
Archie sudah lebih dulu menyelesaikan sarapannya sedangkan Aileen masih fokus menyantap sarapannya.
"Kalau kamu mau berangkat denganku maka cepatlah!" ketus Archie yang sudah beranjak dari kursi makannya.
Aileen yang mendengar ucapan Archie langsung memakan sarapannya dengan sangat lahap hingga tersedak.
"Uhukk,, uhukk,,"
"Pelan kalau makan Aileen, jangan dengarkan ucapan Archie!" ucap Yasmine sambil memberikan segelas air kepadanya.
"Iya mommy benar, kalau kak Archie tidak mau mengantarmu aku yang akan mengantarmu ke sekolah." sambung Adeline.
"Terimakasih mom, kak Adel, tapi Aileen tidak ingin merepotkan banyak orang, Aileen berangkat dulu ya dad, mom, kak.." Ucap Aileen sambil mencium punggung tangan semuanya lalu segera menyusul Archie ke luar rumah.
"Hati-hati ya sayang.." ucap Yasmine dengan nada sedikit berteriak agar terdengar.
Archie sudah menunggu Aileen di dalam mobilnya, Aileen yang sudah keluar dari rumah langsung masuk ke dalam mobil. Di sana Archie sudah menatapnya dengan tajam.
"Lama sekali!" ketus Archie sambil melajukan mobilnya.
"Sewot banget sih mas! Situ enak udah kenyang, lah yang di sini boro-boro kenyang!" balas Aileen.
Sepanjang jalan Archie tidak berbicara sama sekali, dia hanya fokus menyetir sampai ke sekolah Aileen.
"Turun!" tegas Archie saat sudah sampai di sekolah Aileen.
"Iya tau! Ntar ga usah jemput biar aku ga liat muka mas Archie yang asem itu!" ketus Aileen sambil keluar dari mobil Archie.
Archie tidak menggubris ucapan Aileen, dia langsung mengendarai mobilnya menuju perusahaan.
Aileen yang melihat Archie langsung mengendarai mobilnya dengan kencang langsung melihat tajam ke arah mobil Archie yang sudah mulai menjauh.
"Dasar om-om tua bangka! Liat aja nanti kalau sampai klepek-klepek sama aku, akan aku balas perbuatanmu!" gumam Aileen sambil mengepalkan kedua tangannya.
Brenda yang kebetulan melihat sahabatnya sudah datang segera menghampirinya dan merangkul lehernya.
"Hai Aileen! Ciye pengantin baru gimana malam pertamanya?" ejek Brenda.
"Ish! Gila ya, kalau sampai ada yang dengar bagaimana!? Bisa gawat tau!" ketus Aileen sambil menutup mulut sahabatnya itu.
"Aw sakit! Emang kenapa sih kalau semuanya tau? Toh suami kamu ganteng, orang kaya lagi kurang apa lagi emangnya?" ucap Brenda.
"Dia itu om-om menyebalkan Brenda! Kamu saja yang tidak tau bagaimana sifatnya yang sebenarnya! Sudahlah aku tidak mau berdebat, ayo kita masuk ke dalam kelas." ajak Aileen.
__ADS_1
Aileen dan Brenda berjalan masuk ke dalam sekolah dengan posisi Brenda merangkul lengan Aileen.
"Nanti istirahat bareng aku loh ya!" ucap Brenda.
"Iya iya, lagipula aku juga ingin bertanya kepadamu tentang sesuatu jadi nanti aku akan menyusulmu ke kelas." ucap Aileen.
"Oke bye.."
Akhirnya Aileen dan Brenda masuk ke dalam kelasnya masing-masing dan mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasanya.
Jam sudah menunjukkan waktunya untuk beristirahat, Bob tiba-tiba datang ke dalam kelas Aileen dan mengajaknya untuk makan bersama, sebenarnya dia memang sering makan bertiga dengan Bob dan juga Brenda, tapi karena Aileen ingin berbicara hal penting dengan Brenda membuat Aileen menolak ajakannya.
"Aku tidak bisa Bob, aku akan makan siang bersama Brenda." ucap Aileen sambil menata bukunya di atas meja.
"Yaudah kita makan bertiga aja, biasanya juga begitu kan."
"Ya tapi aku dan dia ingin membicarakan hal penting yang hanya di ketahui oleh wanita! Kamu tidak boleh mendengarnya."
"Kenapa? Emang ada rahasia di antara kita?"
Aileen hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ucapan sahabat laki-lakinya itu.
"Kamu ini sebaiknya bermain dengan teman-teman laki-lakimu itu, bukan malah bermain denganku." Ucap Aileen sambil beranjak dari kursinya.
"Kamu ini jahat amat sih Leen." Ucap Bob.
Sesampainya di kantin, Aileen dan Brenda mencari tempat duduk yang nyaman untuk di tempati.
"Sudah, ayo kamu mau bertanya tentang apa?" Tanya Brenda.
"Yaelah kamu to the point banget Bren.."
"Aku penasaran banget sama omongan kamu tadi sampe aku ga bisa serius belajar tau!"
"Hahaha, apaan sih lebay amat!"
"Aku serius!"
"Oke aku nanya sekarang nih, aku mau minta bantuan kamu bagaimana caranya membuat laki-laki menyukai kita." ucap Aileen.
"Pfftt, apa!? Gila ya kamu hahaha.." Brenda tertawa puas setelah mendengar ucapan Aileen.
"Aku serius Brenda! Aku ingin membuat mas Archie menyukaiku lalu aku akan membuatnya menyesal karena semua perlakuannya padaku!" ucap Aileen dengan penuh tekat.
"Baiklah aku akan membantumu, bagaimana kalau kita ke perpustakaan? Di sana pasti ada banyak buku tentang cinta-cintaan."
__ADS_1
Aileen hanya menyetujui ucapan sahabatnya dan merekapun segera menuju perpustakaan untuk menjalankan rencana mereka untuk mencari buku.
***
Di sisi lain, Archie sudah sampai di perusahaannya. Semua karyawan yang melihatnya segera berkumpul dan memberi salam kepadanya.
Asisten pribadinya juga sudah standby di depan pintu masuk untuk menyambut Archie.
Setiap hari itulah yang di lakukan oleh para karyawan, mereka akan berkumpul untuk memberi salam kepada Archie padahal dia tidak pernah meminta hal itu.
Archie memiliki asisten pribadi dan juga sahabat baiknya sejak SMP bernama Fiki.
Archie memiliki 2 sahabat yang benar-benar akrab dengannya Fiki dan Adrian, Fiki berlatar belakang dari keluarga yang sederhana dan itulah yang membuat Archie memperkerjakannya, sedangkan Adrian berasal dari keluarga yang berkecukupan dan memiliki perusahaannya sendiri.
"Bagaimana dokumen-dokumen yang aku minta?" Tanya Archie.
"Semuanya sudah siap di atas meja, hanya perlu di tandatangani." ucap Fiki.
Archie mengangguk sambil berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai atas dengan menggunakan lift pribadi.
Setibanya di lantai para petinggi, Archie sudah di sambut oleh wanita cantik yang berada di depan ruangannya, wanita itu adalah sekretaris pribadi Archie yang bernama Dennis.
"Selamat pagi tuan Archie, tuan Fiki." Sapa Dennis.
"Selamat pagi juga Dennis!" balas Fiki sambil melambaikan tangannya, sedangkan Archie hanya mengangguk sedikit dan langsung berlalu masuk ke dalam ruangannya.
"Bagaimana acara pernikahannya tuan?" Tanya Fiki.
"Aku tidak ingin membicarakannya! Kamu tau bukan kalau aku menikah karena terpaksa." ketus Archie.
"Jangan seperti itu, kamu juga harus menghargai pernikahanmu Archie! Kamu fikir mudah menikah di usianya yang masih sangat muda?"
"Coba bayangkan bagaimana kalau teman sekolahnya tau, mereka akan mengejeknya menikah dengan om-om." lanjut Fiki.
Mendengar ucapan Fiki membuat Archie terdiam dan mencerna ucapannya.
"Sudahlah jangan di bahas! Aku ke kantor untuk bekerja bukan untuk membicarakan anak kecil itu!"
"Oh iya bagaimana dengan pencarian Claire?" Tanya Archie.
"Kamu masih mencari keberadaan Claire? Setelah kamu menikah dengan wanita lain?" Tanya Fiki yang tidak habis fikir.
"Iya kenapa emangnya? Dia tau kok kalau aku sedang mencari keberadaan kekasihku."
"Gila emang kalian berdua! Kalau sampai ternyata Claire kembali bagaimana nasib istrimu?" Tanya Fiki.
__ADS_1
Archie baru terfikir mengenai hal itu, dia tidak pernah memikirkan tentang hal itu sebelumnya. Bagaimana nasib Aileen jika Claire kembali? Apa Aileen akan menjadi janda di usianya yang masih muda?