AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 17


__ADS_3

Aileen tetap memohon kepada Archie untuk tidak menyuruhnya menjauhi Bob karena menurut Aileen tidak ada sahabat terbaik selain Bob dan Brenda.


Sejak kecil mereka bertiga selalu bermain bersama, namun Aileen memang lebih senang ikut dengan Bob berkumpul dengan teman-temannya di bandingkan Brenda yang lebih suka diam di rumah atau ke mall.


"Baiklah, tapi jangan sampai kamu memalukan aku di depan teman-temanku karena setelah kamu lulus nanti aku pasti akan sering mengajakmu ke acara-acara penting." ucap Archie.


"Setelah lulus aku akan kuliah bukannya menemanimu kemana-mana!"


"Sebenarnya kamu ini ingin kuliah jurusan apa Aileen? Aku akan membukakan toko pakaian atau toko kue untukmu nanti."


"Tidak! Aku ingin menjadi dokter!"


"Apa! Dokter? Hahaha, jangan membuatku tertawa Aileen! Kamu tidak mungkin menjadi dokter dengan otakmu yang seperti itu.." ejek Archie yang sedang tertawa terbahak-bahak.


Aileen yang kesal langsung menginjak kaki Archie dengan sangat kencang hingga membuatnya kesakitan.


"Aw! Sakit Aileen!"


"Sukurin! Makanya jadi orang jangan suka menghina, aku ini pintar hanya saja aku tadi pura-pura tidak mengerti apa yang kamu jelaskan untuk mengerjaimu!" Aileen langsung menutup mulutnya saat dirinya sadar kalau dirinya sudah keceplosan.


"Ah begitu, jadi kamu tadi sengaja mengerjaiku? Apa alasan kamu mengerjaiku tadi hah?" Archie dengan tatapan tajamnya membuat Aileen menundukkan kepalanya.


"Biarkan saja! Salah sendiri kamu menyebalkan!" ucap Aileen.


"Kalau kamu bukan perempuan aku sudah melemparmu ke dalam danau yang penuh dengan buaya!" ucap Archie.


"Emang berani? Ntar kalo aku jadi hantu aku bakalan datengin kamu!" ucap Aileen.


"Aku ga takut tuh! Apalagi hantunya kayak kamu!" ketus Archie.


"Ih terserah deh! Aku ga akan menang kalo lawan kamu mas! Ayo kita pulang, aku sudah lelah sekali.." ajak Aileen.


"Kita akan tinggal di sini!" ucap Archie yang membuat Aileen terkejut.


"Apa? Tidak mas, aku mau tinggal sama mommy, daddy, dan kak Adeline!"


"Aileen, kita sudah menikah jadi sudah seharusnya kita tinggal terpisah dari orang tua kita! Lagi pula kita sudah pernah membicarakan hal ini."


"Aku tau tapi tidak secepat ini mas! Kita baru menikah beberapa hari saja, aku tidak bisa memikirkan bagaimana nasibku jika hidup berdua saja denganmu!"


"Apa salahnya hidup berdua denganku?!" Archie tidak mengerti maksud dari perkataan Aileen.

__ADS_1


"Sudahlah! Aku mau hari ini kita pulang! Tidak, kita kembali dulu ke perusahaan karena buku-bukuku ada di ruanganmu mas." ajak Aileen.


"Oke, setelah kamu lulus kita akan tinggal di sini, dan itu sebentar lagi jadi lebih baik kamu segera kemasi beberapa barangmu sedikit-sedikit."


Aileen hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ucapan Archie, dia tidak siap kalau harus tinggal terpisah dari mertuanya, dia takut kalau Archie akan semakin leluasa untuk menyiksanya.


"Bagaimana ini? Siapa yang akan membelaku kalau aku di tindas olehnya?" gumam Aileen sambil melihat Archie yang masih sibuk mencari dokumen miliknya.


Setelah semua dokumen yang di butuhkan sudah lengkap, akhirnya Archie mengajak Aileen untuk kembali ke perusahaan.


Dengan segera Aileen mengambil buku dan tasnya di dalam ruangan Archie, lalu segera menghubungi supir pribadi Yasmine untuk menjemputnya, namun ternyata supir tersebut sedang mengantar Yasmine berbelanja.


Aileen yang baru saja memasukkan hpnya ke dalam saku celananya hanya bisa menghela nafas panjang dan berusaha untuk mencari taxi di sana.


Tin!! Aileen terkejut saat mendengar suara klakson mobil yang berhenti di depannya.


"Raka?" ucap Aileen yang terkejut saat jendela mobil perlahan turun dan memperlihatkan orang yang ada di dalamnya.


"Hai Aileen, kamu sedang apa di sini?" Tanya Raka kepada Aileen.


Raka adalah laki-laki populer di sekolah Aileen, dia adalah laki-laki yang tampan dan berasal dari keluarga yang kaya raya, ada banyak sekali murid yang menyukainya termasuk Aileen.


"Aku sedang ada urusan di sekitar sini dan sekarang aku sedang menunggu taxi." ucap Aileen.


Pucuk dicinta ulam pun tiba! Itulah kata yang tepat untuk Aileen saat itu, dia benar-benar senang saat laki-laki yang menjadi incaran seluruh siswi di sekolahnya menawarkan tumpangan untuknya.


Dengan senang hati Aileen pun masuk ke dalam mobil laki-laki yang selama ini dia sukai itu.


"Apa aku tidak merepotkanmu Raka?" Tanya Aileen.


"Tentu tidak Aileen, aku senang bisa mengantar temanku pulang dengan selamat." ucap Raka dengan senyum manisnya hingga membuat Aileen tersipu malu.


Akhirnya Aileen pulang di antar oleh Raka, Raka mengajak Aileen berkeliling hingga membuat Aileen kebingungan.


"Kita mau kemana Raka? Kayaknya dari tadi cuma muter-muter aja deh." ucap Aileen.


"Aku lagi nyari tempat makan yang enak, kamu mau makan bareng aku kan?" Tanya Raka.


"Tapi aku sudah makan Rak."


"Yah, bagaimana kalau kita makan malam bersama saja, kita keliling dulu sampe malam nanti." ajak Raka.

__ADS_1


"Duh, maaf Raka tapi aku harus pulang karena aku masih harus belajar untuk ujian besok." tolak Aileen.


Sebenarnya Aileen senang sekali karena bisa berlama-lama dengan Raka, tapi dia juga ingat kalau dia harus pulang dan belajar, kalau tidak Archie akan memarahinya saat pulang nanti.


"Ayolah Aileen, jangan memikirkan tentang ujian besok! Kapan lagi kita jalan bareng gini kan?" Tanya Raka.


"Iyasih Raka benar, aku tidak akan mendapatkan kesempatan seperti ini untuk kedua kalinya." batin Aileen.


"Yaudah deh, aku mau ikut kamu tapi setelah makan malam harus langsung antar aku pulang ya.." ucap Aileen.


Mendengar ucapan Aileen akhirnya Raka tersenyum senang dan langsung menginjak pedal gas mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk berkeliling.


"Oh iya kamu habis dari mana Rak di sana?" Tanya Aileen.


"Di sana di perusahaan itu?" Tanya Raka yang di balas anggukan oleh Aileen.


"Oh tidak ada, papaku menyuruhku mengantar dokumen penting ke perusahaan itu karena dia akan melakukan kerja sama." jelas Raka.


"Jadi perusahaan papamu akan bekerja sama dengan perusahaan Hamilton?" Tanya Aileen.


"Iya! Hebat bukan? papaku bisa bekerja sama dengan perusahaan terkenal seperti perusahaan Hamilton." ucap Raka yang menyombongkan papanya.


"Hahaha iya hebat sekali." jawab Aileen.


"Apa tidak hebatan aku? Aku bahkan menikah dengan CEO perusahaan Hamilton!" batin Aileen sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu kenapa geleng-geleng kepala Leen?" Tanya Raka.


"Ah tidak Rak, hanya saja kepalaku sedikit pusing tadi." ucap Aileen berbohong.


Setelah lama berkeliling, tidak terasa akhirnya hari sudah semakin gelap dan mereka berdua pergi ke restaurant bintang lima untuk makan malam bersama.


"Kenapa harus makan di restaurant sebagus ini Raka? Makanan di sini pasti mahal sekali.." ucap Aileen.


"Tidak masalah, makanan di sini tidak mahal untukku."


Raka menggandeng Aileen masuk ke dalam restaurant dan menyuruhnya untuk duduk.


Aileen senang sekali di perlakukan seperti itu oleh Raka, dia merasa sebagai tuan putri.


Sedangkan di sisi lain, semua orang yang ada di rumah keluarga Hamilton panik karena mereka tidak menemukan keberadaan Aileen, Archie berkali-kali menghubungi hp Aileen tapi ternyata hpnya tidak bisa di hubungi hingga membuat Archie semakin panik.

__ADS_1


Yasmine dan Adeline sangat khawatir dengan Aileen, sedangkan Hamish dan Archie mencoba untuk menenangkan mereka sambil menghubungi seseorang untuk mencari keberadaan Aileen.


__ADS_2