AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 77


__ADS_3

“Adel! Adel!” teriak Hamish sambil berjalan menghampiri Adeline yang saat itu sedang berada di gudang membantu Archie.


Adeline yang merasa namanya di panggil segera menoleh ke belakang dan tiba-tiba saja,, PLAKK!!!


Betapa terkejutnya semua orang yang ada di sana terutama Adeline saat menerima tamparan yang cukup keras dari daddynya.


“Dad! Apa-apaan ini!?” tanya Archie yang dengan sigap menarik Adeline ke belakang tubuhnya.


“Jangan melindungi adikmu Archie! Dia memang pantas di pukul!” tegas Hamish.


“Dad stop! Jangan asal pukul! Jelasin apa kesalahan yang di lakukan Adel sampe dia harus di tampar seperti itu!?” ucap Archie.


Yasmine yang baru saja sampai di sana segera mengetahui situasi yang ada di sana setelah melihat Archie yang melindungi Adeline sambil memegangi pipinya.


“Daddy! Kenapa kamu selalu kabur begitu saja sebelum mendengar penjelasan mommy!?” teriak Yasmine yang membuat Hamish langsung menoleh ke arah istrinya.


“Apa lagi yang perlu di jelaskan mom? Sudah pasti Adel hamil duluan kan? Archie ga mungkin hamil karena dia laki-laki, dan dia juga ga mungkin menikah lagi karena dia masih menunggu Aileen.” Ucap Hamish.


“Mommy bilang begitu karena Archie akan segera menikah dan kita juga akan menyambut cucu kita!” ucap Yasmine dengan nada yang kencang.


“Apa!? Kamu menghamili anak orang Archie!?” ucap Hamish dengan mata yang sudah penuh dengan bara api.


Yasmine yang kesal dengan suaminya langsung memukul punggung sang suami dengan kencang hingga membuat Hamish kesakitan.


“Mom, kenapa kamu memukulku?” tanya Hamish.


“Kamu bisa ga sih dengerin penjelasan orang dulu! Jangan asal motong omongan orang!” ketus Yasmine.


“Tau dad! Kasian Adel tuh ketakutan gara-gara papi!” sahut Archie.


“Archie mau menikah dengan Aileen, dan ternyata anak yang selama ini di kandungan Aileen adalah anak kandung Archie dad! Kita memiliki cucu perempuan yang sangat cantik dan wajahnya mirip sekali dengan Archie.” Jelas


Yasmine.


“Hah!? Jadi maksudnya Archie sama Aileen mau baikan?” tanya Hamish yang di balas anggukan oleh Yasmine.


“Jadi Adel ga hamil duluan?” tanya Hamish lagi dan di balas anggukan oleh Yasmine kembali.


Mendengar hal itu Hamish langsung menoleh ke arah Adeline dan meminta maaf karena sudah salah menyangka bahkan sudah menamparnya.


“Adel, maafkan daddy Del..” ucap Hamish dengan wajah yang merasa bersalah.


“Cih menyebalkan! Daddy sudah seringkali seperti ini!” ketus Adeline.


“Maaf del, daddy udah takut aja tadi, daddy takut kalau kamu sampai hamil duluan.” Ucap Hamish.

__ADS_1


“Makanya daddy harusnya denger dulu sampe habis baru buat keputusan! Sakit tau pipi Adel.” Ucap Adeline.


“Maaf ya sayang,, kamu tau kan kalau daddy sangat menyayangimu, daddy takut kalau sampai kamu terjerumus ke dalam pergaulan bebas…” ucap Hamish.


“Ga akan dad! Adel juga ga mau melakukan hal yang bisa merugikan Adel! Adel juga ga mau buat daddy dan mommy kecewa sama Adel!” ucap Adeline.


“Iya daddy tau, maaf karena sudah emosi tadi Del..” ucap Hamish yang langsung memeluk tubuh putri kesayangannya itu dengan erat.


Adel pun tau kalau daddynya tidak akan memukulnya jika bukan karena daddynya mengira dirinya hamil duluan.


Setelah memeluk Adeline, Hamish beralih ke Archie dan memeluk tubuh anak laki-lakinya dengan erat.


“Selamat nak, selamat karena kamu akan kembali dengan wanita yang kamu cintai, bahkan sekarang kamu sudah menjadi orang tua, daddy ga nyangka kalau anak daddy akan besar secepat ini..” ucap Hamish.


“Selamat juga untuk daddy karena sekarang daddy sudah tua karena menjadi grandpa dan memiliki seorang cucu yang menggemaskan.” Balas Archie.


“Jadi,, di mana menantu kesayanganku itu? Kenapa kalian hanya kembali bertiga saja?” tanya Hamish sambil melihat ke arah istrinya.


“Dia ga bisa langsung ikut dad,, dia harus minta ijin sama Gino dan Rahina..” ucap Yasmine.


“Apa perlu aku menghubungi Gino dan mengatakan hal ini?” tanya Hamish.


“Jangan dulu dad, biarkan Aileen menanganinya dan mengatakan sendiri.. Setelah dia mendapatkan ijin, barulah kita ke rumah papa Gino dan meminta ijin secara resmi.” Jelas Archie.


“Hmm, baiklah kalau begitu, daddy akan menyiapkan semua kebutuhan acara pernikahanmu dan acara menyambut anak perempuanmu.” Ucap Hamish.


Saat itu barulah Hamish tersadar kalau saat itu mereka berada di gudang belakang rumah mereka.


“Tapi ngomong-ngomong, kalian berdua kenapa berada di gudang?” tanya Hamish kepada Archie dan Adeline.


“Kita lagi cari kotak SMA kak Archie dad, dia mau mencari ponsel jadulnya.” Jawab Adeline.


“Untuk apa? Bukannya hp kamu yang sekarang udah yang paling canggih ya?” tanya Hamish.


“Bukan buat aku pake dad, aku mau melakukan sesuatu dengan hp itu.. Nanti aku akan menjelaskannya kepada daddy, sekarang aku fokus cari dulu ya dad.” Jawab Archie.


“Ya baiklah, carilah dulu kalo begitu daddy tinggal ke atas dulu.” Ucap Hamish.


Hamish berjalan meninggalkan gudang, sedangkan Yasmine mengikuti suaminya dari belakang dan membiarkan kedua anaknya untuk mencari barang Archie.


“Haattchii!!!” Adeline tiba-tiba bersin dengan kencang dan hidungnya mulai memerah.


“Kalo ga kuat sama debu mending keluar aja Del, biar aku yang mencarinya sendirian.” Ucap Archie.


“Engga kak, aku juga harus bantui kak Archie kalo emang kotak itu bisa membuat kita menemukan orang yang selama ini meneror Aileen.” Jawab Adeline.

__ADS_1


“Terserah kamu deh!” ucap Archie yang masih serius mencari.


“Tapi kak Archie… Emangnya kakak yakin kalo di hp jadul kak Archie ada nomer orang itu?” tanya Adeline.


“Ya aku juga ga tau del, makanya aku mau cari buar ga penasaran.” Jawab Archie.


Adeline hanya menganggukkan kepala mendengar jawaban kakaknya, lalu mereka kembali mencari kotak yang di maksud oleh Archie.


***


Sedangkan di sisi lain, Aileen yang sudah selesai menyusui dan menyiapkan Almeera kembali di landa kebimbangan untuk mengatakan kepada mamanya tentang Archie.


Rahina yang sangat mengenal anak perempuannya itu langsung bertanya karena dia juga merasa rishi dengan sikap Aileen.


“Kamu ini sebenarnya kenapa sih Leen? Ada yang mau kamu omongin sama mama kan?” tanya Rahina.


“Heem,, ma sebenernya emang Aileen mau ngomong sesuatu, tapi mama jangan marah ya..”


“Kenapa mama harus marah? cepat ceritakan ada apa?” tanya Rahina.


“Jadi sebenarnya ma, Aileen ini tadi ketemu sama mas Archie, mommy Yasmine dan kak Adeline.” Ucap Aileen.


“Apa? Kamu ketemu mereka? Di mana? Apa itu yang membuat kamu dan Brenda lama?” tanya Rahina dan di balas anggukan oleh Aileen.


“Apa mereka melakukan hal yang buruk kepadamu dan Almeera? Apa mereka menghina Almeera?” tanya Rahina yang mulai khawatir.


“Engga ma engga, dengerin Aileen dulu oke?” ucap Aileen mencoba untuk menenangkan mamanya.


“Oke mama dengarkan.”


Akhirnya Aileen bercerita tentang pertemuannya dengan Archie saat di supermarket tadi dengan jelas dan hati-hati, sesekali Aileen juga memperhatikan ekspresi wajah mamanya untuk melihat situasi apakah dia harus melanjutkan ceritanya atau tidak.


“Jadi? Mereka ingin apa? Apa mereka mau mengambil Almeera dari kamu?” tanya Rahina.


“Hah? Engga kok ma,, mereka mau Aileen dan Almeera kembali ke rumah itu dan mas Archie bilang kalo dia akan mencari orang yang sudah mengancam Aileen dan memisahkan kita berdua.” Jelas Aileen.


“Benarkah? Raka aja yang dari dulu nyari ga berhasil kan Leen? Apa Archie yang ga tau dari awal bisa mengetahui siapa pelakunya?” tanya Rahina.


“Ga tau ma, kita percaya aja sama mas Archie ya ma…” ucap Aileen.


“Heem,, baiklah kalo memang begitu.. Terus, apa kamu ingin kembali kepada mereka?” tanya Rahina.


“Aileen mau kembali ma, Aileen mau menghadapi semuanya karena Aileen juga capek menghindar terus, Aileen juga mau Almeera punya keluarga yang utuh dan bahagia.” Ucap Aileen.


“Kalau begitu kembalilah! Papa dan mama hanya bisa mendukungmu, karena kamu yang tau apa yang membuatmu bahagia.” Ucap Rahina.

__ADS_1


Mendengar hal itu membuat Aileen merasa lega karena ternyata mamanya tidak melarangnya kembali bersama Archie.


“Terimakasih banyak ma, terimakasih karena mama selalu mendukung semua keputusan yang aku buat.” Ucap Aileen sambil memeluk tubuh mamanya dengan erat.


__ADS_2