
Yasmine menarik tangan Aileen dan membawanya untuk duduk di sofa ruang tamu, sedangkan di dalam kamar Archie dan Claire berusaha memakai pakaian mereka masing-masing.
"Sebenarnya ada apa ini Aileen? Bagaimana bisa Archie menemukan Claire dan kalian pulang bersama tadi malam?" Tanya Yasmine yang duduk tepat di hadapan Elsa.
Adeline yang sama penasarannya ikut duduk di sebelah Aileen untuk mendengar cerita lengkap darinya.
"Ceritalah Leen, aku dan mom akan selalu mendukungkumu." ucap Adeline.
Akhirnya Aileen menceritakan semua kepada Yasmine dan Adeline tentang kejadian yang sebenarnya.
"Ini semua salahku! Andai saja aku tidak menyuruh kak Archie untuk menyusul Aileen pasti kak Archie tidak akan bertemu dengan kak Claire kembali." ucap Adeline.
"Ini bukan salah kak Adel, memang nasib saja yang mengarahkan kita di situasi seperti ini." Aileen berusaha untuk menenangkan Adeline.
"Mom! Mommy, Archie bisa menjelaskan semuanya kepada mommy.. Tolong dengarkan Archie mom." ucap Archie yang menghampiri Yasmine dengan pakaian yang sudah lengkap.
"Jelaskan? Percuma kamu menjelaskan hal yang sudah terjadi! Sekarang apa yang mau kamu lakukan!?" Tanya Yasmine dengan nada dingin.
Selama ini Archie bak harta di dalam keluarganya, Archie adalah sosok anak tanpa celah! Tampan, cerdas, berwibawa, selalu menuruti ucapan orang tuanya dan tidak pernah membuat malu keluarga.
Tapi kali ini... Kali ini Yasmine benar-benar kecewa dengan kelakuan anaknya yang benar-benar memalukan keluarganya.
__ADS_1
"Aku akan menikahi Claire!" tegas Archie membuat semua orang terkejut dan menoleh ke arah Archie secara bersamaan.
"Apa kamu bilang!? Menikahi Claire? Kamu sudah gila!? Lalu bagaimana dengan Aileen?" ucap Yasmine.
"Mom, aku akan menikah dengan mereka berdua!"
"Gila!" ketus Aileen yang langsung pergi meninggalkan Elvan, Yasmine dan Adeline di ruang tamu.
Sedangkan Adeline yang tau bagaimana perasaan Aileen langsung mengikutinya.
Namun sebelum dia mengikuti kakak iparnya itu, Adeline melirik ke arah Claire yang sedang berdiri di depan kamar tamu lalu berjalan menghampirinya.
Claire menatap punggung Adeline dengan tatapan sinisnya.
"Sial! Aku tidak akan pernah membiarkan rencanaku kacau begitu saja!" batin Claire.
"Aileen.." panggil Adeline sambil membuka pintu kamar Aileen.
Aileen hanya duduk di tepi tempat tidurnya sambil menghapus air mata yang ada di pipinya agar tidak terlihat oleh Adeline, namun Adeline masih menyadarinya.
"Kamu menangis? Maafkan kakakku Aileen, aku benar-benar malu mengetahui dirinya seperti itu." ucap Adeline.
__ADS_1
"Sudahlah kak, tidak masalah kok aku baik-baik saja." ucap Aileen sambil memaksakan senyumannya.
"Jangan memaksakan senyumanmu Aileen, jika mau menangis menangislah.. Mungkin kamu tidak menyukainya, tapi setidaknya ada insting seorang istri bukan?"
"Hikss,, hiksss... Padahal aku udah menyiapkan diri kalau sesuatu seperti ini terjadi, tapi kenapa aku malah menangis.." ucap Aileen yang sudah tidak bisa menahan tangisnya.
Adeline langsung memeluk tubuh Aileen dan membelai rambutnya dengan lembut. Adeline benar-benar merasa bersalah karena sudah membuat kakaknya pergi ke perkemahan Aileen.
"Maaf ya, jika aku tidak menyuruh kak Archie kesana pasti mereka tidak akan bertemu dan tidak akan ada kejadian seperti ini." ucap Adeline.
"Sudahlah kak jangan menyalahkan diri sendiri kak, ini bukan salah kak Adel.. Aku benar-benar tidak apa-apa kak." ucap Aileen.
"Ayo kita kebawah!" tegas Aileen sambil menghapus sisa air matanya.
"Ngapain ke bawah?" Tanya Adeline dengan wajah penuh tanda tanya.
Aileen tidak menjawab pertama Adeline, dia hanya tersenyum sambil menggandeng tangan adik iparnya itu.
Saat menuruni tangga, Aileen bisa melihat jelas kemarahan mama mertuanya itu, dia juga melihat wajah Archie yang memohon kepada Yasmine.
"Baiklah, biarkan mereka menikah mom!" ucap Aileen hingga membuat semua orang menoleh ke arahnya dengan tatapan terkejut.
__ADS_1