
Keesokan harinya, Aileen sudah siap untuk berangkat ke kampusnya.. Hari itu Aileen membawa banyak sekali barang karena mau menitipkan Almeera di rumah mertuanya setelah mendapatkan ijin dari Rahina yang hari itu
sudah kembali ke rumah karena Arlo harus sekolah.
“Ciye yang mau di jemput sama ayang..” goda Brenda yang saat itu sedang bersantai karena tidak ada jam kuliah.
“Hemm, harusnya kamu bersyukur karena sekarang kamu ga akan di titipin Almeera lagi kalo aku kuliah.” Ucap Aileen.
“Aku malah seneng kalo tiap hari Almeera di titipin ke aku Leen..” ucap Brenda.
“Tapi aku yang ga seneng, nanti kamu ga bisa nyari pacar kalo terus aku titipin Almeera.” Balas Aileen sambil menjulurkan lidahnya mengejek Brenda.
“Dasar menyebalkan! Aku akan membalasmu nanti!” teriak Brenda.
Sedangkan Aileen hanya tertawa setelah berhasil membuat sahabatnya kesal, setelah itu dia segera menggendong Almeera dan tas kuliahnya, Aileen kesulitan membawa tas Almeera dan dengan sigap Brenda yang melihatnya
segera membantu Aileen membawa tas Almeera.
“Sini aku bantuin bawa sampe ke mobil kak Archie.” Ucap Brenda.
“Begitu kek dari tadi Bren yaampun pekanya telat amat sih..” ucap Aileen.
“Dih, masih untuk di bantuin lu!” ketus Brenda yang kembali membuat Aileen tertawa.
“Ketawa aja terus Leen, seneng emang kalo di suruh ngeledekin temennya.” Ucap Brenda.
“Hahaha, iya iya sorry ya beib mwah…” ucap Aileen.
Brenda hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sahabatnya itu, entah bagaimana mereka berdua bisa berteman selama itu, bahkan sampai Aileen memiliki anak sendiri sekarang.
“Aku akan kesepian setelah kamu pindah nanti Leen.” Ucap Brenda tiba-tiba saat mereka sudah berada di dalam lift.
“Hah? Kenapa jadi mellow begini sih Bren… Aku jadi ga tega ninggalin kamu nanti..” ucap Aileen.
“Kapan kamu pindah ke rumah kak Archie?”
“Entahlah, mungkin lusa… Kamu masih mau di sini apa aku carikan apartment di dekat kampus? Jadi enak kamu tidak perlu bangun terlalu pagi.” Ucap Aileen.
“Mungkin aku akan kembali ke kosanku yang dulu Leen.” Jawab Brenda.
“Jangan kembali ke sana, tempatnya sempit Brenda… Lagian kan kamu sendiri yang bilang kalo teman kos kamu ga ada yang baik.” Ucap Aileen.
__ADS_1
“Nanti aku akan carikan apartment untukmu, kamu ga perlu memikirkan biayanya karena mas Archie yang akan membelikannya untukmu, dia bilang itu sebagai tanda terimakasihnya karena selama ini kamu sudah menemaniku
dan membantuku mengurus Almeera.” Lanjut Aileen.
“Cih! Apa suamimu tau kalau makanmu banyak sekali?” tanya Brenda.
“Kamu ini selalu begini, aku lagi serius kamu malah bercanda, giliran aku bercanda kamu serius.” ucap Aileen dengan kesal.
Ting!! Sampai tanpa sadar mereka berdua sudah sampai di lantai bawah dan mereka berdua pun berjalan keluar dari lift setelah pintu lift terbuka.
Drrtt,, drrtt hp Aileen berdering tiba-tiba dan dengan segera Aileen mengangkatnya saat melihat nama Archie di sana.
“Halo mas Archie?” ucap Aileen.
“Halo Leen, aku sudah di depan pintu masuk.”
“Baiklah tunggu aku juga sudah keluar dari lift.”
Aileen segera mematikan telfon dari suaminya setelah mendengar kalau Archie sudah berada di depan gedung.
“Kak Archie udah di depan?” tanya Brenda.
“Iya, dia sudah menunggu di depan pintu masuk.” Jawab Aileen.
“Sayang!!” teriak Archie sambil melambaikan tangannya.
“Hai mas..” balas Aileen yang langsung berlari menghampiri Archie.
“Haduhh,, kuatkan mataku karena melihat hal yang tidak bisa aku lihat..” gumam Brenda sambil menggelengkan kepala dan berjalan pelan mengikuti Aileen.
Archie segera memeluk Aileen yang sedang menggendong Almeera dan menciumi kening dua wanita kesayangannya.
“Hai kak Archie.” Sapa Brenda kepada Archie.
“Hai Bren, ini tas Almeera ya? Sini biar aku bawakan.” Ucap Archie yang langsung mengambil tas yang ada di tangan Brenda.
“Kalian berdua hati-hati ya, kak Archie titip Aileen dan Almeera ya.. Kalau ada apa-apa aku tidak akan memaafkanmu!” ucap Brenda.
“Tenang aja, aku akan menjaga mereka walaupun nyawa taruhannya.” Ucap Archie dengan tegas.
“Baguslah kalau begitu aku kembali ke atas dulu ya,, hati-hati kalian..” ucap Brenda.
__ADS_1
“Kamu hati-hati di apart, jangan asal bukain pintu ke orang! Kalau ada apa-apa segera kabarin aku.” Ucap Aileen.
“Siap bu bos jangan bawel deh, aku bisa jaga diri kok tenang aja oke?” ucap Brenda dengan tegas.
“Ayo kita berangkat sayang, nanti kamu terlambat.” Ajak Archie.
“Iya, kalo gitu aku berangkat dulu ya Bren,, kabari aku kalau ada apa-apa, nanti aku akan memesan makanan untuk makan siangmu.” Ucap Aileen.
“Ga usah ah, kemarin kan kita udah beli barang belanjaan banyak jadi aku bisa masak nanti.” Ucap Brenda.
“Baiklah kalau begitu, jangan membuat rumah berantakan ya hehehe..” ejek Aileen.
“Berisik! Udah ah sono berangkat.. Kak tolong bawa dia masuk ga akan beres terus ngobrol sama dia.” Ucap Brenda.
Archie hanya bisa menganggukkan kepalanya lalu menyuruh sang istri masuk ke dalam mobil bersama Almeera.
Setelah berpamitan kepada Brenda, Archie segera menyetir mobilnya menuju rumah orang tuanya lebih dulu untuk menitipkan Almeera.
“Ayo turun sayang..” ucap Archie saat mereka sudah sampai di rumah orang tua Archie.
Di depan rumah sudah ada Hamish, Yasmine dan Adeline yang menunggu kedatangan Aileen dan Almeera.
“Loh, dad, mom, kak Adel, kenapa kalian ada di luar?” tanya Aileen.
“Kami menunggu kamu dan Almeera..” jawab Adeline.
“Yaampun kenapa kalian repot-repot menunggu di luar?” tanya Aileen.
“Daddy belum melihat cucu daddy, makanya daddy tidak sabar menunggu kedatangan cucu daddy.” Ucap Hamish yang langsung mendekati Almeera yang sedang di gendong Aileen.
“Apa kabar dad.. Maaf karena sudah membuat daddy dan yang lain kesulitan.” Sapa Aileen.
“Tidak apa Leen, daddy tau kenapa kamu melakukan hal ini dan daddy bisa memakluminya, tapi lain kali kamu harus menceritakan semuanya kepada kami.” Ucap Hamish.
“Iya dad..” balas Aileen.
“Uluhh, uluhh, cucu grandpa cantik sekali… Almeera sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi tuan putri di rumah ini dan kami akan mengenalkan kamu kepada semua orang yang ada di sini.” Ucap Hamish sambil menggendong Almeera.
“Ayo masuk ke dalam Leen.” Ajak Yasmine.
“Aileen mau kuliah mom, Aileen titip Almeera ga apa-apa kan?” tanya Aileen.
__ADS_1
“Ga apa-apa dong… Kami akan menjaga Almeera berhari-hari juga ga masalah!” sahut Adeline.
Aileen tersenyum melihat semua keluarga suaminya sangat menyukai dan menyayangi anaknya. Rasanya Aileen menyesal karena dulu dia pergi meninggalkan Archie hanya karena sebuah ancaman.