AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 45


__ADS_3

“Leen, nongkrong dulu yuk sama Raka dan Bob juga.” Ajak Brenda yang sudah berada di depan kelas Aileen.


“Kayaknya engga dulu deh Bren, kamu tau kan kalau MOS kita masih ada beberapa hari lagi, besok aku di suruh bawa segala macem barang jadi aku mau cari barang terus istirahat.” Jelas Aileen.


“Yah,, fakultasmu emang ribet banget sih suruh bawa ini itu.. Kalo gitu ayo kita kedepan aja bilang sama yang lain.” Ajak Brenda yang di balas anggukan oleh Aileen.


Aileen dan Brenda berjalan ke luar kampus untuk menemui Raka dan Bob, sepanjang koridor ada saja mahasiswa yang menggoda mereka entah dari angkatan mereka sampai kakak senior.


“Leen, kamu rishi ga sih di liatin kayak gitu sama mereka?” bisik Brenda kepada Aileen yang ada di sebelahnya.


“Risih banget lah, makanya dari tadi aku ga ngeliatin mereka.” Balas Aileen.


Bukannya mau kepedean atau gimana, tapi mahasiswa itu memang benar-benar menatap mereka berdua dan bahkan menggodanya, ada yang memanggil mereka dan bahkan ada yang mengajak mereka berkenalan.


“Huh,, akhirnya keluar juga.” Ucap Brenda saat mereka berdua sudah berada di luar kampus.


“Wah gila sih menegangkan sekali di dalam sana, kayaknya kedepannya bakal spot jantung nih kalo kayak gini terus.” Ucap Aileen.


“Woy!!” teriak seseorang hingga membuat keduanya terkejut.


“Gila lo Bob! Mau bikin gue sama Aileen jatungan ya?!” ketus Brenda.


Aileen hanya menatap Bob dengan tajam sambil mengatur nafasnya.


“Sampe gitu lagi kamu habis Bob!” ketus Aileen.

__ADS_1


“Bob, jangan bikin mereka jantungan lah..” ucap Raka sambil merangkul pundak Aileen.


“Hahaha, sorry sorry kan bercanda.” Ucap Bob sambil memamerkan gigi putihnya.


“Ga lucu!” balas Brenda.


“Udah udah jangan mulai! Jadi nongkrong kan?” tanya Raka.


“Maaf Rak, aku ga bisa ikut kalian soalnya masih banyak yang perlu di siapin bua MOS besok.” Ucap Aileen.


“Baiklah, aku tidak bisa memaksamu.. Kalau nanti kamu sudah mulai bosan hubungi kami saja ya.” Ucap Raka yang di balas anggukan oleh Aileen.


Setelah itu Aileen segera berpamitan untuk pulang lebih dulu menaiki mobilnya, sedangkan yang lain berangkat ke cafe tempat mereka nongkrong menggunakan mobil Raka.


Sesampainya di rumah, wajah Aileen seketika berubah menjadi kesal saat melihat mobil Archie yang terparkir di depan rumahnya.


“Kenapa dia harus pulang?” gumam Aileen sambil keluar dari mobilnya.


Aileen masuk ke dalam rumah, di sana sudah ada Archie yang sedang duduk di sofa ruang tamu sendirian.


"Kemana istrimu?" Tanya Aileen yang sudah duduk di hadapan Archie.


"Bukannya salaman sama suami dulu baru pulang.." ucap Archie.


"Dih suami apaan!" ketus Aileen dengan tatapan sinisnya.

__ADS_1


"Cih, dasar! Kamu tadi tanya apa?" ucap Archie.


"Istrimu kemana?" Tanya Aileen kembali.


"Kamu kan istriku, kenapa bertanya lagi?" ucap Archie dengan senyuman di wajahnya.


"Aku serius.."


"Aku juga serius Aileen, emang kamu lupa kalo kamu adalah istriku?"


"Hah, terserah deh!" ketus Aileen yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Kamu mau ke mana?" Tanya Archie.


"Mau bikin minum, kamu juga mau?" Tanya Aileen.


"Boleh deh."


"Seratus ribu ya, tanganku ini terlalu istimewa jadi harga minumannya lebih mahal." ucap Aileen.


"Seluruh hartaku buat kamu juga ga masalahm" ucap Archie.


"Ya kalo begitu sih bakal di labrak aku sama istri keduamu mas!" ucap Aileen yang langsung berjalan menuju dapur.


"Dia lagi kesambet apa sih baik banget.. Paling ada maunya." batin Aileen saat berjalan menuju dapur.

__ADS_1


__ADS_2