AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 56


__ADS_3

Pagi harinya, Aileen merasakan ada tangan besar yang melingkar di perutnya, Aileen tau betul tangan siapa itu karena semalam akhirnya Aileen membukakan pintu kamarnya dan membiarkan Archie tidur di kamarnya.


“Mas, bangun tangan kamu berat.” Ucap Aileen sambil menggoyangkan tubuh Archie.


“Hmm sebentar lagi ya aku masih ngantuk..” ucap Archie.


“Aku harus segera ke kampus mas.”


“Kamu mau ke kampus apa ketemu sama kekasihmu?” tanya Archie dengan ketus.


Aileen yang mendengar ucapan Archie langsung menepis lengan Archie yang ada di perutnya dengan kasar lalu segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Archie hanya melihat Aileen yang berjalan ke kamar mandi dengan senyum terpaksanya, rasanya sakit saat melihat Aileen bersikap acuh tak acuh seperti itu, padahal akhir-akhir ini dia merasa hubungannya sudah semakin


membaik namun sikap Aileen masih saja berubah-ubah.


Archie memutuskan untuk menunggu Aileen selesai mandi untuk berbicara dengannya.  Sampai akhirnya Aileen


keluar dengan memakai baju handuknya.


“Bisakah kita bicara?” tanya Archie saat Aileen berjalan melewatinya.


Aileen segera menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Archie yang sedang melihatnya dengan wajah serius.


“Ada apa? Kita bicara nanti aja, aku mau pakai baju dulu.” Ucap Aileen.


Akhirnya Archie menganggukkan kepala dan membiarkan Aileen untuk memakai pakaiannya lebih dulu, setelah itu Aileen yang sudah rapih dengan pakaiannya segera menghampiri Archie yang sedang duduk di sofa yang ada di


dalam kamar.


“Ada apa?” tanya Aileen.


“Leen, bisakah kamu meninggalkan kekasihmu?” tanya Archie yang membuat Aileen terkejut mendengarnya.


“A-apa? Kenapa tiba-tiba bilang kayak gitu?”


“Ya aku cuma mau tanya aja.”


“Sekarang aku tanya balik, kamu mau meninggalkan istri keduamu?” tanya Aileen.


“Aku mau, dan memang aku sedang mengurus tentang surat perceraianku dengannya.” Jelas Archie.


“A-apa?!”

__ADS_1


Aileen terkejut dengan ucapan Archie yang terlihat tidak main-main itu, dia kira selama ini Archie tidak akan pernah menceraikan Claire namun sekarang dia dengan yakin mengatakan kalau dia sedang mengurus surat perceraian.


“Kamu serius? Claire sedang mengandung! Mana bisa kamu meninggalkannya di saat seperti ini!” ucap Aileen.


“Anak yang dia kandung bukanlah anakku!” tegas Archie yang membuat Aileen terkejut untuk ke sekian kalinya.


“Apa kamu bilang? Anak yang dia kandung bukan anakmu? Sedangkan kamu dan dia pernah tidur bersama!”


“Aku tidak pernah tidur dengannya! Pertama kalinya aku tidur bersama seorang wanita adalah dirimu, hanya dirimu Aileen!” tegas Archie.


Aileen tidak bisa berkata-kata lagi, dia juga bingung bagaimana bisa Archie mengatakan hal itu di saat seperti ini.


“Jadi aku mohon Aileen, aku mohon bertahanlah sebentar lagi karena aku benar-benar mau memiliki keluarga yang utuh bersamamu.” Ucap Archie dengan wajah yang putus asa.


“Aku tau Aileen, aku tau walaupun kita tidur bersama tapi hati kamu bukan buat aku, isi di fikiran kamu bukan aku.” Lanjut Archie.


“Ya kalo udah tau kenapa masih ngomongin ini mas, inget kita cuma dua tahun menikah mas.”


“Itu kenapa aku mohon sama kamu biar kamu mau melepas kekasihmu dan jalanin rumah tangga bareng aku, aku akan membuat kamu jatuh cinta sama aku.”


“Ga bisa mas aku ga bisa.”


“Ya kenapa emang?”


Archie terkejut mendengar ucapan Aileen, lalu seketika wajahnya berubah menjadi senyuman lebar yang membuat Aileen mengerutkan keningnya.


“Bagus dong! Dengan adanya anak ini akan membuat hubungan kita menjadi lebih dekat.” Ucap Archie.


“Tapi aku ga tau anak siapa ini!” ucap Aileen.


“Apa? Apa maksudnya? Aileen bilang padaku apa maksud dari ucapanmu! Anak siapa yang kamu kandung!” teriak Archie.


“Aku ga tau! Malam pertamaku memang sama kamu mas, tapi setelah itu aku juga tidur dengan Raka jadi aku mohon jangan terlalu berharap kepadaku!” ucap Aileen.


Archie sudah tidak bisa menahan amarahnya, dia langsung melempar semua barang yang ada di sana dan memecahkan beberapa barang Aileen yang ada di atas meja riasnya hingga membuat Aileen terkejut dan ketakutan.


“mas,, jangan seperti ini mas,, maafkan aku.” Ucap Aileen dengan perlahan membujuk suaminya.


“Diam!!! Pergi kamu! Pergi!” teriak Archie.


Aileen yang ketakutan segera pergi keluar kamar dan memanggil bi Ijah di bawah.


“Bi! Bibi!” teriak Aileen sambil berlari ke bawah.

__ADS_1


“Eh non Aileen pelan-pelan nanti jatuh bahaya.” Ucap bi Ijah.


“Bi,, hikss.. hikss tolong bi mas Archie..” ucap Aileen sambil menangis.


“Tuan? Tuan kenapa non, kenapa non Aileen menangis?” tanya bi Ijah yang ikut merasa panik.


“Tolong bi, ayo ke kamar tolong.”


Dengan segera bi Ijah dan Aileen segera berlari menuju kamar Aileen dan Archie dan melihat Archie yang sedang duduk di pojok kamar dengan keadaan kamar yang sudah berantakan.


“Yaampun ini ada apa tuan? Tuan Archie kenapa?” tanya bi Ijah yang mulai mendekati majikannya itu.


“Hikss,, hikss,, bi..” ucap Archie yang dengan suara tidak jelas karena menangis.


Claire yang sejak tadi mendengar suara berisik segera keluar dari kamar dan melihat Aileen yang sedang menangis di depan kamarnya sambil melihat ke dalam kamar.


Claire tau kalau ada sesuatu yang terjadi kepada Archie, Claire segera berlari menuju kamar Aileen dan mendorong Aileen begitu saja agar bisa masuk ke dalam kamarnya.


“Yaampun, ini ada apa?” tanya Claire yang melihat kamar Aileen sudah berantakan.


Claire semakin terkejut saat melihat Archie yang sedang menangis di pojokan dengan bi Ijah yang mencoba untuk menenangkannya.


“Archie? Arch, kamu kenapa?” tanya Claire.


“Claire, ayo kita bercerai.” Ucap Archie dengan tatapan kosong ke depan.


Aileen, Claire dan bi Ijah terkejut mendengar ucapan Archie yang secara tiba-tiba itu.


“Apa?! Apa maksud ucapanmu Archie! Kita baik-baik saja selama ini!” teriak Claire.


“Aku sudah tau kalau anak yang kamu kandung bukanlah anakku Claire, kamu hanya menginginkan hartaku saja kan? Kamu tenang saja, aku juga akan memberikanmu sebuah rumah sebagai kompensasi untukmu.” Ucap Archie.


“Apa!?” ucap Claire yang terkejut mendengar ucapan Archie yang ternyata selama ini Archie sudah mengetahui rencananya.


“Bagaiamana..” ucap Claire.


“Tolong, segera kemasi barang-barangmu dan keluar dari rumah ini sebelum aku kesal.” Ucap Archie dengan dingin.


Claire yang mendengar ucapan Archie yang dingin seperti itu justru membuat Claire takut dan segera melakukan apa yang di suruh oleh Archie tanpa mengatakan apapun lagi.


Aileen menyesal sudah mengatakan hal itu kepada Archie, dia merasa bersalah sudah membuat Archie menjadi tidak karuan seperti ini.


Archie mengeluarkan hp dari kantong celananya dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


“Halo Fiki, sekarang juga aku mau kamu mengurus surat perceraianku dengan Claire dan segera kirim ke rumahku, aku juga tidak bisa ke perusahaan hari ini jadi tolong minta Denise untuk mengatur ulang jadwalku.” Ucap Archie yang langsung mematikan telfonnya tanpa mengatakan panjang lebar.


__ADS_2