AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 53


__ADS_3

Di perusahaannya, Archie sedang duduk di kursi kebanggaannya sambil membaca berkas yang berserakan di atas meja kerjanya.


“Arch!” panggil Fiki saat membuka pintu ruangan Archie secara tiba-tiba.


Archie yang melihat kehadiran asisten pribadinya itu langsung menaruh berkas yang ada di tangannya dan melihat ke arah Fiki dengan serius.


“Ada apa Fik? Kamu sudah mengetahui informasinya?” tanya Archie.


Fiki segera menghampiri Archie dan memberikan amplop besar berwarna cokelat kepada Archie.


“Yang kamu katakan benar Arch, dia bukan Claire yang kita kenal dulu.. Dia memiliki seseorang yang mengaturnya dan menyuruhnya untuk mendekatimu danmengambil alih hartamu atas nama anak yang dia kandung.” Jelas Fiki.


Dengan segera Archie membuka amplop yang di berikan Fiki lalu membacanya dengan serius.


“Benar bukan? Dari awal aku tidak percaya kalau aku tidur dengan Claire dan dia langsung hamil begitu saja.” Ucap Archie dengan senyum sinisnya.


“Lalu bagaimana selanjutnya? Apa yang mau kamu lakukan?” tanya Fiki.


“Apa yang harus aku lakukan? Toh aku dan dia hanya menikah secara siri dan aku bisa kapan saja meninggalkannya.” Ucap Archie.


“Tapi jujur, aku ga suka sama caramu yang kayak gini Arch! Kalau memang mau membuktikan Claire adalah orang yang tidak baik, kamu tidak perlu menikahinya dan menyakiti Aileen kan.”


“Kalau aku tidak menikahinya, dia tidak akan percaya kalau aku masih mencintainya Fiki.. Sejak dulu aku selalu menuruti semua ucapan Claire karena aku mencintainya, jika aku merubah sikapku dan acuh terhadap kehamilannya, dia akan sadar kalau aku mencurigainya.” Jelas Archie.


“Apa Aileen sudah tau tentang hal ini?” tanya Fiki.


“Hm,, aku sudah berusaha menjelaskan, tapi dia tidak percaya yah begitulah dia selalu menanggapinya dengan santai.” Ucap Archie.


“Kamu harus menjelaskannya lagi Arch, Aileen masih muda, jangan sampai dia trauma karena pengkhianatan di rumah tangganya, terutama jangan sampai dia trauma untuk menyukaimu.” Ucap Fiki.


Mendengar ucapan Fiki membuat Archie terdiam dan memikirkan hal itu, apa karena itu Aileen tidak mau menyukainya?


“Sudah kembalilah bekerja, terimakasih karena sudah mendapatkan informasi yang aku minta.” Ucapa Archie yang di balas anggukan oleh Fiki.


Fiki segera berpamitan dan keluar dari ruangan Archie untuk melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Archie masih di tempat duduknya memikirkan ucapan Fiki yang membuatnya sedikit bimbang.


“Dimana dia sekarang?” gumam Archie yang langsung mengambil hpnya dan mencoba untuk menghubungi rumahnya.


Beberapa detik setelah hp Archie berdering, akhirnya ada yang mengangkat telfon rumahnya.

__ADS_1


“Halo, kediaman tuan Archie di sini ada yang bisa saya bantu?” tanya bi Ijah yang mengangkat telfonnya.


“Halo bi, ini Archie.. Gimana keadaan di rumah, apa tidak ada keributan tadi pagi?” tanya Archie.


Pagi tadi Archie memang berangkat lebih dulu karena masih harus melihat lokasi pembangunan pabrik barunya.


“Aduh tuan kacau banget! Tadi tuh kacau banget tuan, nona Aileen dan nona Claire adu mulut dari pertama kali mereka berpapasan.” Ucap bi Ijah.


“Benarka bi? Apa yang mereka debatkan sih?”


“Nona Claire selalu mengatakan kepada non Aileen untuk menjauhi tuan, ya sebenernya sih nona Aileen biasa aja tuan tapi itu yang membuat nona Claire semakin kesal, karena tidak bisa membuat non Aileen kesal.” Jelas bi Ijah.


“Lalu bagaimana Aileen?” tanya Archie.


“Dia baik-baik saja tuan, nona Aileen hanya menganggap ucapan nona Claire angin lalu dan segera berangkat ke kampus.” Jelas bi Ijah.


“Claire?” tanya Archie kembali.


“Nona Claire baru saja pergi tuan, dia bilang mau ke suatu tempat jadi pergi begitu saja.” Jelas bi Ijah.


“Baiklah kalau begitu, maaf karena harus melihat mereka berdebat pagi-pagi ya bi, selamat bekerja lagi.” Ucap Archie yang langsung mematikan telfonnya.


Pagi hari di rumah mewah Archie, Aileen yang sudah terbangun dari tidurnya melihat ke sebelahnya karena seingatnya semalam dia dan Archie bercerita banyak hal sampai akhirnya Archie ketiduran dan Aileen membiarkan Archie untuk tertidur di tempat tidur yang sama dengannya.


“Kemana dia? Masa iya udah berangkan pagi-pagi banget?” gumam Aileen yang merasa masa bodo lalu segera turun dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi untu mandi dan bersiap ke kampus.


Setelah melakukan ritualnya di dalam kamar mandi dan mengganti pakaiannya untuk berkuliah, Aileen segera keluar dari kamar dan kebetulan dia berpapasan dengan Claire yang baru juga keluar dari kamarnya.


“Cih! Kamu tidur di kamar yang paling besar tapi sendirian, kasihan sekali..” ucap Claire dengan nada mengejek.


“Bilang aja kalau sirik karena aku yang mendapatkan kamar tidur utamanya!” ketus Aileen.


“Tidak! Lebih baik aku mendapatkan kamar seperti ini tapi selalu di temani suamiku.” Ucap Claire.


Mendengar ucapan Claire membuat Aileen mengerutkan keningnya, ah mungkin saat dia tertidur Archie keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar Claire pikirnya.


Namun karena tidak mau kalah dan ucapan Claire juga belum tentu benar, akhirnya Aileen hanya tersenyum sinis hingga membuat Claire merasa aneh melihatnya.


“Benarkah dia tidur di kamarmu? Soalnya semalaman kita saling bertukar cerita semalaman bahkan mas Archie tertidur lebih dulu.” Ucap Aileen.

__ADS_1


“Apa!?” ucap Claire dengan wajah terkejutnya membuat Aileen sadar kalau Claire sudah berbohong mengatakan jika Archie tidur di kamarnya.


“Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga… Sepintar-pintarnya kamu menyembunyikan bangkai maka akan kecium juga baunya, inget itu!” ucap Aileen yang langsung berjalan melewati Claire begitu saja.


Claire benar-benar kesal dengan ucapan Aileen, lalu ikut berjalan cepat mengikuti Aileen yang berjalan di depannya.


“Selamat pagi bi…” sapa Aileen kepada bi Ijah yang sedang merapihkan makanan di atas meja makan.


“Pagi non Aileen..” balas bi Ijah.


Setelah menyapa Aileen, bi Ija melihat Claire yang berada di belakang Aileen, dengan segera bi Ijah juga menyapa Claire dengan ramah.


“Selamat pagi non Claire.” Sapa bi Ijah.


Namun Claire hanya menatap sinis ke arah bi Ijah tanpa membalas sapaannya, Aileen yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala meliat ketidak sopanan Claire.


“Di mana suamiku?” tanya Claire.


“Tuan Archie sudah berangkat dari tadi nona.” Jawab bi Ijah.


Aileen yang mendengar jawaban dari bi Ijah hanya bisa menahan tawanya.


“Katanya tidur sama mas Archie, tapi kok ga tau kalau dia udah kerja?” tanya Aileen.


“Loh bukannya tuan Archie tidur di kamar non Aileen? Soalnya tadi bibi liat tuan Archie keluar dari kamar non Aileen.” Jelas bi Ijah.


“Diam kalian! Sengaja ya kalian mau ngejek aku kan!?” ketus Claire.


“Apaan sih Claire! Udah deh makan aja jangan marah-marah mulu kasian anak di kandunganmu kena mental!” ucap Aileen.


“Kalian liat saja! Kalian akan mendapatkan balasan dariku! Aku akan memberitahu Archie tentang hal ini!” ketus Claire.


“Dan kamu Aileen! Aku ini lebih tua darimu, bagaimana bisa kamu memanggilku dengan nama!” lanjutnya.


Aileen tidak menggubris ucapan Claire, dia hanya terus menyantap makanannya hingga habis lalu segera berpamitan kepada bi Ijah untuk segera berangkat ke kampus.


“Bi Aileen berangkat dulu ya..” ucap Aileen.


“Apa?! Heh dasar anak ga tau sopan santun!” teriak Claire saat Aileen terus berjalan tanpa menoleh ke belakang sama sekali.

__ADS_1


Bi Ijah menahan tawa melihat Claire yang tidak di pedulikan oleh Aileen, mendengar bi Ijah yang menahan tawa Claire langsung menoleh dan memberi tatapan tajam kepada bi Ijah yang langsung berjalan kembali masuk ke dapur.


__ADS_2