AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 79


__ADS_3

Brenda yang berada di apartment sendirian sedang menonton tv sambil memakan camilan yang memang selalu di sediakan di apartment mereka.


Namun saat sedang asik menikmati waktu santainya, tiba-tiba saja hp Brenda berbunyi dan melihat nama Bob di layar hpnya.


“Hmm…” ucap Brenda saat mengangkat telfon dari Bob.


“Lagi apa Bren?” tanya Bob.


“Lagi santai lah!” Ketus Brenda.


“Kan lu pasti ngajak ribut Bren, padahal kan gue ngomong baik-baik tapi jawaban lu ketus banget.” Ucap Bob.


“Ya habisnya ga biasanya aja lu telfon nanya gue lagi apa, ada apaan sih? Kesambet lu?” tanya Brenda kembali.


“Gue ini maksudnya baik tau, Aileen ngabarin gue kalo lu sendirian di apartment dan gue mau ngajak lu keluar, eh lu malah ngajak ribut!” jelas Bob.


“Ya sorry, ga biasanya aja lu.” Ucap Brenda.


“Yaudah lu mau gue ajak keluar kaga?” tanya Bob kembali.


Baru saja Brenda mau menjawab pertanyaan Bob, tiba-tiba bel pintu apartmentnya berbunyi dan membuat Brenda mengerutkan keningnya.


“Bob, lo udah di depan ga bilang-bilang ya?” tanya Brenda.


“Hah? Apaan sih Bren, gue kerajinan amat jam segini udah di sana, lo kan kalo dandan lamanya naujubilah!” jawab Bob.


“Lah terus siapa yang dateng ke apartment jam segini?” tanya Brenda.


“Lah mana gue tau! Lo pesen makanan atau paket kali.”


“Engga ah, masa iya Aileen jadi pesenin gue makanan sih? Bentar dulu gue mau buka pintu dulu.” Ucap Brenda.


“Jangan di matiin telfon gue, kalo ada apa-apa gue bisa langsung nyamperin lo.” Tegas Bob.


“Hmm..” jawab Brenda yang langsung memasukkan hpnya di dalam saku hoodie nya.


Brenda berjalan perlahan mendekati pintu apartment dan langsung mengintip ke luar pintu, namun dia tidak bisa melihat apapun di luar, dan akhirnya Brenda memutuskan untuk membuka pintu untuk memastikan siapa yang tadi


menekan bel pintu.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saat Brenda sudah membuka pintu apartmentnya, betapa terkejutnya dia saat ada seseorang yang tidak terlihat wajahnya karena dia memakai masker dan pakaian serba hitam.


Brenda yang merasa ketakutan berjalan mundur secara perlahan, namun sayang saat dia mau menutup pintu, orang tersebut sudah membekap Brenda menggunakan sapu tangan.


“Tolo… hmmpphh… hmmpphh..” suara Brenda tidak jelas karena tertutup sapu tangan.


Bob yang mendengar kalau Brenda sedang tidak baik-baik saja langsung khawatir dan terus memanggil Brenda.


Untung saja Brenda tidak memasang mode loud speaker saat itu jadi penculik tersebut tidak mendengar suara Bob yang terus memanggil Brenda.


Brenda yang awalnya terus berusaha mengeluarkan suara tiba-tiba saja diam karena ternyata di sapu tangan tersebut ada obat bius yang membuat Brenda tidak sadarkan diri.


Sedangkan Bob yang tau kalau temannya sedang berada dalam bahaya segera menghubungi polisi, tak lupa Bob juga menghubungi Raka dan Aileen untuk memberitahu kejadian yang menimpa Brenda.


***


Di dalam mobil, Aileen dan Archie baru jalan menuju universitasnya yang tidak begitu jauh dari rumah keluarga Archie.


“Almeera ga akan merepotkan mom, dad dan kak Adel kan mas?” tanya Aileen.


“Yaampun sayang, ga akan kok, mereka sangat menyukai Almeera dan aku yakin suasana rumah sekarang sangat ramai dan di penuhi tawa karena kehadiran Almeera.” Jawab Archie.


“Benarkah? Syukurlah kalau mereka menyukai Almeera.” Ucap Aileen sambil tersenyum dan melihat ke luar jendela.


“Hm? Sesuatu apa mas?” tanya Aileen.


“Anu…” belum saja Archie menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba hp Aileen berbunyi dan membuat keduanya sedikit terkejut.


“Huh! Siapa sih yang telfon di saat penting begini, ganggu aja deh!” ketus Archie.


“Sabar mas jangan emosi..” ucap Aileen menenangkan.


Aileen melihat layar hpnya dan langsung mengerutkan keningnya melihat nama Bob lama terpampang di layar hpnya.


“Siapa yang nelfon? Kamu kok kayak kaget begitu?” tanya Archie.


“Ah bukan kaget kok, heran aja soalnya Bob ga pernah telfon pake nomer lamanya, setauku hpnya udah dia taruh di tempat barang-barang lamanya.” Jelas Aileen.


“Kenapa dia menelfon?”

__ADS_1


“Aku juga ga tau mas, padahal tadi aku udah nyuruh dia ngajak Brenda keluar tapi kenapa dia nelfon aku? Pasti mereka ribut lagi deh.” Ucap Aileen.


“Jangan bilang kamu mau jadi mak comblang buat mereka? Kamu ini kayak jembatan penyebrangan di antara mereka tau.” Ucap Archie.


“Ya emangnya kenapa? Namanya usaha ga ada salahnya kan? Udah ah aku angkat dulu takut penting.” Ucap Aileen yang langsung mengangkat telfon dari Bob.


“Halo Bob, ada apa?” tanya Aileen.


“Kamu di mana Aileen?!” tanya Bob dengan suara yang ketakutan, lebih tepatnya khawatir.


“Aku kan kuliah, kamu kan udah aku kasih tau Bob… Kenapa sih? Kamu juga telfon aku pake hp lama, kamu berantem lagi sama Brenda?” tanya Aileen.


“Bukan gitu Leen! Gawat Leen, Brenda!”


“Hah? Ngomong yang jelas deh! Brenda kenapa!?” tanya Aileen.


Aileen benar-benar tidak sabar mendengar Bob yang tergagap saat memberikan informasi kepadanya, apa lagi saat itu jelas sekali Aileen mendengar Bob menyebut nama Brenda.


“Brenda di culik!” ucap Bob.


Aileen yang mendengar ucapan Bob langsung terkejut dan tanpa sengaja menjatuhkan hpnya, begitu juga dengan Archie yang ikut mendengar karena Aileen memasang mode speaker di hpnya, Archie langsung menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.


Dengan segera Archie langsung merampas hp Aileen dan berbicara dengan Bob.


“Bob, apa kamu serius? tadi Brenda baik-baik saja, jangan bercanda ga lucu!” ketus Archie.


“Kak Archie? Aku serius kak, tadi aku lagi telfon Brenda untuk mengajaknya keluar dan tiba-tiba ada seseorang yang menekan bel pintu katanya, terus Brenda membukakan pintu tapi aku menyuruh dia untuk tidak mematikan telfon agar aku bisa mendengar.”


“Terus tiba-tiba Brenda berteriak tapi seperti tertahan, kayaknya orang itu membekap Brenda.. Aku sengaja telfon pake hp lama karena aku ga mau memutus sambungan telfonku dengan Brenda.” Jelas Bob.


Setelah mendengar penjelasan Bob dan mendengar kekhawatiran Bob yang terlihat serius, Archie yakin kalau Brenda memang di culik dan kemungkinan besar penculiknya adalah orang yang sudah meneror Aileen selama ini.


“Baiklah kalau begitu, aku dan Aileen akan kembali ke apartment, kamu segera ke apartment! Kita berkumpul di sana untuk melihat cctv.” Ucap Archie yang langsung mematikan telfonnya.


Archie menoleh ke arah Aileen dan melihat Aileen yang melamun sambil meneteskan air mata, Archie tau betul kalau Aileen sedang mengkhawatirkan keadaan sahabatnya. Archie segera menggenggam tangan Aileen untuk memberikan dukungan kepadanya.


“Jangan sedih, kamu harus tetap semangat untuk menemukan sahabatmu.” Ucap Archie.


Mendengar ucapan itu dari mulut Archie, Aileen segera menoleh dan mengangguk perlahan setuju dengan ucapan suaminya.

__ADS_1


Setelah melihat istrinya sudah tidak melamun lagi, Archie segera menginjak pedal gas dan berbalik arah menuju ke apartment Aileen.


Sedangkan Aileen hanya bisa berdoa di sepanjang perjalanan agar sahabatnya bisa segera di temukan dalam kondisi yang baik-baik saja tanpa terluka sedikitpun.


__ADS_2