WR - Tentang Sebuah Rasa

WR - Tentang Sebuah Rasa
22 - Pertama Kali Main


__ADS_3

Perdebatan yang terjadi di ulang tahun ku tempo lalu. Telah membuat WR mengambil keputuskan untuk mengantarkan dan menjemputku, jika aku berniat pulang ke rumah saat hari libur tiba. Dia khawatir, jika Arega akan berbuat hal hal aneh yang diluar logika. Aku fikir itu berlebihan, karena sedikit banyak nya aku sudah kenal Arega. Dia baik, Laki laki yang baik. Hanya saja nasib nya tidak cukup baik karena bertemu dengan wanita seperti ku.


Ini pertama kali nya aku pulang diantar oleh WR. jujur, ada sedikit kecemasan yang tergambar dalam hati dan fikiran ku. Mengingat, selama ini aku tidak pernah mengajak seorang laki laki pun kerumah.


Aku sangat gugup. Takut keluarga ku menentang hubungan ini, takut mereka tidak menyukai laki laki bernama WR. dan masih banyak ketakutan lain nya yang menghantui ku.


Hari itu, selepas pulang kuliah aku sudah siap pulang.


"Aku pulang bareng Simi aja, deh," ucapku dengan khawatir.


"Gausah. sama aku aja."


"Aku, takut," kata kata ku tertahan.


"Engga. Percaya, sama aku." ucapnya meyakinkan ku.


Aku menaiki motornya dengan rasa cemas yang terus bersemayam di fikiran ku. Sepanjang perjalanan pulang aku lebih banyak diam. Rasa nya lidah ku kelu untuk berbincang bincang dengan nya.


Langit mulai menghitam. Terlihat banyak burung burung berterbangan. Sebentar lagi aku sampai, hal apa yang pertama kali harus aku sampaikan.


Motor Jupitermx milik nya sudah berhenti di hadapan rumah dengan cat berwarna hijau. Seperti dugaan ku, ada Kakek, nenek, serta kakak kakak ku yang tengah berbincang di teras depan.

__ADS_1


Pulang nya aku dengan seorang pria yang baru kali ini dilihat, sontak membuat mereka semua terkejut. Terlihat dari tatapan mereka yang memandang WR untuk beberapa saat sebelum akhirnya menyapa kami.


"Kakak, kakak," dua orang anak kecil berusia 2 tahun berlarian ke arah ku. Mereka keponakan ku. Sebut saja Upin dan Ipin.


Setelah bersalaman dengan semua keluarga ku. Akupun memperkenalnya.


"WR, nek. Temen kuliah," ucap ku. Karena semenjak kedatangan ku sepertinya kalimat itu lah yang di tunggu tunggu oleh keluarga ku.


"Oh iya. Makasih udah nganterin Tiya pulang," ucap nenek ku.


"Iya. Gak apa apa bu."


WR cukup bisa mencairkan suasana walaupun masih terlihat sedikit rasa malu terpancar dari gerak gerik nya.


"Sayur apaan nih?" Tanya WR pada ku ketika melihat sayur yang disuguhkan oleh nenek. Saat itu kebetulan nenek memasak sayur kesukaan keluarga kami "Samakbruk" kami menyebutnya begitu.


Sayur tersebut terdiri dari Terong, timun, jengkol, teri, cabai ijo, belimbing wuluh, dan ditumis dengan menggunakan bumbu cabai. Sepertinya, ini baru pertama kali nya dia menjumpai sayur seperti itu. terlihat dari raut wajahnya yang tampak kebingungan.


"Enak tau. Cobain" ucapku dengan yakin dia akan menyukainya.


"Sayur gak jelas," jawannya.

__ADS_1


"Tapi enak, kan?"


"Enak," jawabnya sambil melahap habis nasi dan sayur yang katanya gak jelas.


Selesai makan WR ijin untuk pulang. Namun ternyata Nenek ku melarang nya dikarenakan sudah terlalu malam. "Bahaya". begitu nenek ku bilang.


"Nginep disini, aja. Tidur di kamar si kakak," bujuk nenek.


Awalnya WR menolak. Mungkin karena malu atau apa. Tapi setelah aku bujuk, beberapa saat akhirnya dia mau menginap dirumah ku.


Setelah mengantarkan nya ke kamar, aku pun kembali ke kamar ku dan mulai menghubungi nya.


"Betah, gak?" ucapku melalui sebuah aplikasi pesan singkat.


satu jam, dua jam tidak ada balasan darinya. Aku keluar dari kamar ku dan bergegas menuju kamar nya. Ku buka sedikit pintu kamar yang tidak bisa dikunci itu dan ternyata dia sudah pulas. Mungkin dia lelah.


Pagi pagi sekali, setelah sarapan dia bergegas pulang kerumah. nenekpun mengijinkan setelah mengucapkan terimakasih untuk yang kedua kali nya.


"Nanti minggu kesini lagi. Jemput Tiya," ucap WR sebelum pergi.


Aku hanya tersenyum dan nenek ku mengangguk tanda menyetujui kadatangan nya lagi.

__ADS_1


"Silahkan mau deket sama siapa aja. Dia keliatan nya orang baik. Nenek gak ngelarang asal kamu tau batasan," Ucap nenek sebelum berlalu masuk kedalam.


Akhirnyaa..


__ADS_2