AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 66


__ADS_3

Aileen, Brenda, Bob dan Raka sudah sampai di kota B dan sedang melihat apartment yang akan di tempati oleh Aileen.


Aileen di berikan apartment yang cukup mewah oleh papanya, karena inilah satu-satunya hal yang bisa diberikan Gino kepada anak perempuannya.


“Ini kebagusan ga sih kalo cuma buat aku aja?” tanya Aileen kepada ketiga temannya.


“Engga lah Leen, papa kamu pasti mau yang terbaik buat anaknya makanya dia memberikan fasilitas sebagus ini untukmu.” Jawab Brenda.


“Sudahlah Leen, kamu jangan mikir apa-apa lagi ga baik tau! Ayo mulai menata yang akan menjadi tempat tidurmu dan yang lainnya sambil menunggu Bob dan Raka membawa barangmu.” Lanjut Brenda.


Aileen hanya menganggukkan kepala sampai akhirnya Bob dan Raka datang membawa banyak sekali barang untuk Aileen.


“Ini di taruh di mana?” tanya Raka.


Aileen hanya melihat ke arah barang yang di bawa Raka dan Bob benar-benar sangat banyak hingga membuat Aileen menganga.


“Ini seriusan barang aku semua?” tanya Aileen.


Saat di supermarket Aileen memang tidak ikut turun karena tiba-tiba dia merasa mual setelah makan, akhirnya Brenda, Bob dan Raka yang keluar untuk membeli kebutuhan Aileen.


“Ya namanya juga Brenda, dia membeli semuanya dan membuat kita membawa barang sebanyak ini.” Ucap Bob.


“Yaampun Bren, tapi aku ga butuh barang sebanyak ini tau..” ucap Aileen.


“Udahlah Leen, kamu nurut aja deh! Pokoknya semua yang aku beli ini kebutuhan kamu, taruh semua sayuran di kulkas Bob.” Ucap Brenda.


“Ya, ya siap bos!” tegas Bob yang langsung mengambil sayuran dan berjalan menuju kulkas yang ada di dapur.


Sedangkan Aileen yang melihat para sahabatnya hanya bisa terdiam sambil menggelengkan kepala melihat semua teman-temannya yang justru heboh sendiri.


“Haduh kalian berdua ini kenapa heboh sendiri sih? Aku padahal biasa aja loh.” Ucap Aileen.


“Ya pasti lah, bayangin aja kamu bakalan tinggal sendirian dengan keadaan bunting mual-mual!” ucap Brenda.


“Kamu aja tinggal bareng Aileen Bren, toh kamu juga ngekos kan jauh dari orang tua.” Celetuk Bob.


Mendengar celetukan Bob membuat Brenda dan yang lain saling menatap lalu menganggukkan kepala.

__ADS_1


“Ide bagus! Kalo gitu aku pindah ke sini juga ga masalah kan Leen?” tanya Brenda.


“Ga masalah lah Bren! Aku justru seneng banget karena ada temen di sini.” Ucap Brenda.


“Seriusan? Aku ga akan jadi beban kan numpang di sini?”


“Engga Brendaku! Udah fix sekarang kamu harus pamit sama ibu kos kamu dan segera kemasi arang-barangmu, atau besok aja deh sekarang udah malem kamu tidur di sini langsung dan mengambil barangmu besok setelah pulang kuliah.” Ucap Aileen.


“Bener juga tuh! Ah ternyata si Bob pinter juga ya!” seru Raka.


“Tumben otak kamu jalan Bob, sering-sering kek!” sambung Brenda.


“Sialan lu! Otakku ini selalu jalan tau, cuma males aja yang mau make.” Ucap Bob yang di balas tawa oleh semuanya.


“Udah gausah berisik lu Bob, mana pinter banget lagi ke café tadi naik taxi online biar bisa ikut bareng kita!” ketus Brenda.


“Iyalah, ntar kalian ngomongin aku lagi kalo aku pisah mobil.” Jawab Bob dengan tatapan tajam.


“Apaan sih, kepedean banget kamu! Ga ada sesuatu yang bisa di omongin dari kamu Bob.” Balas Brenda.


“Aduh udah deh berisik kalian! Ayo Bob pulang, kamu ga mungkin nginep juga di sini kan?” tanya Raka.


“Leen kamu baik-baik aja kan di sini?” tanya Raka.


“Aku baik-baik saja kok, lagian ada Brenda di sini jadi kalian pergilah dan sampai jumpa di kampus besok.” Ucap Aileen.


“Baiklah kalau begitu, kamu jaga Aileen baik-baik ya Bren..” ucap Raka kepada Brenda.


“Hm,, siap.. Kalo begitu aku dan Bob pulang dulu ya, sampai jumpa.” Ucap Raka yang langsung berjalan sambil merangkul Bob dengan terpaksa.


Aileen dan Brenda hanya mengangguk lalu mengantar keduanya ke pintu depan sampai Bob dan Raka sudah menaiki lift.


“Mereka sudah pulang, kamu mandi lalu istirahatlah Leen.” Ucap Brenda setelah menutup pintu apartment Aileen.


“Biar aku tidur di kamar yang itu ya Leen, kamu butuh tempat yang langsung ngeliat ke jendela biar bisa melihat keadaan di luar.” Lanjut Brenda.


“Terimakasih karena sudah mau menemaniku di sini ya Bren, kamu adalah satu-satunya teman perempuanku yang selalu menemaniku sampai sekarang.” Ucap Aileen.

__ADS_1


“Apaan sih Leen lebay ah! Udah sana man…”


“Hueekkk!!”


Belum sempat Brenda menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja Aileen mual dan segera berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi di perutnya.


Brenda terkejut dan segera menghampiri Aileen ke kamar mandi untuk melihat keadaan sahabatnya itu.


“Aileen, kamu baik-baik saja?” tanya Brenda yang sudah berada di depan pintu kamar mandi.


“Hueekk,, aku ga baik-baik saja Bren,, huekk..” jawab Aileen.


“Leen, aku buatin air hangat dulu ya tunggu sebentar.” Ucap Brenda yang langsung berlari ke dapur untuk membuatkan air hangat untuk Aileen.


Brenda segera membuat air hangat dan juga membuatkan susu hangat untuk Aileen yang sedang mual. Setelah siap Brenda segera membawa air hangat itu ke atas dan memberikannya kepada Aileen yang saat itu sudah duduk di tepi tempat tidur.


“Leen, ini aku buatkan air hangat dan susu hangat juga, kamu juga harus minum susu untuk kebaikan anakmu.” Ucap Brenda.


Aileen mengambil air hangat yang di pegang Brenda dan meminumnya sampai habis, sedangkan rasanya Aileen mual melihat susu yang ada di tangan Brenda.


“Duh Bren, aku ga mau minum susunya deh..” tolak Aileen.


“Kamu harus minum Aileen, anak kamu butuh nutrisi agar sehat.” Ucap Brenda.


“Tapi kalau aku mual lagi gimana Bren? Ga enak banget tau..” ucap Aileen.


“Tahan, di tahan Leen aku emang ga tau rasanya gimana, tapi aku mau kamu dan anak kamu sehat, tadi juga kamu cuma makan roti bakar aja, ayo minum.” Ucap Brenda.


Akhirnya Aileen berusaha untuk mengambil gelas yang berisi susu di tangan Brenda dan segera meminumnya dengan tangan yang menutup hidungnya.


“Huekk..” ucap Aileen yang baru saja menghabiskan susunya.


“Tahan Leen jangan sampai di muntahkan dan susu yang baru kamu minum keluar lagi.” Ucap Brenda.


Aileen berusaha untuk menarik nafas panjang dan berusaha untuk menguatkan dirinya agar tidak mengeluarkan susu yang sudah dia minum.


“Wah akhirnya kamu bisa menghabiskan semua susunya Leen, kalau begitu segera mandi dan istirahatlah, aku juga akan segera mandi dan beristirahat.” Ucap Brenda.

__ADS_1


“Hm,, terimakasih Bren.. Tidur nyenyak ya, kalo butuh apa-apa langsung ambil aja.” Ucap Aileen yang di balas anggukan oleh Brenda.


Malam itu Aileen berusaha untuk tidur dengan nyenyak, namun tidak bisa karena Aileen merasa perutnya tidak enak, namun Aileen tetap memaksakan untuk tertidur karena besok harus kembali beraktifitas seperti biasanya.


__ADS_2