AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 10


__ADS_3

Aileen dan Brenda masih berada di perpustakaan untuk mencari buku tentang 'Cara menaklukan hati laki-laki' Konyol memang, tapi kali ini Aileen benar-benar bertekad untuk membuat Archie jatuh cinta kepadanya.


"Kenapa tidak ada yang sesuai? Kenapa semuanya memakai cara yang norak sekali!" ucap Aileen.


"Tentu saja! Semua ini berasal dari beberapa tahun yang lalu, kenapa kamu tidak mencari di internet saja Aileen!" ucap Brenda.


"Kenapa ga ngomong dari tadi pinter!! Kan kamu yang memberiku ide untuk mencari Di sini." ucap Aileen sambil menahan emosinya.


"Aku kan baru kepikiran Leen, sudahlah sekarang kita lebih baik pergi ke kelas karena sebentar lagi jam istirahat selesai." Ajak Brenda.


"Baiklah kalau begitu, nanti kita pulang bareng ya, kita omongin sambil mampir ke cafe biasa."


"Kamu ga di jemput suami kamu?" Tanya Brenda dengan polosnya.


"Stt!! Bisa ga jangan ngomong suami di sekolah, kalau sampai ada yang dengar bagaimana?" ucap Aileen dengan berbisik.


"Aku bilang kalau aku ga mau di jemput sama dia, males aku denger dia ngomong terus di mobil!" jelas Aileen.


"Baiklah kalau begitu, nanti setelah pulang sekolah aku akan menjemputmu ke kelas." ucap Brenda yang di balas anggukan oleh Aileen.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka tidak jauh dari sana.


"Suami? Aileen sudah menikah? Tidak mungkin bukan? Cih! Kalau memang dia sudah menikah ini adalah berita terpanas!" gumam seseorang itu sambil tersenyum sinis.


Aileen sudah duduk manis di dalam kelas, tidak lama kemudian guru wali kelasnya masuk dan memberikan pengumuman kepada mereka semua.


"Besok kalian ada ujian percobaan dari sekolah sebelum kalian ujian nasional, jadi hari ini kalian semua di pulangkan untuk menyiapkan ujian tersebut." ucap guru tersebut.


"Ingat! Anggap ujian percobaan ini seperti ujian asli, dan belajarlah dengan sungguh-sungguh." lanjut guru tersebut.


Aileen dan anak-anak yang lain langsung mengeluh karena pengumuman tersebut.


"Aish, kenapa harus ujian besok? Aku kan biasanya di ajarin sama mama, kalo sekarang aku Minta ajarin siapa dong??" gumam Aileen.



Setelah pengumuman tersebut, Brenda segera menghampiri sahabatnya itu untuk mengajaknya pulang bersama.


Mereka berdua mampir di cafe langganan mereka untuk mengobrol tentang rencana mereka.


"Bagaimana?" Tanya Aileen.


"Di sini tertulis kalau kita harus bermain tarik ulur, kamu harus menjadi pendengar yang baik, kamu harus berteman dengan teman-temannya, dan kamu harus menjadi diri sendiri." jelas Brenda.


"Haah,, kenapa semuanya terasa menggelikan, apa maksudnya aku harus cari perhatian di hadapannya? Tarik ulur? udah kayak layangan aja! Terus menjadi pendengar yang baik? Jangankan mendengarkan, bertemu denganku saja dia sudah memasang tanduknya!" ucap Aileen.


"Bagaimana kalau ujian besok kamu jadikan alasan untuk mendekatinya." ucap Brenda.

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Aku yakin sekali kalau suami kamu itu sangat cerdas, jadi kamu harus bisa membuatnya mengajarimu!"


"Ah benar juga! Tapi kalau aku di tolak bagaimana?"


"Awalnya pasti di tolak, tapi kamu harus membuatnya menerimamu!"


"Benar juga! Ayo kita pulang!" Ajak Aileen.


"Hah? Mau langsung pulang? tapikan kita belum pesan makanan!" Rengek Brenda.


"Sudahlah ayo! Aku harus bisa membuatnya mengajariku, pasti membutuhkan waktu yang lama." ucap Aileen.


Akhirnya Brenda pasrah dan menuruti ajakan Aileen untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


***


Di rumah keluarga Hamilton, Adeline sudah bersiap untuk pergi untuk pemotretan.



"Mom Adel berangkat dulu ya.." pamit Adeline sambil menuruni tangga.


"Tunggu! Sayang, mommy ingin bicara sebentar sama kamu.." cegah Yasmine.


"Sebentar aja sayang,, duduklah dulu."


Akhirnya Adeline menuruti ucapan mommynya untuk duduk di sofa ruang tamu sebelum berangkat.


"Kapan kamu menikah?" Tanya Yasmine secara tiba-tiba.


"Apa!? Mom! Bukankah kita pernah membicarakan hal ini sebelumnya?" Protes Adeline.


"Iya mommy tau sayang, tapi dulu kamu bilang setelah Archie menikah kamu akan mencari pasangan, sekarang Archie sudah menikah lalu kapan kamu akan mencari pasangan?" Tanya Yasmine.


"Mom, emangnya mommy fikir mencari pasangan itu gampang? Kalo cuma tinggal pilih laki-laki yang ganteng, kaya raya itu banyak, tapi belum tentu dia bisa menerima kekurangan Adel, belum tentu dia cocok sama Adel." jelas Adeline.


"Apa kekuranganmu? Kamu sudah sempurna sayang!"


"Mom, tidak semua orang menilai Adel sempurna, mommy berkata seperti itu karena mommy adalah ibu Adel, orang lain belum tentu berfikiran sama seperti mommy."


"Tapi sayang.."


"Mom sudahlah, kalau emang waktunya pasti Adel akan membawa jodoh Adel untuk di kenalkan kepada daddy dan mommy." ucap Adeline yang sudah beranjak dari kursinya lalu mencium kedua pipi Yasmine secara bergantian.


"Bye mom, love you.." ucap Adeline.

__ADS_1


Yasmine hanya melihat kepergian anak perempuannya dengan tatapan yang pasrah, dia sangat ingin melihat kedua anaknya menikah dan memiliki anak secepat mungkin.


Yasmine tidak mungkin berharap untuk mendapatkan cucu dari Aileen mengingat usianya yang masih sangat muda bisa berpengaruh terhadap anak yang di kandung, jadi satu-satunya harapan adalah Adeline.


"Padahal mommy sangat ingin memiliki cucu secepatnya." gumam Yasmine sambil menghela nafas panjang.


"Sudahlah mom, kamu ini selalu saja memaksa anak-anak kita untuk menikah! Archie baru saja menikah kemarin lalu sekarang kamu sudah menyuruh Adeline menikah?" ucap Hamish yang muncul entah dari mana.


"Dad! Mommy hanya ingin segera mendapatkan cucu, emang kamu ga mau cucu?" Tanya Yasmine.


"Tentu saja mau! Tapi nanti ada waktunya mom, Adeline masih senang dengan dunia modelnya jadi biarkan dia menikmatinya, karena saat dia memiliki suami belum tentu suaminya mengijinkannya menjadi model." jelas Hamish.


Yasmine hanya bisa pasrah mendengar ucapan suaminya, memang benar kalau anak perempuannya sangat mencintai pekerjaannya sebagai model dan belum tentu suaminya nanti akan mengijinkan dia meneruskan pekerjaannya itu.


Hamis merangkul bahu sang istri untuk mencoba menenangkannya, tiba-tiba saja..


"Assalamualaikum.." ucap Aileen yang sudah pulang dari sekolahnya.


"Loh Aileen, kenapa sudah pulang?" Tanya Yasmine.


"Iya mom, karena besok ada ujian percobaan jadi kelas 3 di pulangkan lebih awal." jelas Aileen.


"Besok kamu akan ujian? Kalau begitu cepat belajarlah." ucap Yasmine.


"Emm,, dad, mom, bisakah Aileen pulang ke rumah?" Tanya Aileen dengan ragu.


"Apa? Kenapa harus pulang Aileen?" Tanya Hamish.


"Biasanya kalau ada ujian, Aileen selalu belajar bersama mama, tapi sekarang Aileen bingung harus belajar dengan siapa.."


"Belajar dengan Archie! Dia sangat cerdas, dia selalu mendapatkan juara 1 di sekolahnya, kamu bisa belajar dengannya!" ucap Yasmine.


"Tapi mas Archie sibuk bekerja mom, Aileen tidak mau mengganggunya."


"Kamu bisa ke perusahaannya, daddy akan menyuruh supir untuk mengantarmu ke perusahaan Archie, kamu bisa belajar sekaligus menemaninya." ucap Hamish.


Mendengar hal itu Aileen langsung tersenyum lebar, rencananya berhasil!


"Asik! Rencana pertama berhasil, setelah ini aku tinggal membuat om-om itu mau mengajariku." batin Aileen.


"Kalau begitu, sekarang kamu segera mandi dan bersiap ya sayang, siapkan juga buku-buku yang di perlukan untuk belajar." Ucap Yasmine.


"Baik mom, Aileen ke kamar dulu ya, terimakasih mom, dad." ucap Aileen.


Aileen segera menaiki tangga menuju kamarnya, dia sangat bersemangat untuk menjalankan rencananya membuat Archie menyukainya.


"Aku harus berdandan agar terlihat lebih cantik!" gumam Aileen.

__ADS_1


Aileen membuka semua koper yang di bawanya dan mencari pakaian yang bagus untuk di pakai ke perusahaan Archie.


__ADS_2