AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 14


__ADS_3

“Berarti kak Dennis tahu tentang hubungan mas,,, eh! Om Archie dengan kak Claire dong?” tanya Aileen yang hampir saja salah memanggil Archie, untung saja Dennis tidak menyadarinya.


Dennis yang mendengar pertanyaan Aileen langusng menatap Aileen dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, dia terkejut karena Aileen mengetahui tentang Claire.


“Bagaimana kamu tahu tentang Claire Aileen?” tanya Dennis.


“Ah, aku mendengar mom,, eh tante Yasmine berbicara dengan seseorang tentang kak Claire makanya aku mengetahui hal itu.” Ucap Aileen beralasan.


“Oke aku akan memakai panggilan biasa saja yak arena kalau terlalu formal tidak enak menceritakannya.” Ucap Dennis yang di balas anggukan oleh Aileen.


“Jadi, sebenarnya Archie dan Claire sudah dekat sejak duduk di bangku SMA tapi mereka tidak berpacaran mereka hanya saling melindungi dan memperhatikan satu sama lain.


“Hingga akhirnya saat mereka kuliah, mereka berdua berpacaran dan menjadi pasangan terfenomenal di kampus, mereka benar-benar sangat cocok dan saling mencintai satu sama lain hingga kejadian miris yang terjadi dua tahun yang lalu.” Ucap Dennis.


“Kejadian apa memangnya kak?” tanya Aileen yang pura-pura tidak mengetahui apapun.


“Dua tahu lalu, aku juga tidak tahu Claire dan temannya mau pergi ke mana, pokoknya mereka berdua mengalami kecelakaan tragis, temannya di temukan tidak bernyawa di tempat itu sedangkan Claire menghilang entah kemana, sampai saat ini Archie masih percaya bahwa Caire masih hidup di suatu tempat.” Jelas Dennis.


“Aku dan Fiki bahkan masih di sibukkan dengan tugas untuk mencari keberadaan Claire sampai detik ini.” lanjutnya.


“Wah, jadi om Archie benar-benar mencintai kak Claire ya kak!” ucap Aileen sambil menganggukkan kepalanya.


“Sudahlah, ayo sebaiknya kita kembali karena kita keluar sudah terlalu lama.” Ajak Dennis yang di balas anggukan oleh Aileen.


“Akan susah membuatnya menyukaiku kalau dia masih terbayang dengan masa lalunya! Sudahlah lebih baik aku menikmati hidupku saja bermain dengan teman-temanku sebelum lulus.” Gumam Aileen di dalam hatinya.


Saat Aileen kembali ke dalam ruangan Archie, dia melihat Archie yang sedang membuka buku pelajarannya yang ingin dia pelajari, Aileen segera menghampiri Archie dan duduk di sebelahnya sambil melihat buku yang di baca oleh Archie.


“Apa mas Archie sedang mempelajari buku pelajaranku? Bukankah kata mommy kak Archie orang cerdas?” tanya Aileen.


“Lalu kamu fikir orang cerdas tidak butuh me refresh otaknya? Sudah bertahun-tahun aku tidak mempelajari hal ini tentu saja aku harus membacanya dulu sebentar!” ketus Archie.

__ADS_1


“Ya,ya,ya,, terus sekarang sudah apa belum?” tanya Aileen dengan malas.


“Sudah, ayo kita mulai belajar agar kamu tidak berbicara terus!” ketus Archie yang langsung mencoba untuk mengajari Aileen dengan serius.


Setelah hampir setengah jam Archie mengajari Aileen, tidak ada materi yang di tangkap olehnya sama sekali hingga membuat Archie kesal dengannya.


“Kamu ini kelewat bodoh ya!? aku sudah berapa kali memberitahu caranya kepadamu tapi kenapa kamu tidak mengerti juga hah! sudah setengah jam kita hanya mempelajari satu mata pelajaran, sedangkan kamu memiliki 3 mata pelajaran yang belum kamu pelajari!” bentak Archie yang sudah tidak bisa menahan kekesalannya.


“Aish! Kamu fikir aku juga mau belajar selama ini!? Aku ini selalu cepat jika belajar sesuatu, tapi karena orang yang mengajariku tidak benar makanya aku tidak mengerti sama sekali!” ketus Aileen sambil mengacak-acak buku yang ada di hadapannya.


“Kamu ini bukannya sadar diri malah balik marahin aku? Kamu ini mau di ajarin apa engga sih hah!” bentak Archie.


“Biasa aja kalo ngomong ga usah pake urat!” ketus Aileen.


“Emang bakso pake urat hah!” balas Archie.


“Kalo bakso enak, kalo mas Archie kecut!”


“Iya maaf mas, ayolah bantu aku belajar yang benar, aku benar-benar ingin mendapatkan nilai bagus agar bisa aku pamerkan kepada orang tuaku dan juga adikku!” rengek Aileen.


“Maka dari itu seriuslah belajar!” ketus Archie yang berdiri tiba-tiba lalu berjalan menuju ke arah mejanya dan mengambil berlembar-lembar kertas.


“Apa itu?” tanya Aileen yang baru saja menerima tumpukan kertas yang di berikan oleh Archie.


“Apa kamu tidak bisa membaca! Itu adalah latihan soal, kerjakan tanpa melihat buku atau mbah google! Berapapun nilaimu saat mengerjakan soal itu berarti kamu akan mendapatkan nilai yang sama saat ujian nanti!” jelas Archie yang berjalan mau meninggalkan ruangannya.


“Loh terus mas Archie mau kemana?”


“Aku mau keluar dulu ke ruangan Fiki, aku tidak mungkin menunggumu mengerjakan soal di sini!” ketus Archie.


“Ingatlah, walaupun ada buku di hadapanmu aku harap kamu bisa bertanggung jawab untuk tidak melihatnya dan bisa mempercayai kemampuanmu sendiri.” Lanjutnya.

__ADS_1


Setelah memberi peringatan kepada Aileen, Archie membawa laptopnya terlebih dahulu lalu meninggalkannya sendirian di dalam ruangannya dengan maksud untuk membiarkan Aileen berkonsentrasi.


Archie masuk ke dalam ruangan Fiki dan membuat Fiki terkejut melihatnya.


“Kamu sedang apa di ruanganku Arch? Tumben sekali biasanya kamu yang menyuruhku ke ruanganmu.” Ucap Fiki yang terkejut melihat atasannya masuk ke dalam ruangannya.


“Aku memberikan Aileen soal ujian dan aku ingin membiarkan Aileen untuk berkonsentrasi di ruanganku.” Jelas Archie.


“Istri kecilmu itu tidak akan bisa konsentrasi Arch! Dia justru akan menggila jika tidak ada dirimu!” ucap Fiki sambil tertawa.


“Justru itu aku ingin memantaunya lewat CCTV, aku ingin tahu dia bisa bertanggung jawab dengan amanah yang aku berikan atau tidak.” Ucap Archie sambil mengeluarkan laptop miliknya dan membuka aplikasi CCTV di dalamnya.


Setelah aplikasi CCTV itu terbuka, terlihatlah Aileen yang sedang duduk menatap soalnya di dalam ruangan Archie.


“Lihatlah dia hanya garuk-garuk kepala saja! hahaha, aku yakin sekali kalau anak kecil menyebalkan itu sedang kebingungan untuk mengerjakan soal yang kamu berikan..” ucap Fiki.


“Diamlah! Aku hanya penasaran saja, mommyku mengatakan kalau Aileen adalah anak yang cerdas dan cepat tanggap, tapi aku dari tadi sudah menjelaskan kepadanya beberapa kali tapi dia tetap tidak mengerti juga.” Ucap Archie yang masih fokus dengan layar laptopnya.


Sedangkan di dalam ruangan Archie, Aileen menatap soal yang di berikan oleh Archie dengan teliti.


“Huh, emangnya dia peramal apa? Memangnya soal ini soal ujianku sampai dia bicara seperti itu? Ini sih cukup mudah untukku sebenarnya!” gumam Aileen yang segera memulai bergulat dengan pulpen yang ada di tangannya.


“Tunggu! Tapi kalau aku mengerjakan soal ini dengan benar, nanti mas Archie akan mengetahui kalau aku hanya mengerjainya saja, bagaimana ini?” gumam Aileen sambil berfikir keras.


“Bodo amatlah! Aku tidak perduli, aku hanya ingin mengerjakan sesuai kemampuanku saja!” ucap Aileen yang langsung menyelesaikan semua soal yang di berikan oleh Archie lalu merebahkan tubuhnya di sofa empuk yang ada di ruangan Archie.


Archie yang melihat Aileen tertidur sangat kesal karena tidak melihat keseriusan di dirinya, sedangkan Fiki hanya menahan tawanya melihat kelakuan istri atasan sekaligus sahabatnya itu.


“Hahaha, lihatlah sekarang dia tertidur! Wah Arch, aku yakin kedepannya kamu akan di buat kewalahan dengan sifatnya itu..” Fiki tertawa terbahak-bahak setelah berusaha menahan tawanya sebisa mungkin.


“Diamlah! Aku akan memberi hukuman kepadanya!” ucap Archie yang segera berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke ruangannya.

__ADS_1


“Aileen!!!” teriak Archie hingga membuat Aileen yang belum tertidur itu lompat karena terkejut.


__ADS_2