
BRAKK!!! Tiba-tiba saja seseorang memukul meja dengan keras hingga membuat semua orang yang ada di café tersebut terkejut dan menoleh ke asal suara.
Aileen dan Raka yang sama-sama terkejut langsung menoleh ke asal suara dan melihat ke arah orang yang berada di belakan Aileen.
“Kak Adel?!” ucap Aileen yang terkejut saat melihat Aileen di belakangnya.
Tidak banyak bicara, Adeline segera menarik tangan Aileen dan membawanya masuk ke dalam mobil lalu segera melajukan mobilnya.
Sedangkan Raka yang masih berdiri di tempatnya hanya bisa mematung tidak melakukan apapun karena terlalu terkejut dengan kejadian tadi.
“Aileen di tarik sama siapa? Tadi itu termasuk penculikan bukan? Apa aku harus menelfon polisi? Ah tapi tadi kan dia seperti mengenalnya berarti bukan penculikan bukan?” gumam Raka yang segera mengeluarkan hp dari dalam sakunya dan mencoba untuk menghubungi Aileen.
Sedangkan Aileen yang sudah berada di dalam mobil Aileen hanya bisa diam tidak mengatakan apapun, dia ketakutan karena terlihat jelas dari wajah Adeline kalau dirinya sedang kesal.
Drrt,, drrtt..
Di tengah-tengah perjalanan, hp Aileen berbunyi, dengan segera Aileen mengambil hpnya yang ada di dalam tasnya lalu melihat nama Raka terpampang di layar hpnya.
Baru saja Aileen mau mengangkatnya, tiba-tiba Adeline merampas hpnya begitu saja dan mematikan telfon dari Raka.
“Kak Adel, kenapa di ambil hpku?” tanya Aileen yang terkejut karena Adeline merebut hpnya.
“Aku ga mau kamu menghubungi laki-laki itu lagi Aileen! Kamu masih berhutang banyak penjelasan kepadaku!” tegas Adeline.
“Kak, kenapa kak Adel melakukan hal ini sih? Kak Adel juga tau kalau mas Archie juga begitu padaku, jadi jangan
salahkan aku kalau aku juga melakukan hal yang sama!” ucap Aileen dengan nada tinggi.
Ciitt!!! Tiba-tiba saja Adeline menginjak pedal rem dengan kencang hingga membuat mobil yang dia kendarai seketika berhenti, untung saja saat itu jalanan sedang sepi jadi hal itu tidak membahayakan orang lain.
“Apa kamu bilang?! Jadi kamu melakukan hal ini karena ingin membalas perbuatan kakakku?” tanya Adeline tidak
menyangka dengan ucapan Aileen.
“Kamu tau Aileen? Kakakku menikah dengan mantannya karena kamu! Dia mengancam jika kakakku tidak bertanggung jawab atas bayinya, dia akan melukaimu dan keluargamu, kakakku yakin kalau anak yang di kandung Claire bukanlah anaknya, tapi dia belum memiliki bukti yang kuat saat itu jadi dia terpaksa menikah dengannya!” jelas Adeline.
“Dan kamu tau? Sejak awal kalian menikah, perasaan kakakku kepadamu sudah mulai tumbuh secara perlahan! Aku dan mom selalu menemanimu, menguatkanmu, menyayangimu agar kamu tidak merasa sendirian dan terasingkan sampai kakakku bisa membuktikan dirinya tidak menghamili Claire dan bisa membongkar semua kejahatan Claire.”
“Tapi saat dirinya sudah memiliki banyak bukti yang kuat, sudah memantapkan hati untuk menyukaimu, tapi malah
__ADS_1
kekecewaan yang dia dapatkan.” Lanjut Adeline.
Mendengar penjelasan Adeline membuat Aileen terdiam, dia benar-benar tidak menyangka jika Archie melakukan
semua itu karena dirinya, dia memang benar-benar sudah salah paham, dia memang istri yang durhaka sudah mengkhianati suaminya tanpa mendengar penjelasannya lebih dulu.
“Aku ga tau kalau mas Archie melakukan hal itu karena aku kak.” Ucap Aileen.
“Sekarang kamu mengandung, apa kakakku tau?” tanya Adeline yang di balas anggukan oleh Aileen.
“Lalu, apa reaksinya?”
“Awalnya dia sangat bahagia kak, tapi saat tau kalau kemungkinan ini adalah anak pacarku, dia langsung histeris
dan tidak karuan.” Jelas Aileen.
Adeline hanya menghela nafas panjang mendengar ucapan Aileen, dia tidak tau harus melakukan apa jika sudah
seperti ini.
“Aku ga bisa ngapa-ngapain lagi Leen, aku juga udah ga bisa bantu kamu untuk membujuk kak Archie karena hatinya sudah hancur.. Dan jika mom dan dad tau tentang hal ini, mungkin mereka akan memulangkanmu ke orang tuamu.” Ucap Adeline.
Orang tua! Ya, Aileen lupa kalau masih ada orang tuanya yang akan sangat kecewa padanya karena sudah menjadi
“Kak aku mohon jangan bilang sama mom dan dad dulu ya, kasih aku waktu bua nyelesein masalah ini dulu sendiri aku mohon..” ucap Aileen memohon.
“Haah… Baiklah kali ini aku akan membiarkanmu untuk menyelesaikan masalahmu sendiri, tapi hanya sebulan waktu yang bisa aku berikan kepadamu, semakin lama perutmu akan semakin membesar dan aku tidak bisa menutupinya lagi.” Ucap Adeline.
“Makasih banyak ya kak, makasih banyak.”
“Hm, masalah kak Archie aku akan membantu untuk menenangkannya… Pilihanmu hanya ada dua, pergi dari hidup kak Archie dan urus anakmu sendiri dengan kekasihmu itu, atau lepaskan anak itu setelah kamu melahirkannya dan tetap jalani kehidupan sebagai istri seorang Archie Barra Hamilton!” tegas Adeline.
Mendengar ucapan Adeline membuat Aileen semakin kebingungan, namun yang jelas untuk saat ini ia harus berusaha mencari cara agar orang tuanya tidak menanggung malu karena kesalahannya.
Adeline kembali melajukan mobilnya sampai ke rumah kakaknya dan menyuruh Aileen untuk menyelesaikan
masalahnya secepatnya.
“Kak, kenapa pulang? Aku masih ada kelas dan mobilku juga masih ada di sana.” Ucap Aileen.
__ADS_1
“Kamu masih memikirkan tentang mobilmu di saat seperti ini? Kamu bisa menghubungi temanmu untuk mengatakan kepada dosenmu kalau kamu sedang tidak enak badan.” Ucap Adeline.
Aileen hanya diam dan akhirnya menganggukkan kepala setelah berfikir kalau apa yang di katakan Adeline memang ada benarnya.
“Baiklah kak kalau begitu aku akan pulang dan berbicara dengan mas Archie.” Ucap Aileen.
“Hm, aku juga akan iku denganmu dan melihat bagaimana keadaan kakakku.” Ucap Adeline.
Akhirnya kedua wanita cantik itu keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam, Aileen merasa jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya, terlebih saat dirinya mengingat jelas bagaimana wajah Archie saat menatapnya.
Adeline melirik ke arah Aileen dan melihat ekspresi wajahnya yang seakan-akan seperti sedang keakutan, bahkan
Adeline bisa melihat jelas tetesan air keringat yang keluar dari kepala Aileen.
“Kamu takut? Baru sekali kan melihat kakakku seperti ini?” tanya Adeline yang di balas anggukan oleh Aileen.
Adeline dan Aileen berpapasan dengan bi Ijah yang kebetulan sedang berjalan dari arah dapur sambil membawa
nampan yang berisi segelas teh hangat.
“Bi..” sapa Adeline.
“Loh non Adel! Yaampun lama ga ketemu makin cantik aja deh sekarang.” Ucap bi Ijah.
“Bibi mau ngasih teh hangat ke kak Archie?” tanya Adeline.
“Iya non, tuan Archie sudah mulai tenang jadi bibi buatin teh hangat deh.” Jawab bi Ijah.
“Bi, biar Aileen aja yang bawa tehnya, sekalian Aileen juga mau ngomong sama mas Archie.” Ucap Aileen.
“Tapi non,, nanti kalau tuan Archie histeris lagi gimana?” tanya bi Ijah.
“Tidak apa bi, aku akan mengawasi mereka, kakakku akan baik-baik saja.” Sambung adeline meyakinkan.
Dengan terpaksa akhirnya bi Ijah memberikan nampan tersebut kepada Aileen dan membiarkan Aileen untuk memberikan teh hangat untuk Archie.
Sedangkan Adeline yang tau kekhawatiran bi Ijah hanya bisa menenangkannya dengan cara mengelus punggung bi
Ijah dengan lembut sambil tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
“Tenanglah bi, semua akan baik-baik saja kok..” ucap Adeline.
“Benarkah itu? Yah semoga saja memang seperti itu non.” Balas bi Ijah.