
Raka yang melihat kekasihnya lebih memilih suaminya itu hanya bisa terdiam dengan perasaan kesal namun tidak bisa di ungkapkan, karena bagaimanapun juga dia harus bisa terima kalau kekasihnya sudah memiliki suami.
"Sabar bro, lo kan tau dia punya suami." ucap Bob mencoba untuk menghibur Raka yang terlihat patah hati.
"Hm, Aileen memang orang yang seperti itu, dia akan tetap bersama dengan orang yang sejak awal bersamanya.. Kalau kamu di posisi kak Archie juga dia pasti akan memilihmu di bandingkan dengan suaminya." jelas Brenda.
Bob menatap ke arah Brenda dengan tatapan terkejut dan aneh, karena selama ini Brenda selalu menentang perselingkuhan Aileen, namun sekarang dia seperti sedang mendukung selingkuhan sahabatnya.
"Tapi tetap saja rasanya aneh haha.." ucap Raka dengan tawa aneh.
Lalu Raka menoleh ke arah Aileen dan Archie yang duduk tidak jauh dari tempat duduk mereka.
"Mau cabut aja nih?" Tanya Bob.
"Hm, kita juga udah ngabisin minuman yang kita pesan kok." sambung Brenda.
"Tunggu sebentar lagi ya, aku ingin melihatnya." ucap Raka.
__ADS_1
Brenda dan Bob saling menatap satu sama lain lalu mereka berdua hanya bisa mengangguk dan membiarkan Raka berlama-lama di sana.
Sedangkan di sisi lain, Aileen dan Archie duduk dengan hening tanpa berbicara sedikitpun karena kecanggungan di antara mereka.
"Kenapa kamu diem aja?" Tanya Aileen yang kesal dengan keheningan di antara mereka.
Karena selama di perjalanan Archie terus saja berbicara dan tidak berhenti sedikitpun, sedangkan sekarang dia hanya diam tidak mengatakan apapun.
"Lah maunya ngapain? Loncat-loncatan?"
"Ya aneh aja dari tadi ngomong sekarang diem aja."
"Hah? Engga kok, kalo aku pergi sama kamu ya pulang harus sama kamu dong, begitu juga sebaliknya, kalo aku pergi sama Raka berarti aku pulang juga harus sama dia." jelas Aileen.
"Kamu sejak kapan menyukai laki-laki itu?" Tanya Archie.
"Sudah sejak pertama kali masuk SMA, dia sangat populer karena ganteng, kaya, pinter lagi.. Kurang apa lagi coba?" Tanya Aileen.
__ADS_1
"Ya ya dia memang terlihat hebat, tapi sepertinya dia mata keranjang." ucap Archie.
"Ih enak aja! Kamu tuh mata keranjang sampe punya istri 2!" ketus Aileen yang tidak terima jika kekasihnya di bilang mata keranjang.
"Oke oke aku kalah.." ucap Archie mengalah.
"Oh iya kayaknya ada sesuatu yang kamu pendam ga sih mas? Aku ngerasa kamu kayaknya pengen ngomong sesuatu dari kita di mobil." ucap Aileen.
"Ah, iya.. Selama tinggal bersama Claire, aku mohon kamu harus berhati-hati, karena aku merasa Claire yang sekarang bukanlah Claire yang aku kenal dulu."
"Dia bukan Claire yang mencintaiku dulu, aku bisa melihat kalau tidak ada cinta di matanya sekarang,. Aku masih harus mencari banyak bukti, jadi aku mohon tunggu beberapa waktu lagi dan aku akan menceraikannya." jelas Archie.
"Cerai? Kamu mau menceraikannya? Lalu bagaimana dengan anak kalian?"
"Anak? Hahaha,, apa kamu benar-benar pintar? Kalaupun aku dan dia tidur bersama, kami hanya tidur semalam lalu dia tiba-tiba hamil apa itu mungkin?" Tanya Archie.
"Ya kalo liat begitu sih ga mungkin, tapi ga ada yang tau kalo kalian emang sering tidur bareng kan?"
__ADS_1
"Dih maaf aja aku bukan cowo asal celup!" ketus Archie.
Aileen hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya, sedangkan dari kejauhan Raka yang melihat keduanya tertawa hanya bisa tersenyum menahan rasa sesak di dadanya.