
"Dan kamu, bisakah kamu ceritakan apa yang sebenarnya sedang terjadi kepadamu? Kenapa kamu bisa berada di tempat seperti ini?" Tanya Archie yang membuat Claire terdiam sesaat...
"Aku juga tidak ingat apa yang terjadi padaku, intinya aku tau kalau aku di tolong oleh seorang nenek yang sangat baik, dia mengurusmu seperti anak sendiri.
Dan ternyata nenek itu memiliki hutang yang sangat banyak, banyak orang bertubuh besar menghampirinya dan saat mereka melihatku, mereka ingin menculikku dan menjadikan aku sandranya.
Nenek itu menyuruhku kabur dan sampailah aku di sini, di tempat yang benar-benar asing bagiku." jelas Claire.
Mendengar hal itu membuat Archie merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Claire dengan benar.
Di sisi lain, Aileen dan Brenda memperhatikan tingkah laku Archie dan Claire sejak tadi. Mereka berdua menatap tidak suka dengan keadaan seperti itu.
"Kamu kenapa kesel gitu Brenda? Harusnya yang kesel tuh aku karena aku istrinya!" ucap Aileen.
"Aku kesal, karena dia sudah selingkuh Leen! Aku ga suka liat laki-laki yang sudah beristri selingkuh!" ketus Brenda.
"Lalu aku? Kamu membenciku juga?" Tanya Aileen.
"Eh, e-engga sih Leen... Cuma kesel aja pas tau kamu pacaran sama Raka." ucap Brenda sambil memamerkan gigi putihnya.
"Sama aja ijah!" ketus Aileen.
"Namaku Brenda bukan ijah tau! Emang kamu ga cemburu liat suami kamu deket sama mantannya!?" Tanya Brenda.
"Engga tuh biasa aja!" balas Aileen.
"Heleh boong!"
"Suami? Suami siapa?" Tanya Raka tiba-tiba membuat keduanya terkejut.
"Raka! Kamu ga bisa ketuk pintu dulu!?" ketus Brenda.
"Bren! Mana ada pintu di sini?" Tanya Raka.
Sedangkan Aileen hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya yang rada lemot itu.
"Suami siapa? Brenda cuma tanya kalo aku punya suami terus suami aku deket lagi sama mantannya aku cemburu ga?" jelas Aileen.
"Ya jelas cemburu lah!" balas Raka.
"Tapi Aileen engga cemburu." sahut Brenda.
"Berarti kamu ga punya hati Leen, namanya suami istri walaupun ga cinta tuh pasti ada ikatan batin yang menjurus ke arah kecemburuan!" ucap Raka.
"Berisik deh Rak! Itulo temen-temenmu udah nungguin." ucap Aileen mengubah topik pembicaraan.
__ADS_1
Raka yang sadar kalau dirinya mau mengambil sesuatu langsung kembali berkumpul dengan teman-temannya.
"Kan, Raka aja ngomong begitu! Berarti kamunya aja yang ga punya hati.." ucap Brenda.
Aileen hanya diam, dia menoleh ke arah Archie dan Claire yang sedang asik berbincang sambil sesekali tertawa bersama.
"Cemburu? Sepertinya tidak mungkin.." gumam Aileen.
Hari semakin malam, waktunya api unggun di mulai, semua orang sudah berkumpul kecuali Archie dan Claire yang merasa kalau hal itu adalah hal yang kekanakan.
"Ayo kak Archie kumpul bareng,, seru tau.." ajak Bob.
"Tidak, ini benar-benar kekanakan Bob, aku di sini saja menemani Claire." ucap Archie.
"Baiklah kalau begitu, aku ke sana dulu ya kak." ucap Bob yang langsung berjalan dan ikut duduk di lingkaran api unggun.
"Kamu ngapain sih ngajak dia!?" ketus Aileen yang ada di sebelah Bob.
"Kenapa? Kan dia suamimu Leen.."
"Udah ah gausah di bahas!" ketus Aileen.
Raka yang juga berada di sebelah Aileen menatap aneh kepada keduanya, dia merasa semenjak pergi menghampiri orang yang bernama Archie sikap Aileen seketika berubah.
"Hei semuanya, sekarang ayo kita main truth or dare." seru Raka dengan suara kencang.
Saat permainan di mulai, botol berhenti berputar tepat di hadapan Raka. Banyak orang yang bertanya apakah Raka serius berkencan dengan Aileen.
"Ya! Aku serius dengan Aileen dan aku yakin perasaanku ini tulus kepada Aileen." tegas Raka yang membuat semua teman-temannya berseru.
Sedangkan Aileen yang terkejut hanya bisa tersenyum terpaksa sambil melirik ke arah Archie yang sedang menatapnya.
Botolpun mulai di putar kembali dan berhenti tepat di hadapan Aileen. Saat Aileen memilih dare tiba-tiba ada yang menyuruh Aileen untuk mencium Raka.
Tentu saja Aileen terkejut mendengarnya, begitu juga dengan Archie, Brenda dan Bob.
Aileen yang awalnya mau menolak tiba-tiba terhenti karena Raka yang langsung mencium bibir Aileen hingga membuatnya mematung.
Melihat hal itu, Archie langsung berdiri dari tempatnya dan langsung menarik Aileen hingga membuat Raka yang masih mencium Aileen terkejut.
"Apa-apaan ini!!" ketus Archie dengan wajah yang emosi.
"Kamu yang apa-apaan! Kenapa kamu narik tangan pacarku hah!?" ketus Raka.
"Berani sekali kamu menciumnya!"
__ADS_1
"Kenapa? Apa masalahnya denganmu? Emang kamu siapanya hah!?"
Mendengar pertanyaan Raka membuat Archie terpaku, dia bingung harus mengatakan apa kepada Raka.
"Aku!?"
"Aku apa hah!? Kamu suka kan sama Aileen makanya kamu cemburu ngeliat aku sama Aileen!?" Tanya Raka kembali.
"Raka sudah diam!" ketus Aileen.
"Kenapa? Kamu juga suka sama laki-laki ini!?" Tanya Raka.
"Apaan sih Rak!"
"Aileen, kita pulang sekarang!" tegas Archie.
"Apa!? Ga bisa seenaknya gitu dong! Dia pacarku dan aku yang berhak mengantarnya pulang!" ketus Raka.
"Kamu berbicara tentang hak!? Aku adalah suaminya! Jadi siapa yang lebih berhak mengantarnya pulang!?" ketus Archie.
Semuanya benar-benar terkejut mendengar ucapan Archie, begitu juga dengan Aileen yang tidak menyangka kalau Archie akan mengakui hubungannya.
Aileen menoleh ke arah Claire yang juga terkejut mendengar pengakuan Archie.
"Hahahaha,,, jangan bercanda om! Aileen tidak akan mau menikah dengan laki-laki tua sepertimu walaupun karena terpaksa!" ucap Raka yang menganggap Archie hanya membual.
"Terserah!" ketus Archie yang langsung membawa Aileen pergi.
Sebelum pergi, Archie berjalan ke arah Claire yang saat itu masih terkejut dengan ucapan Archie.
"Kamu ikut kami saja! Kamu tinggal di rumahku untuk sementara karena orang tuamu sudah pindah ke luar negeri setahun setelah kamu mengalami kecelakaan." jelas Archie.
"Apa aku tidak mengganggu kalian jika ikut?" Tanya Claire.
"Tentu saja tidak! Ayo ikut, aku akan meminta Bob mengantar kita ke mobilku."
"Tapi mobilmu masih mogok kan?" Tanya Claire.
"Saat kalian di antar Bob kemari aku sudah menyuruh orang memperbaikinya jadi pasti sudah selesai." ucap Archie.
Akhirnya Bob mengantar satu per satu dari mereka, pertama Claire, setelah itu Aileen namun tiba-tiba saja Raka menggenggam tangan Aileen.
"Kamu mau pulang? Kamu mau meninggalkan aku di sini Leen?" Tanya Raka.
"Maaf Raka, untuk saat ini aku harus menuruti mas Archie, nanti aku akan menjelaskan semuanya kepadamu dan biarkan aku pergi untuk saat ini." ucap Aileen.
__ADS_1
Akhirnya dengan berat hati Raka mengijinkan Aileen pergi dan meninggalkan dirinya.