AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 6


__ADS_3

Hari pernikahan pun tiba, hari ini Yasmine sangat sibuk dengan barang yang akan di bawa kerumah calon menantunya.


"Mommy, maafkan Adeline karena hari ini tiba-tiba saja ada pemotretan." ucap Adeline.


"Yaampun mommy kan sudah bilang kalau kamu harus mengosongkan jadwalmu."


"Maaf mom, ini benar-benar mendadak dan sangat penting, aku akan ada di rumah tepat waktu agar bisa menyambut kedatangan adik iparku." ucap Adeline.


"Dia kakak iparmu bukan adik ipar!" ketus Archie sambil menuruni tangga dengan gagahnya.



"Tapi dia lebih muda dariku kak, jadi dia adik iparku!" balas Adeline.


"Sudahlah kamu segera berangkat sebelum pemotretanmu terlambat!" ucap Archie.


"Ah benar juga! Aku berangkat dulu ya mom, Ngomong-ngomong kamu semangat sekali untuk menikah kak hihi." ejek Adeline yang segera berlari keluar rumah untuk menghindari amukan kakaknya.


"Aish dasar anak itu!"


"Sudahlah Arch, jangan bertengkar untuk hari ini oke? Ayo kita berangkat." ajak Yasmine.


"Kemana daddy mom?"


"Daddy sudah menunggu di mobil, ayo kita berangkat."


Akhirnya Archie dan kedua orang tuanya segera berangkat menuju kediaman keluarga Guntoro.


"Bagaimana perasaanmu Archie? Apa kamu gugup?" Tanya Hamish.


"Biasa aja tuh dad, mungkin karena aku tidak menyukai wanita itu makanya aku tidak gugup sama sekali." Ucap Archie dengan santainya.


"Daddy ingin lihat bagaimana perasaanmu nanti saat melihat calon istrimu." ucap Hamish.


"Emang apa bedanya dad? Bukankah akan sama saja?"


"Tentu saja berbeda saat wanita yang akan menjadi istrimu duduk di sampingmu dengan wajah yang rias hingga membuatnya terlihat sempurna."


"Cih, aku yakin dulu daddy adalah seorang playboy!" ketus Archie.


"Wah ternyata kamu memang anak mommy sayang." sambung Yasmine.


"Honey! Kamu kan tau kalau perempuan itu yang mendekatiku lebih dulu!" Protes Hamish.


Archie dan mommynya hanya tersenyum mendengar protesan dari Hamish.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka bertiga sampai di kediaman Guntoro.


Keluarga Guntoro yang melihat ada mobil mewah terparkir di halaman rumahnya segera keluar untuk menyambut calon besan mereka.

__ADS_1


Sedangkan Rahina pergi ke atas untuk memanggil anak perempuannya di dalam kamar.


"Aileen, turunlah nak Archie dan keluarganya sudah sampai." ucap Rahina.


"Iya ma, mama dan Brenda turunlah dulu aku akan menyusul." ucap Aileen.


Akhirnya Rahina mengajak Brenda untuk turun lebih dulu. Di bawah Brenda melihat laki-laki yang sangat tampan dan juga gagah.


"Wah tante, apakah itu calon suami Aileen?" Bisik Brenda.


"Iya, itu adalah calon suami Aileen tampan bukan?" Tanya Rahina.


"Iya tante, dia sih ga keliatan kalau sudah om-om te."


"Makanya itu, tapi Aileen tetap saja menganggapnya om-om." ucap Rahina.


"Tenang saja tante, Brenda yakin kalau Aileen akan jatuh cinta dengan suaminya suatu hari nanti."


Aileen di dalam kamar menatap dirinya sendiri di cermin yang ada di hadapannya, dia melihat dirinya dengan tatapan sedih, dia meratapi nasibnya yang menurutnya begitu menyedihkan.


Aileen menghela nafas panjang lebih dulu lalu pergi ke bawah untuk pernikahannya.


Semua orang tersenyum melihat Aileen yang baru saja menuruni tangga rumahnya.


"Lihatlah calon istrimu, bukankah dia cantik?" Tanya Hamish kepada anak laki-lakinya.


Archie menatap ke arah Aileen, dia terpaku sebentar melihat kecantikan Aileen yang menggunakan gaun berwarna putih sama seperti saat pertama kali mereka bertemu, namun bedanya kali ini Aileen mengikat rambutnya hingga leher jenjangnya terlihat sangat indah.



Untuk pertama kalinya Archie merasakan detak jantung yang sangat kencang setelah 2 tahun lamanya.


Selama ini Archie tidak pernah sedikitpun terpesona oleh wanita manapun selain sang mantan kekasih yang telah lama hilang, namun hari ini dia terpesona oleh kecantikan alami Aileen, jantungnya berdetak kencang serasa ingin copot.


"Ada apa dengan jantungku? Kenapa dia berdetak sangat kencang?" batin Archie sambil mengelus dadanya sesekali.


Hamish yang sadar dengan tingkah anaknya itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Acara pernikahan pun di mulai, pernikahan yang sangat sederhana karena hanya di hadiri oleh keluarga dan kerabat dekat saja. Aileen dan Archie telah resmi menjadi sepasang suami istri.


"Sekarang waktunya sang suami mencium kening istrinya." ucap sang penghulu membuat Archie dan Aileen terkejut secara bersama.


"Apa penghulu ini sudah gila? Kenapa dia menyuruh om-om ini menciumku!" batin Aileen.


Namun karena memang sudah tradisinya, akhirnya Archie memberanikan diri untuk mendekat ke wajah Aileen untuk mencium keningnya.


Aileen yang melihat kalau Archie semakin mendekat ke wajahnya langsung membuka kedua matanya lebar-lebar menjauhkan wajahnya.


Namun dengan cepat Archie menahan kepala belakang Aileen agar diam di tempatnya lalu.. Cup! Akhirnya Archie berhasil mencium kening Aileen walaupun dengan susah payah.

__ADS_1


"Selamat atas pernikahan kalian beruda, sekarang kalian berdua resmi menjadi pasangan suami dan istri." ucap sang penghulu.


Semua orang yang ada di sana saling mengucapkan selamat satu sama lain dengan senangnya.


"Selamat datang di dalam keluarga kami sayang! Mulai sekarang kamu harus memanggilku mommy." ucap Yasmine sambil mencium kedua pipi Aileen.


"Mbak, kemana anak perempuanmu? Aku bahkan belum melihatnya sama sekali!" Protes Rahina.


"Yaampun Na, anak perempuanku kan seorang model jadi dia tiba-tiba ada jadwal pemotretan." ucap Yasmine.


"Padahal aku belum pernah bertemu dengannya." ucap Rahina.


"Kapan-kapan aku akan menyuruhnya untuk datang kemari dan bertemu denganmu."


"Benar ya mbak? Aku dengar anak mbak Yasmine sangat cantik dan juga baik hati, aku sangat penasaran dengannya, aku harap dia bisa mengajari anakku cara bersikap yang benar." ucap Rahina sambil melirik anak perempuannya.


"Oh iya ada salam dari Adeline untukmu Aileen, hari ini adalah hari pertama kamu pulang ke rumah kami dan dia akan menyambutmu di rumah." Ucap Yasmine.


Aileen hanya tersenyum mendengar ucapan Yasmine, dia bahkan tidak tau siapa itu Adeline.


"Aku titip Aileen ya mbak, dia itu anak yang baik sebenarnya, hanya saja dia sedikit bar-bar." Ucap Rahina.


"Mama! Aku tidak bar-bar!" ketus Aileen.


Seluruh rangkaian acara telah selesai, Aileen bersiap untuk pergi meninggalkan rumahnya untuk ikut bersama sang suami.


"Hikss,, kakak jangan sampai melupakan aku ya.." Ucap Arlo.


"Kamu ini apaan sih cengeng banget Arlo!" ketus Aileen.


"Siapa yang akan bertengkar denganku nanti kalau kamu tidak ada kak? Kak Archie, bolehkah aku mengunjungi kakakku kapan-kapan?" Tanya Arlo.


"Tentu saja! Kamu bisa mengunjungi kakakmu kapanpun kamu mau." ucap Archie sambil tersenyum melihat tingkah Arlo yang seperti anak kecil.


"Pa, ma, apa kalian benar-benar rela melihat aku pergi?" Rengek Aileen.


"Jangan seperti anak kecil Aileen, kamu sekarang sudah menjadi istri nak Archie kamu tidak boleh seperti ini." ucap Gino.


"Kalian harus sering mengunjungiku ya.."


"Tentu saja, kami akan sering mengunjungi kamu dan suamimu." ucap Gino.


Archie berpamitan kepada kedua orang tua Aileen dengan sopan.


"Kami titip Aileen ya nak Archie, dia memang sedikit menyebalkan tapi dia sangat menggemaskan kok." ucap Gino.


Archie hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan kedua orang tua Aileen.


"Ayo kita pulang Aileen." ajak Archie sambil mengulurkan tangannya kepada Aileen.

__ADS_1


Aileen tidak menggubris uluran tangan Archie, dia hanya berjalan melewati Archie yang ada di sebelahnya.


Archie hanya menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Aileen yang menurutnya seperti anak kecil.


__ADS_2