Udah." cakap nya sambil tertawa. Namun tawa nya terhenti ketika melihat ekspresi kebingungan yang terpancar dari raut wajah ku, Simi dan Nina.
"Apa, sih. Bang. Gak jelas ih." Ucap Nina seolah kecewa dengan apa yang sudah WR katakan.
"Yaudah. Serius nih. Dengerin," WR mulai bercerita panjang lebar dengan kami yang menjadi pendengar setia.
WR bilang, bahwa sebenarnya dia pernah menjadi fans garis keras nya Armada. Dimana saja Armada pentas, pasti ada WR di barisan terdepan. Ah, pantas saja dia tidak kesulitan menuntunku hingga berada dibarisan paling depan dengan membelah kerumunan masa, malam itu.
WR juga bilang bahwa dia adalah orang pertama yang mendirikan Grup Pasukan Armada dikotanya. Ada cukup banyak anggota yang berada dibawah kepemimpinan nya saat itu. Tidak hanya membuat grup. Namun, WR juga mendesign tulisan "Pasukan Armada" yang hingga saat ini terpampang di kaus dan beberapa spanduk yang dibawa oleh mereka (para fans armada) saat menonton konsernya. Keren, puji ku yang ditujukan padanya.
Masalah dimulai ketika dia mendapat informasi bahwa Armada akan mengadakan konser di kotanya dan akan beristirahat di hotel Mercure. Dia memberi tahu semua anggota nya melalui sebuah grup yang dia buat. Semua anggota antusias menyambut kedatangan Armada dan akan bersiap menunggu nya di hotel. Pagi pagi sekali.
__ADS_1
"Terus. Kamu dateng, gak?" Aku semakin penasaran mendengar kisah nya tentang armada.
"Dateng. Tapi,"
"Tapi, apa Bang?" Tanya Simi yang sama penasarannya denganku.
Karena sudah sering mengikuti jejak Armada. Akhirnya, membuat WR cukup hapal. Bahwa, Armada tidak mungkin datang pagi hari. sementara acara konsernya di malam hari. Namun, ternyata semua anggota nya telah lebih dulu datang dan menunggu Armada didepan hotel sedari pagi.
WR bercerita bahwa waktu itu, Dia datang sore hari ke hotel tsb. Hampir semua anggotanya telah ada disana. Tiba tiba saja, seorang laki laki yang menjadi Wakil nya di Grup tersebut menghampiri WR dan malah memaki makinya. Laki laki itu bilang, WR tidak pantas jadi ketua. Padahal saat itu Armada belum tiba. Entah apa yang membuat sang wakil bisa begitu murka.
"Kamu diem aja di omelin, gitu?" Aku mulai membayangkan berada diposisinya. Dimarahi dihadapan banyak orang oleh anggotanya sendiri. Pasti sangat menyebalkan.
"Ya emosilah. Langsung aku buka kaos dengan tulisan Pasukan Armada yang aku pake waktu itu dan aku lempar ke mukanya. Sambil bilang, Gue keluar.
"Kamu pulang telanjang dada?"
"Enggak, lah. Kan bawa jaket. Udah ah. Cape." WR mengakhiri cerita siang itu.
__ADS_1
"Sekarang masih fans gak?" pertanyaan terkahir ku tentang dia dan Armada.
"Masih, lagu lagu nya bagus. Tapi, Aku gak sepanatik itu." Ucapnya sambil menyantap kembali makanan yang ternyata sudah hilang rasa hangat nya. Sepertinya cukup lama aku mendengarkan WR bercerita. Hingga makanan yang tadi dibuka masih berasap kini sudah mendingin.