AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 44


__ADS_3

“Hai Leen, Bren..” sapa Bob yang baru saja keluar dari mobil sport itu.


“Sok keren lo!” ketus Brenda.


“Lah emang gue keren kali! Sirik aja lo jadi orang!” balas Bob.


“Kalian berdua mulai lagi? Benera aku kawinin baru tau rasa kalian!” ketus Aileen yang sudah bosan mendengar perdebatan kedua sahabatnya itu.


“Dih ogah!” ucap Brenda dan Bob secara bersamaan.


Tidak lama kemudian, Raka keluar dari mobilnya dengan keren hingga membuat para mahasiswi melihatnya dengan penuh kekaguman.


“Wuhu.. Lihatlah kamu keren sekali Raka..” puji Bob saat melihat Raka keluar dari dalam mobil.


“Hati-hati sebentar lagi Raka akan menjadi rebutan para wanita di sini Aileen.” Goda Bob.


“Tapi Aileen juga akan menjadi incaran para laki-laki, lihat itu! Semua mahasiswa melihat ke arah Aileen sampai segitunya.


Keduanya melihat ke arah mahasiswa yang ada di sana dan benar saja, semua laki-laki yang ada di sana menatap Aileen dengan senyuman penuh arti.


“Sudahlah ayo kita segera berkumpul ke lapangan, nanti telat bisa di hokum.” Ucap Raka sambil berjalan mendekati Aileen dan merangkulnya.


Semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada di sana melihat Aileen dan Raka dengan tatapan iri dan juga sebal karena kemesraan keduanya.


Setelah pernikahan Archie dan Claire, Brenda dan Bob sama sekali tidak pernah memprotes hubungan Aileen dan Raka, karena keduanya menginginkan sahabatnya bahagia.


Aileen, Raka, Brenda dan Bob akhirnya berjalan masuk ke dalam kampus untuk mengikuti kegiatan MOS.


***


Di sisi lain, Archie yang sudah sampai di depan rumahnya segera masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan bi Ijah.


“Tuan, kenapa ga bilang kalo mau kemari tau gitu bibi masakin sarapan untuk tuan Archie.” Ucap bi Ijah yang melihat Archie datang sepagi itu.


“Tidak perlu bi, Archie sudah sarapan tadi di rumah.. Aileen di mana bi?” tanya Archie.


“Non Aileen sudah berangkat dari tadi pagi tuan,, ada apa?”

__ADS_1


“Aku cuma mau bilang kalo aku akan mengajak Claire pindah ke sini nanti malam, tolong bilangin ya bi.” Ucap Archie.


“Baik tuan, nanti bibi sampein.” Jawab bi Ijah.


Jujur saja, bi Ijah tidak mengenal Claire karena saat Archie dan Claire berpacaran bi Ijah sudah tidak bekerja dengan keluarga Archie.


“Bi,, bisakah kita bicara sebentar?” tanya Archie tiba-tiba.


Bi Ijah tau betul kalau Archie pasti ingin bercerita kepadanya, bi Ijah langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Archie.


“Bibi buatin minuman dulu buat tuan Archie, tuan duduk dulu di sini ya tunggu bibi.” Ucap bi Ijah yang di balas anggukan oleh Archie.


Beberapa menit kemudian, bi Ijah kembali ke ruang tamu dengan segelas teh hangat untuk Archie. Setelah menaruh gelas di atas meja, bi Ijah langsung duduk di sebelah Archie.


“Jadi,, ada apa tuan?” tanya bi Ijah.


“Bibi memang bisa langsung mengerti aku.” Ucap Archie sambil memamerkan gigi putihnya.


“Bi,, bagaimana Aileen saat berada di sini?” tanya Archie.


“Baik-baik saja, Aileen anak yang baik, lucu dan menggemaskan.”


“Apa?! Jatuh cinta? Dengan non Claire? Bukankah kamu memang menyukainya sejak lama?” tanya bi Ijah.


“Bukan sama Claire bi, tapi sama Aileen.” Jawab Archie.


"Lalu kenapa kamu menikahi Claire? Bibi yakin kalau kamu tidak akan melakukan hal terkeji itu.”


“Dulu aku pernah berjanji kepada Claire kalau aku pasti akan menikahinya kapanpun itu, dan saat ini anggap saja aku sedang menepati janjiku sambil menyelidiki sesuatu.” Jelas Archie.


“Sesuatu? Sesuatu apa?”


“Claire yang sekarang bukan seperti Claire yang aku kenal bi, dia berbeda dan aku yakin dia memiliki rencana yang tidak aku ketahui.” Jelas Archie.


“Bibi ga mau terlalu ikut campur dalam urusan ini, tapi lebih baik kamu jujur kepada Aileen jika kamu mencintainya.” Ucap bi Ijah.


“Tapi bi, aku masih mau membereskan semuanya, aku juga takut jika Aileen mengetahui perasaanku justru dia akan menjauhiku.”

__ADS_1


Mendengar ucapan Archie membuat bi Ijah tidak bisa berkata-kata lagi, dia juga bingung harus mengatakan apa jika sudah menyangkut soal hati seseorang, terlebih saa bi Ijah tau jika Aileen tidak menyukai Archie.


“Sudahlah bi, bibi jangan ikut berfikir masalah ini karena terlalu rumit.. Bibi juga jangan ceritakan masalah ini kepada siapa-siapa ya eruama Aileen..” ucap Archie


.


“Tenang saja, bibi tidak akan mengatakan kepada siapapun terutama non Aileen.” Balas bi Ijah.


“Kalau begitu Archie berangkat dulu ya bi,, bibi hati-hati di rumah kalau mau kemana-mana suruh supir mengantar bibi ya.” Ucap Archie yang di balas anggukan oleh bi Ijah.


Setelah kepergian Archie, bi Ijah menatap belakang mobil Archie yang sudah menjauh.


“Semoga Allah memberi kebahagiaan kepada tuan Archie dan non Aileen.” Gumam bi Ijah lalu berjalan masuk ke rumah.


***


“Aileen! Maju, sekarang giliran kamu memperkenalkan diri.” Ucap senior Aileen.


Semua mahasiswa baru di kumpulkan di sebuah lapangan yang luas, namun Aileen, Raka, Brenda dan Bob tidak menjadi satu barisan karena mereka di pisahkan sesuai jurusan mereka masing-masing.


Aileen berada di fakultas kedokteran, Raka berada di fakultas ekonomi bisnis, Brenda berada di fakultas psikolog, dan Bob berada di fakultas hukum.


Saat Aileen berjalan maju ke depan untuk memperkenalkan diri, semua mahasiswa yang ada di lapangan bersorak menyambutnya. Raka hanya tersenyum melihatnya karena dia sanga bangga karena Aileen adalah kekasihnya.


“Perkenalkan, namaku Aileen kalian bisa memanggilku Aileen, aku jurusan kedokteran, terimakasih.” Ucap Aileen dengan singkat lalu kembali duduk di tempatnya.


Para laki-laki yang ada di sana terpesona melihat sikap Aileen yang menurut mereka berkharisma, sedangkan para wanita menatap sinis ke arah Aileen karena mereka menganggap Aileen sombong dan hanya mau mencari perhatian para laki-laki.


Brenda melihat mata para wanita yang ada di sekitarnya melihat sinis ke arah Aileen, bahkan ada yang membicarakannya padahal belum mengenal Aileen dengan benar.


“Aku yakin wanita itu pasti tipe wanita yang suka tebar pesona deh.” Ucap salah satu mahasiswi yang ada di depan Brenda.


Brenda sangat kesal mendengar seseorang membicarakan sahabatnya, namun dia berusaha untuk tidak membuat masalah di hari pertamanya.


Brenda juga tidak kalah cantiknya dengan Aileen, Brenda juga menjadi incaran para mahasiswa yang ada di sana, begitu juga dengan Raka dan Bob yang tampan dan juga terlihat keren.


“Wah, tahun ini banyak junior yang ganteng dan cantik ya..” ucap salah sau senior laki-laki yang ada di sana.

__ADS_1


“Yoi bener banget, apa lagi mereka berempat.. Aku yakin mereka akan sangat terkenal, terlebih mereka berteman sejak sekolah.” Ucap yang lainnya sambil menunjuk ke arah Aileen, Brenda, Raka dan Bob yang sedang berkumpul sambil bercanda.


__ADS_2