
Langit terlihat sedikit mendung sore ini. Pohon pohon bergoyang diterpa angin yang berhembus lebih cepat dari siang tadi.
Melihat kondisi tersebut. Aku putuskan untuk bergegas mengajak kedua temanku untuk kembali ke kosan. Walaupun jarak dari kampus tidak terlalu jauh tapi kalo hujan ya pasti basah juga.
"Buruan, mau ujan tuh." Ajakku yang kedua kalinya mereka walaupun dengan alasan yang berbeda.
"Eh iya. Pantes dingin anginnya." Jawab Nina yang dengan segera menelan makanan yang tengah dikunyahnya dan mulai meminum es teh manis miliknya.
"Ayo, cuss pulang." Simi beranjak dari kursinya dan melangkah menuju kasir.
Setelah menyelesaikan pembayaran di kantin, dengan cepat kami berjalan menuju parkiran dan wusss motor yang ku kendarai melaju membelah angin.
***
Ku parkir motor tepat didepan kosan ku. Tapi anehnya, ada banyak sekali pria sore ini dikosan paling ujung. Mungkin sekitar 6 atau 7 orang. Aku tidak mengitung nya dengan pasti.
Siapa mereka? Penghuni baru kah? Sepertinya tadi pagi hingga siang tidak ku jumpai mereka.
"Turun, woy. Nangkring aja di motor, lu,". ucapku pada Simi dan Nina yang malah diam diatas motor sambil melambai lambaikan tangan nya ke arah sekumpulan lelaki itu.
Belum sempat aku turun dari motor. Namun tiba tiba, gerakan ku terhenti oleh panggilan yang sepertinya tertuju pada ku.
"Yang pake kerudung jingga. Tiya Adista, ya,"? Tanya salah seorang laki laki yang berada diantara mereka.
Aku menengok ke arah Simi dan Nina. Seoertinya, hanya aku yang menggunakan kerudung berwarna jingga saat itu. Dengan sedikit keberanian, aku mencoba bertanya lagi.
"Iya, kenapa?"
"Dapet salam dari WR," ucap laki laki tersebut dan di sambut gelak tawa oleh teman teman nya.
Aku yang merasa seperti di permainkan, langsung turun dari motor dan memasuki kosan.
Aku duduk, berdiam diri mencoba mengingat sesuatu.
"WR," sepertinya aku ingat nama itu.
__ADS_1
"Astaga, jangan jangan itu WR yang dulu sempat mengacaukan fikiran ku."
"Tapi, laki laki tadi berkata bahwa ada salam dari WR. Berarti dia ada di antara laki laki tadi?. Tapi yang mana? Kenapa dia bisa ada disini. Apa dia mengikuti ku? "
Begitu banyak pertanyaan yang muncul dibenak ku. Ketika mendengar kembali nama WR untuk yang kedua kali nya.
"Heh. Bengong, aja," ucap Nina sambil menyenggol pundak ku dengan tangan nya.
"Elu kenal Nin, sama mereka?"
"Engga juga sih. Tapi, ada 1 cowo yang ganteng banget disitu. Gue sering liatin,"
Seperti kata Nina bahwa ada satu orang laki laki ganteng diantara mereka, Apakah itu WR. Entahlah.
***
Malam hari pertama berada di kosan simi. Ramai sekali disini, berbeda dengan kosan ku dulu, yang kalo selepas isya hanya suara suara binatang yang terdengar. Padahal, jarak dari kosan lama ke kosan baru tidak terlalu jauh. Tapi, perbedaan nya begitu mencolok disini. Mungkin karena dulu, kosan ku berada didekat majlis taklim. Yang selalu diadakan pengajian rutin tiap malam nya. Sepertinya hal tersebut yang membuat kosan lama ku tidak seramai disini.
Disini banyak sekali motor yang keluar masuk, orang yang berlalu lalang dan suara suara petikan gitar yang di iringi oleh nyanyian. Dari dulu aku sangat senang pada pria yang pandai memainkan gitar. Pokonya cowo yang bisa mainin gitar kadar ketampanan nya naik beberapa tingkat.
"umUdah biasa. Kebanyakan cowo sih yang ngisi disini. Terus, itu kan kontrakan yang ujung. Di isi sama anak cowo banyak banget. Jadi kalo malem suka gitar gitaran. Kalo pagi ya tidur. soalnya mereka kuliah siang juga sama kaya kita. Baru semingguan sih kayanya mereka pindah kesini. Gue juga belum terlalu kenal".
"Elu tau, WR yang mana,?"
"Enggak," jawabnya sambil tertawa.
Penjelasan dari simi, sedikit membuat ku paham kenapa tadi pagi aku tidak melihat satupun dari mereka berada di luar kosan. Tapi,kenapa siang hari pun aku masih tidak melihat nya? Ah biarkan saja, mungkin mereka sedang libur kuliah.
***
Arega menghubungi ku. Seperti biasa di malam hari selepas bekerja biasanya dia akan menelpon untuk memastikan bahwa hari ini aku baik baik saja.
"Gimana? kosan, Simi,?" tanya Arega padaku.
"Enak, seru, rame. Jadi gak sepi,"
__ADS_1
Kami mengobrol kan banyak hal hingga aku tidak sadar bahwa Simi dan Nina sedang berada diluar.
"Tiya. Ada yang nyariin, lu," teriak Nina dari arah luar yang sepertinya bisa didengar oleh Arega.
"Siapa?" Tanyaku teriak juga.
"Bang WR," jawab Nina yang kali ini sedikit lebih pelan.
Bang WR. berarti dia ada diluar saat ini. Ingin sekali rasanya aku menjumpai mahluk yang bernama WR itu. Ku hampiri Nina yang berada di luar dengan Tlpn yang masih tersabung pada Arega.
"Mana?" aku heran karena banyak sekali laki laki yang berada di kosan ujung. Sementara Nina dan Simi hanya asik memainkan gawai nya saja sambil sesekali di goda oleh salah seorang dari mereka.
"WR, si Tiya nyariin, lu. nih," ucap salah seorang laki laki yang ada diluar. Membuat ku kaget. Bukan nya tadi Nina berkata, bahwa WR yang mencari ku. Kenapa sekarang malah aku yang dituduh mencarinya. Kepedean banget.
Aku kembali masuk tanpa mencoba mencari tau siapa WR sebenarnya.
"Yank," terdengar suara yang begitu pelan. Astaga tlpn ku masih menyala.
"eh, kenapa?" jawabku gugup.
"Kamu kenapa? Siapa yang nyariin," Syukurlah sepertinya
Arega tidak mendengar sewaktu mereka menyebut nama WR tadi.
"Gpp. Nina iseng. Aku tidur dulu, ya,". ku ahkiri percakapan ku malam itu bersama Arega dan bersiap untuk tidur.
Sebelum tidur, aku melihat ke ruangan depan tempat Nina dan Simi berada. Jika didengar dari obrolan dan panggilan sayang nya, Nampak mereka tengah sibuk bertelpon ria dengan pacarnya masing masing.
"Nina, simi gue tidur dulu ya," ucap ku pada mereka.
"Ah elu, masih sore udah tidur. Banci juga baru keluar jam segini mah," timpal Simi meledeku.
Tidak ku balas ejekan nya, hanya tertawa dan berlalu membaringkan tubuhku diatas kasur, ku pakai selimut dan tertidur.
"Selamat tidur sayang, Mimpi indah ya," kata kata Arega menutup percakapan tadi di tlpn.
__ADS_1
Mata seperti enggan tertutup, terbayang kejadian sore hari dimana ada yang berkata bahwa "Ada salam dari WR" . Mungkin kah dia yang menyalamkan dirinya sendiri? Apakah mungkin besok aku akan bertemu dengan nya? sudah siapkah aku bertemu dengan laki laki yang dulu pernah aku cari?. Apa yang harus aku lakukan jika dia datang dan menyapa ku. Argh, begitu banyak pertanyaan didalam kepala ku hanya gara gara sebuah nama dengan dua hurup konsonan "WR".