
Di dalam kantor polisi, Raka masih di tahan di ruang introgasi dan belum di bawa ke jeruji besi karena pihak kepolisian sudah mendapat telfon dari Archie kalau dia dan Aileen akan datang dan ingin berbicara dengan Raka sebelum dia di bawa ke penjara.
Archie melihat Aileen yang kebingungan saat sudah masuk ke dalam kantor polisi, Aileen terlihat diam di tempatnya sambil menunggu Archie datang menghampirinya.
“Di mana Raka mas?” tanya Aileen saat Archie baru berdiri di sebelahnya.
Archie hanya menghela nafas panjang melihat raut wajah Aileen yang tidak bisa dia nilai.
“Tunggu di sini.” Ucap Archie yang langsung berjalan mendekati petugas polisi yang tadi dia hubungi lebih dulu.
“Ah tuan Archie, anda sudah datang.” Sapa petugas polisi tersebut.
“Terimakasih karena sudah mau menunggu pak.” Ucap Archie.
“Tidak masalah tuan, silahkan ikut saya.” Ajak polisi tersebut sambil berjalan ke ruang introgasi di mana Raka sedang menunggu di sana.
Archie segera mengisyaratkan kepada Aileen untuk mengikutinya, dan dengan segera Aileen berjalan mengikuti Archie di belakangnya.
“Silahkan masuk, saya akan menunggu di luar.” Ucap polisi tersebut.
“saya tidk masuk ke dalam pak, istri saya yang akan masuk karena dia yang memiliki urusan yang belum selesai dengan laki-laki itu.” Ucap Archie.
“Kalau begitu silahkan nona, kalau ada apa-apa anda bisa menekan tombol yang ada di bawah meja.” Jelas polisi tersebut yang di balas anggukan oleh Aileen.
“Kamu ga masuk juga mas?” tanya Aileen kepada Archie.
“Engga, aku percaya kamu kok dan aku juga percaya Raka ga akan melakukan sesuatu kepadamu, setelah beberapa menit aku akan menyusulmu masuk ke dalam.” Ucap Archie yang di balas anggukan oleh Aileen.
Aileen masuk ke dalam ruang introgasi dengan penuh keyakinan, dia benar-benar penasaran dengan alasan Raka yang telah menerornya selama ini.
Melihat Aileen masuk ke dalam ruangan membuat Raka terkejut namun dengan cepat Raka kembali mengatur ekspresi wajahnya agar tidak terlihat.
“Raka..” panggil Aileen yang langsung duduk tepat di hadapan Raka.
Keduanya hanya terpisah oleh meja berukuran sedang, mereka berdua hanya diam sesaat saling menatap satu sama lain mencoba untuk mengerti isi pikiran masing-masing, sampai akhirnya Raka membuka pembicaraan lebih dulu.
“Ada apa kemari?” tanya Raka dengan ketus.
__ADS_1
“Apa kamu benar-benar melakukan hal itu Raka?” tanya Aileen.
“Iya!”
“K-kenapa? Kenapa kamu melakukan hal ini? Bukannya kamu sangat menyayangi Almeera? Bukankah kamu bilang kalo kamu akan menganggap Almeera sebagai anakmu sendiri? Kenapa Raka? Kenapa?” tanya Aileen.
“Apa aku harus memberikan jawaban?” tanya Raka acuh tak acuh.
“Iya! Tentu saja kamu harus memberikan jawaban yang membuatku mengerti! Kenapa kamu melakukan hal ini? Bahkan kamu yang selalu menenangkan aku saat aku ketakutan setelah menerima terror!” teriak Aileen.
Raka sedikit terkejut mendengar ucapan Aileen yang benar-benar terlihat emosi itu, namun dia hanya diam tidak mengatakan apapun.
“Jawab Raka! Aku tau ada seseorang di belakangmu yang menyuruhmu melakukan hal ini bukan? Siapa Raka? Siapa orang yang membuatmu rela melakukan itu kepadaku, kepada Brenda, kepada Bob dan terlebih lagi kepada
Almeera yang selama ini selalu berada di pelukanmu!” teriak Aileen.
Mendengar suara teriakan dari dalam ruangan membuat Archie khawatir dan akhirnya segera menyusul Aileen masuk ke dalam ruangan.
“Aileen, tenanglah sayang jangan emosi.” Ucap Archie sambil merangkul pundak Aileen.
“Bagaimana, bagaimana bisa orang yang berjanji akan menjaga Almeera seperti anaknya sendiri melakukan hal yang membahayakan untuknya mas, bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu kepadaku hikss..” ucap Aileen yang mulai menangis.
“Tunggu sebentar mas..” ucap Aileen yang langsung menatap wajah Raka dengan tatapan mengintimidasi.
“Aku marah, aku kecewa, tentu saja karena orang yang paling aku percaya adalah orang yang menerorku dan mengancam kehidupan orang-orang yang paling aku sayangi, tapi aku yakin kamu masih memiliki rasa tulus kepada Almeera selama ini.” Ucap Aileen.
“Aku tau rasa sayangmu kepada Almeera selama ini sangat tulus.” Lanjutnya.
“Ayo mas kita pulang.” Ajak Aileen yang di balas anggukan oleh Archie.
Archie segera merangkul bahu Aileen keluar dari ruangan dan berniat untuk pulang ke rumah karena semua orang sudah menunggu.
“Pak silahkan bawa dia, kami sudah selesai.” Ucap Archie kepada polisi tersebut.
“Terimakasih untuk waktunya pak.” Ucap Aileen.
“Sama-sama, kalau kalian butuh waktu dengannya lagi segera hubungi aku.” Ucap polisi tersebut.
__ADS_1
Aileen dan Archie hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua segera berjalan keluar dari kantor polisi.
“Bagaimana? Apa kamu sudah merasa lega Aileen?” tanya Adeline dengan lembut kepada iparnya itu.
“Yah begitulah kak, sepertinya dia tidak akan pernah mau bicara kepadaku.” Ucap Aileen.
“Kalau begitu masuklah, lebih baik kita pulang karena Almeera sudah menunggumu.” Ucap Adeline sambil membelai rambut panjang Aileen.
Archie hanya bisa diam melihat interaksi antara istri dan adiknya itu, dia tidak tau apa yang harus di lakukan agar membuat Aileen lebih baik.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke rumah karena sudah tidak ada lagi kepentingan mereka di sana.
Sesampainya di rumah, Aileen melihat Yasmine sedang menggendong Almeera sambil melihat-lihat ikan yang ada di halaman.
“Lihatlah, Almeera sudah menunggumu untuk pulang.” Ucap Adeline yang membuat Aileen memalingkan wajahnya ke arah yang di tunjuk Adeline.
“Ah iya kakak benar, Almeera sedang menungguku.” Ucap Aileen sambil tersenyum tipis.
“Maka dari itu, jangan bersedih di depan putri kita karena dia akan ikut merasakan apa yang kamu rasakan.” Sahut Archie.
“Hmm, kamu benar mas, aku harus tetap kuat dan tersenyum untuk Almeera.” Ucap Aileen.
Archie segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk sang istri, dia segera menggandeng tangan Aileen berjalan mendekati Yasmine dan Almeera.
“Hai, lihatlah Almeera papi dan mami kamu sudah kembali.” Ucap Yasmine sambil mengarahkan wajah Almeera agar melihat ke arah orang tuanya.
“Bagaimana keadaannya? Apa sahabatmu baik-baik saja?” tanya Yasmine kepada Aileen.
“Dia baik-baik saja mom berkat kak Fiki, mas Archie juga sudah menyuruh Bob untuk mengantar Brenda dan kak Fiki.” Jelas Aileen.
“Baguslah kalau begitu, apa kamu mau menggendong Almeera?” tanya Yasmine.
“Tentu saja mom, apa dia menyusahkan mommy dan daddy?” tanya Aileen.
“No, tidak sama sekali, dia sangat pintar dan selalu membuat mom dan dad tertawa dengan tingkah lucunya.” Jawab Yasmine.
“Kenapa mom ga nanya siapa pelakunya?” tanya Aileen.
__ADS_1
“Mom tidak memperdulikan pelakunya sayang, selama sahabatmu baik-baik saja siapapun pelakunya itu urusan polisi yang akah menghukumnya.” Ucap Yasmine dengan tersenyum.
Sebenarnya saat di kantor polisi, Yasmine sudah menghubungi Adeline lebih dulu menanyakan detail kejadian saat itu, Yasmine juga tau kalau pelakunya adalah orang yang sangat Aileen percaya itulah kenapa Yasmine tidak bertanya lebih lanjut karena tidak ingin membuat menantunya bersedih.