
"Apa kamu sudah menemukannya!?" Tanya Yasmine kepada anak laki-lakinya.
"Belum mom, hpnya juga tidak bisa di hubungi! Sepertinya aku harus menghubungi temannya tapi aku tidak tau nomer telfonnya." ucap Archie.
"Bagaimana kalau tanya om Gino saja, dia pasti tau nomer teman-temannya Aileen." usul Adeline.
"Iya Adel benar, cepat hubungi Gino, tapi jangan bilang kalau Aileen hilang, bilang saja untuk persiapan kalau ada apa-apa." ucap Yasmine.
"Baiklah mom!"
Archie segera menghubungi Gino untuk menanyakan nomer teman Aileen.
"Halo pa,," ucap Archie saat telfonnya di angkat oleh Gino.
"Archie? Ada apa nak?"
"Bolehkah Archie meminta nomer sahabat Aileen pa? Mungkin suatu saat Archie butuh dan mau menghubungi mereka." ucap Archie dengan gugup.
"Siapa? Aileen hanya memiliki dua sahabat, Brenda dan Bob." ucap Gino.
"Nomer dua dua duanya tidak masalah pa, Archie pasti membutuhkannya suatu saat." ucap Archie.
Akhirnya Gino memberikan nomer dua sahabat Aileen kepada Archie.
Dengan segera Archie menghubungi satu per satu sahabat istrinya itu namun mereka tidak tau di mana Aileen berada, justru mereka juga akan ikut membantu Archie mencari keberadaan Aileen.
"Ini semua pasti karena kak Archie tidak memperlakukan Aileen dengan baik!" ketus Adeline.
"Iya! Pasti kamu yang membuat Aileen pergi, pokoknya mommy mau kamu secepatnya menemukan Aileen!" tegas Yasmine.
Archie frustasi mendengar omelan mommy dan adiknya itu, dia juga merasa bersalah dengan Aileen.
"Aileen sebenarnya kamu dimana? Apa aku terlalu keras padamu?" batin Archie sambil melihat hpnya menunggu kabar dari sahabat Aileen.
Di sisi lain, Aileen dan Raka sudah menyelesaikan makan malam mereka.
"Kita sudah makan malam, hpku mati pasti keluargaku mengkhawatirkanku." ucap Aileen.
"Tidak akan, sekarang masih jam berapa Aileen? Ayolah jam segini masa kamu mau pulang?" ucap Raka.
"Maaf Raka, mungkin kalau aku sudah ijin tidak masalah tapi aku belum ijin kepada keluargaku dan itu adalah masalah yang cukup besar!" ucap Aileen.
Akhirnya Raka mengalah dan memutuskan untuk mengantar Aileen pulang.
__ADS_1
"Ini rumahmu? Bukankah kamu tinggal di daerah yang berlawanan dari sini?" Tanya Raka.
"Ah iya, ini rumah tanteku, mulai beberapa hari yang lalu aku tinggal di sini." jelas Aileen.
Raka turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Aileen.
"Terimakasih Raka."
"Terimakasih untuk apa?"
"Untuk makan malam dan sikap baikmu." ucap Aileen.
Raka hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Aileen.
Archie yang kebetulan melihat Aileen turun bersama laki-laki segera menatap tajam ke arah mereka, saat melihat laki-laki itu pergi barulah Archie menghampiri Aileen dengan perasaan kesalnya.
"Dari mana saja kamu!?" bentak Archie hingga membuat Aileen terkejut.
"Kepo!" ketus Aileen.
"Aku bicara padamu Aileen! Begini caramu bermain dengan laki-laki hah!?"
"Dia temanku!"
"Lalu? Apa urusannya dengan kamu mas?! Bukankah kita sama-sama sepakat untuk tidak mencapuri urusan pribadi masing-masing!?"
"Jadi kamu sudah belajar menjadi istri durhaka ya Aileen!" bentak Archie.
Aileen terkejut mendengar Archie mengatai dirinya istri durhaka.
"Iya aku istri durhaka! Kenapa? Kamu mau apa kalau aku durhaka hah!" teriak Aileen.
Yasmine dan Adeline yang mendengar suara ribut-ribut segera keluar dan mengecek asal suara tersebut.
"Archie! Kenapa kamu memarahi Aileen yang baru pulang!?" Tanya Yasmine.
"Tau sih kak! Nanti dia kabur lagi liat kakak marah-marah!" sambung Adeline.
"Hah! Lihat bukan!? Aku yang tidak tau apa-apa di salahkan karena dirimu yang berkencan dengan kekasihmu tanpa ijin!" bentak Archie yang langsung meninggalkan ketiga wanita itu di depan rumah.
Archie kesal, dia masuk ke dalam kamar dengan perasaan yang kesal, dia membanting pintu kamar dengan keras hingga bisa membuat bangunan rumahnya runtuh kalau tidak di bangun dengan baik.
Sedangkan Aileen yan berada di luar baru menyadari kesalahan yang sudah dia lakukan.
__ADS_1
"Mom, mommy marahin mas Archie?" Tanya Aileen.
"Tentu saja! Karena dia keras padamu makanya kamu pergi tanpa pamit!" sambung Adeline.
"Tapi Aileen pergi dengan teman laki-laki Aileen, Aileen tidak bisa mengabari karena hp Aileen mati! Aileen yang salah di sini, jadi mommy dan kak Adel jangan marahin mas Archie ya.." ucap Aileen.
"Tapi memang semua karena dia! Dia yang sudah membuatmu pergi bersama laki-laki lain!" Ucap Adeline.
"Sudah, lebih baik kamu istirahatlah pasti kamu lelah, jika Archie memarahimu jangan di dengarkan." ucap Yasmine yang di balas anggukan oleh Aileen.
Aileen yang sudah berada di depan pintu kamarnya sedikit ragu untuk membukanya, dia takut melihat wajah mematika Archie.
"Tidak apa Aileen, sekejam-kejamnya dia, dia tidak akan memakanmu." batin Aileen di dalam hatinya.
Akhirnya Aileen memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamarnya, di dalam dia melihat Archie sedang berdiri di balkon sambil menghisap sebatang rokok miliknya.
"Dia merokok? Sejak kapan?" batin Aileen sambil berjalan menghampiri Archie secara perlahan.
"Mas.." panggil Aileen dengan perlahan.
Archie yang mendengar panggilan Aileen hanya diam tidak menyaut, dia masih sangat kesal dengan Aileen yang bersikap seperti anak kecil.
"Mas, maafkan aku... Karena aku kamu di marahin sama mommy dan kak Adeline.." ucap Aileen.
"Mas! Jawab dong, kamu jadi budeg gara-gara di marahin mommy dan kak Adeline ya!?" Tanya Aileen dengan wajah paniknya.
"Kamu gila ya! Aku tidak budeg!" bentak Archie.
"Mas, maafkan aku karena sudah membuatmu di marahin.." ucap Aileen.
"Maaf? Kamu tidak tau marahnya mereka padaku, khawatirnya aku dan teman-temanmu! Semua orang mengkhawatirkan kamu tapi kamu malah keluar dengan laki-laki lain!?" ketus Archie.
"D-dia temanku mas,, tadi saat menunggu taxi dia datang menghampiriku..."
"Sudahlah! Aku tidak perduli, aku tidak ingin berdebat denganmu! Aku juga tidak akan pernah ikut campur dalam masalah pribadimu, karena aku juga akan kembali kepada Claire jika dia berhasil di temukan!" ucap Archie dengan penuh keyakinan.
Mendengar ucapan Archie, hati Aileen hancur, dia memang salah karena keluar tanpa ijin, tapi dia tidak pernah memiliki hubungan dengan Raka, walaupun tidak bisa di pungkiri kalau dirinya mengagumi ketampanan dan kelembutan Raka.
"Ya, kamu benar! Hubungan kita hanya sementara, kamu akan kembali kepada cinta pertamamu, dan aku akan mencari cintaku sendiri!" ucap Aileen yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Aileen menangis di bawah guyuran air yang keluar dari shower kamar mandi. Niat hati untuk menjelaskan malah membuatnya mendengar hal yang menyakitkan.
"Kamu harus kuat Aileen, hubungan ini tidak akan bisa bertahan lama, jadi untuk apa kamu menghabiskan waktu untuk membuatnya jatuh cinta!? Lebih baik kamu mencari cintamu sendiri." batin Aileen di dalam hatinya.
__ADS_1