AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 89


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam, Aileen berpamitan untuk pulang karena Almeera terlihat sudah lelah begitu juga dengan dirinya.


“Kamu beneran ga mau nginep di sini aja?” tanya Yasmine dengan wajah sedihnya.


“Engga dulu ya mom, besok Aileen ke sini lagi kok sama Almeera.” Ucap Aileen menenangkan mertuanya.


“Janji ya, kamu harus membawa Almeera ke sini lagi loh.” Ucap Yasmine.


“Iya mom, besok kan Aileen kuliah, hari ini ada kejadian yang tak terduga sampai Aileen harus bolos.” Ucap Aileen yang tiba-tiba merubah ekspresi wajahnya.


“Jangan sedih lagi, syukurnya tidak ada yang terluka jadi kamu jangan khawatir lagi ya sayang..” ucap Yasmine.


“Bagaimana dengan Brenda? Dia ke apartment?” tanya Adeline.


“Tentu tidak kak, aku menyuruhnya pulang ke rumah orang tuanya agar tenang lebih dulu, aku juga mau ke rumah papa dan mama.” Jawab Aileen.


“Baiklah kalau begitu, kak Archie akan mengantarmu dan Almeera.” Ucap Adeline.


“Aku naik taksi online aja kak, mas Archie juga kan capek habis menolong Brenda.” Ucap Aileen.


“Engga! Aku akan mengantarmu, kita bawa supir saja.” Ucap Archie yang di setujui oleh yang lain.


Aileen segera berpamitan dan masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Archie.


Di sepanjang perjalanan, Archie terus saja menggoda Almeera sampai Almeera tertawa terbahak-bahak bahkan sampai tersedak.


“Yaampun mas, kamu jangan berandain Almeera kayak gitu terus dong, lihat dia tersedak.” Protes Aileen kepada suaminya.


“Dia sangat menggemaskan sayang, kamu lihat dia lucu saat tertawa seperti itu.” Ucap Archie yang masih tertawa melihat kelucuan putrinya.


“Ya, dia memang lucu jika tertawa seperti itu, tapi dia akan menyiksaku tengah malam nanti.” Ucap Aileen.


“Menyiksa? Bagaimana bisa putri kecilku menyiksamu saat dia bahagia seperti ini?” tanya Archie kebingungan.


“Ya, dia akan menangis semalaman setelah tertawa lepas seperti ini mas, apa kamu tidak tau?” tanya Aileen.


“Aku,, maaf aku tidak tau sayang, kamu kan tau sendiri aku tidak pernah berada di sisinya dan melewatkan tumbuh kembangnya.” Ucap Archie yang membuat Aileen tersadar dan merasa bersalah.


“Mas, bukan itu maksudku.. Maaf karena sudah membuatmu bersedih, tapi semua anak kecil memang begitu, kalau tertawa sampai seperti ini mereka akan menangis semalaman entah karena bermimpi buruk atau apapun itu.” Jelas Aileen.


“Benarkah? Berarti aku tidak bisa melihat tawa anak kita seperti ini lagi?” tanya Archie.

__ADS_1


“Duh bodoh banget Aileen, harusnya biarin aja mas Archie bercanda dengan Almeera, mereka kan jarang sekali bertemu.” Batin Aileen di dalam hatinya.


“Tentu saja kamu bisa melihat tawa anak kita sayang, hanya saja untuk hari ini cukup ya karena kita sudah melewati hari yang berat dan aku ingin tidur dengan nyenyak.” Ucap Aileen.


“Baiklah,, bagaimana kalau aku menginap di rumah orang tuamu juga? Setidaknya kalau kamu tidak mau merepotkan kedua orang tuamu, aku bisa bergantian menjaga Almeera.” Ucap Archie.


“Tidak perlu, kamu juga pasti sudah kelelahan jadi lebih baik kamu juga beristirahat, aku yang akan mengurus Almeera karena aku sudah terbiasa mengurusnya sendiri.” Jelas Aileen.


Mendengar ucapan Aileen membuat Archie kembali bersedih, dia sadar kalau dia belum menjadi papi yang baik untuk putri kecilnya itu.


“Kamu kenapa? Pasti berfikiran aneh-aneh lagi ya?” tanya Aileen yang sudah bisa menebak raut wajah suaminya.


“Hm,, Maaf Aileen..” ucap Archie yang tiba-tiba merubah suasana di dalam mobil.


Aileen terkejut dengan permintaan maaf suaminya yang tiba-tiba itu, dia melirik ke arah supir yang ada di depannya sebentar lalu kembali menatap wajah suaminya.


“Maksudnya apa mas? Maaf untuk apa?” tanya Aileen.


“Karena aku tidak menemanimu.” Ucap Archie.


“Hah? Yaampun mas jangan meminta karena hal yang sudah jelas salahku, aku yang salah karena sudah menutupi semuanya, aku yang harusnya minta maaf kepadamu dan keluargamu.” Ucap Aileen.


“Engga mas, aku yang salah jadi aku yang harus minta maaf.” Sahut Aileen kembali.


“Tidak, aku yang salah pokoknya aku yang salah.” Balas Archie kembali.


“Maaf tuan dan nyonya, saya yang salah semuanya salah saya jadi tuan dan nyonya berhenti meminta maaf yak arena kita sudah sampai di rumah orang tua nyonya muda.” Sambung supir pribadi Archie.


Mendengar supirnya berbicara membuat Archie dan Aileen berhenti berdebat dan menoleh ke luar jendela.


“Yaampun kita lama banget ya berdebatnya? Kalo gitu aku masuk ke dalam dulu ya mas, hati-hati di jalan.” Ucap Aileen.


“Stop! Aku ingin bertemu dengan kedua orang tuamu juga jadi aku akan ikut turun bersamamu.” Ucap Archie yang segera mengikuti Aileen keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah rumah orang tua Aileen.


Di dalam rumah, semua keluarga Aileen sudah menunggu kedatangan anak dan cucu mereka, semuanya menyambut Aileen dan Almeera dengan bahagia, namun mereka terkejut saat melihat Archie yang berada di belakang tubuh Aileen.


“Nak Archie?” tanya Rahina.


“Selamat malam mama, lama tidak bertemu.” Sapa Archie dengan sopan.


“Archie, masuklah jangan berdiri saja di sana.” Ajak Gino yang di balas anggukan oleh Archie.

__ADS_1


“Terimakasih pa..” ucap Archie yang melewati Aileen masuk lebih dulu ke dalam rumah.


Di dalam ruang tamu ada Arlo yang tersenyum lebar sambil menyapa kakak ipar yang sudah lama tidak dia jumpai itu.


Semua keluarga Aileen sama sekali tidak membenci Archie karena mereka semua tau kalau Archie sama sekali tidak bersalah di sini, yang bersalah tentu saja Aileen yang sudah menyembunyikan semuanya kepada suaminya


sendiri.


“Bagaimana kabar papa dan mama?” tanya Archie kepada kedua mertuanya.


“Baik, tentu saja kami berdua baik nak, bagaimana keadaanmu?” tanya Gino.


“Archie juga baik, tapi sebelumya Archie benar-benar meminta maaf karena tidak bisa menjaga Aileen dan Almeera.” Ucap Archie.


“Kenapa kamu harus minta maaf? Dia yang salah bukan kamu, dia sudah mengambil keputusan yang gegabah waktu itu, tapi papa juga ga bisa menyalahkannya karena dia sangat ingin melindungi dan menjaga anak dan


keluarganya.” Jelas Gino.


“Iya, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri, kami lah yang harusnya meminta maaf karena waktu itu kami malah membantu Aileen untuk melancarkan rencana gegabahnya.” Sambung Rahina.


“Kenapa kalian semua memojokkan aku?” tanya Aileen yang baru saja menuruni tangga setelah menidurkan Almeera di kamarnya.


“Karena kamu memang salah kak.” Ucap Arlo.


“Arlo kamu juga ikutan?” tanya Aileen sambil melotot ke arah adik kesayangannya itu.


“Sudah jangan memulai pertengkaran! Kalian berdua ini selalu membuat papa dan mama pusing.” Tegas Gino.


“Nak Archie, kamu makan malam di sini bareng kita ya?” ajak Rahina.


“Ah lain kali saja ya ma, Archie hanya mau mengantar Aileen dan Almeera saja hari ini dan sepertinya mom dan dad sudah menunggu Archie di rumah.” Jelas Archie.


“Oh iya satu lagi, pa ma.. Archie mau meminta ijin untuk mengadakan pesta pernikahan yang megah dan di sana Archie akan mengenalkan Aileen dan Almeera agar semua orang tau kalau mereka adalah dua wanita yang sangat aku sayangi.” Ucap Archie sambil tersenyum melihat Aileen yang tersipu malu.


“Kenapa harus meminta ijin? Mama sangat setuju dengan ide itu nak Archie, mama akan selalu mendukung hubungan kalian berdua.” Ucap Rahina dengan bahagia.


“Tapi kamu harus berjanji setelah itu kamu harus menjaga Aileen dan Almeera dengan sangat ketat, karena setelah kamu memberitahu public tentang pernikahan kamu, itu artinya kamu sedang memberi peluang untuk musuh bisnismu melukai orang yang paling kamu sayangi.” Ucap Gino dengan wajah serius.


Mendengar ucapan Gino membuat Archie tersadar kalau mungkin saja akan ada bahaya yang lebih besar akan datang di keluarga kecil mereka.


“Papa tenang saja, aku akan melakukan apapun untuk menjaga Aileen dan Almeera walaupun nyawa taruhannya.” Ucap Archie dengan yakin membuat Gino senang dan percaya dengan menantunya itu.

__ADS_1


__ADS_2