
Sesampainya di mall yang di tuju, Aileen dan Archie segera turun dan masuk ke dalam mall bersama-sama.
Ada banyak pasang mata yang manatap ke arah Aileen terutama laki-laki, hal itu membuat Archie kesal dan tanpa sadar dia menggandeng tangan Aileen.
"Mas, apaan sih?" ucap Aileen sambil berusaha untuk melepaskan tangannya.
"Jangan di lepas! Banyak laki-laki yang melihatmu dari tadi." ketus Archie yang masih menahan tangan Aileen.
"Pfftt, jadi ceritanya cemburu?" Tanya Aileen sambil menahan tawa.
"Kalo iya kenapa!?"
"Aku ga cemburu tuh walaupun kamu punya istri lain."
"Sebentar lagi juga kamu bakal cemburu karena kamu sudah mulai mencintaiku."
"Dih, pede banget!" ucap Aileen sambil menggelengkan kepalanya.
Aileen segera berjalan cepat, sedangkan Archie yang tangannya masih memegang tangan Aileen hanya bisa mengikuti kemana Aileen melangkah.
"Leen pelan dong.." ucap Archie.
"Mas aja jalannya kelamaan." balas Aileen.
Akhirnya setelah berjalan cukup jauh, keduanya telah sampai di toko buku yang ingin Aileen datangi.
__ADS_1
"Aku mau liat-liat dulu mas." ucap Aileen.
"Iya udah liat-liat aja." balas Archie.
"Terus aku mau liat-liat tangannya kayak gini?" Tanya Aileen sambil menoleh ke arah tangannya yang masih di genggam oleh Archie.
"Ya emang kenapa?"
"Aduh yang bener aja mas, masa aku milih-milih sambil gandengan gini sih, kayak mau nyebrang aja deh." protes Aileen.
"Oke aku lepas, awas jangan jauh-jauh nanti ilang!" tegas Archie.
Aileen hanya menggelengkan kepala pelan melihat sikap Archie yang berlebihan.
"Emang dia pikir aku ini balita apa!" gumam Aileen.
Sedangkan Archie hanya menatap kemana Aileen berjalan layaknya seorang penguntit yang sangat terobsesi dengan Archie.
"Lihatlah laki-laki itu tampan sekali!" ucap salah satu pengunjung kepada temannya.
"Iya kamu benar, tapi dia sepertinya sedang melihat ke arah sini, jangan-jangan dia terpesona melihatku!" ucap satunya.
"Cih jangan salah, dia itu sedang melihatku!"
Aileen yang berada tepat di belakang mereka langsung menoleh ke arah Archie yanh dari tadi mereka rebutkan, Aileen hanya tersenyum tipis sambil mendekatkan wajahnya ke tengah-tengah dua orang yang bergosip itu.
__ADS_1
"Maaf sudah membuat kalian kecewa, tapi laki-laki itu sedang melihat ke arahku!" Bisik Aileen.
Kedua orang itu langsung menoleh ke arah Aileen dan mengalihkan pandangan mereka ke arah lain, lalu keduanya segera pergi dari hadapan Aileen.
Aileen yang melihat kedua orang itu pergi begitu saja hanya bisa tersenyum tipis lalu menatap Archie yang masih melihatnya tanpa tahu apapun.
"Kalau di lihat-lihat emang tampan sih.. Pantas saja banyak wanita yang menyukainya!" gumam Aileen sambil menghela nafas panjang.
Archie yang tidak mendengar gumaman Aileen hanya bisa mengangkat kedua bahunya sambil menaikkan kedua alisnya.
Aileen yang sudah selesai memilih langsung kembali menghampiri Archie.
"Sudah?" Tanya Archie.
"Hm, sudah.. Tunggu di sini ya aku mau bayar dulu." ucap Aileen.
"Stop! Kenapa kamu yang bayar? Biar aku saja." ucap Archie.
"Tentu saja aku yang bayar karena ini barangku.. Toh kartu yang aku pakai juga kartu dari kamu."
"Beda! Kartu itu buat jajan di kampus, kalau beli di luar kampus berarti aku yang bayar."
"Tapi buku ini juga untuk keperluan kampus."
"Sudah jangan membantah! Sini bukunya aku bayar dulu." ucap Archie yang langsung mengambil keranjang belanjaan Aileen begitu saja lalu berjalan ke kasir.
__ADS_1
"Padahal itu kan banyak sekali.." gumam Aileen sambil menatap punggung Archie yang sudah berjalan menjauh.