AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 43


__ADS_3

Claire terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang masuk dari sela-sela tirai kamar Archie. Claire menoleh ke samping tempat tidur untuk mencari keberadaan Archie, namun tidak terlihat tanda-tanda adanya Archie di sana.


Claire memutuskan untuk turun dari tempat tidur dan mencari keberadaan Archie di kamar mandi namun tidak terlihat batang hidungnya. Akhirnya Claire memutuskan untuk mandi dan segera turun ke bawah.


Di bawah Claire sudah melihat semua orang sudah duduk di meja makan bersiap untuk sarapan bersama.


“Lihatlah istri barumu itu, bangun kesiangan ga basa-basi minta maaf ga kayak Aileen.” Ketus Yasmine sambil menatap sinis ke arah Claire.


“Maaf mom, Claire kecapekan banget kemarin habis acara jadi kesiangan.” Ucap Claire sambil menarik kursi dan ikut sarapan bersama mereka.


Yasmine hanya diam sambil menghela nafas panjang mendengar alas an Claire.


“Archie, kamu mau mampir ke rumah kan? Mom titip makanan buat Aileen ya, dia pasti sibuk banget soalnya dia baru masuk kuliah kan.” Ucap Yasmine.


“Hm, mom siapin aja nanti sebelum ke perusahaan Archie mampir dulu ngasih pesanan mommy.” Ucap Archie.


“Adel juga ikut ya kak..” Sahut Adeline.


“Engga! Ngapain kamu ikut.” Ketus Archie.


“Mau nemenin Aileen lah, kan hari ini Adel ga pemotretan.” Ucap Adeline.


“Ga usah! Aileen pasti lagi sibuk jadi kamu cuma pengganggu aja.”


“Mom,, kak Archie jahat mom..” rengek Adeline kepada sang mommy.


“Sudahlah Adel lain kali aja ya,, bener kata Archie, Aileen pasti lagi sibuk banget.” Ucap Yasmine.


Akhirnya Adeline menghela nafas panjang dan pasrah jika hari itu dia tidak bisa bertemu dengan kakak ipar kesayangannya.


Setelah selesai sarapan, Archie berpamitan untuk pergi bekerja kepada orang tuanya. Claire merengek mau ikut dengan Archie namun Archie tidak mengijinkannya.


“Kenapa Archie? Kenapa kamu tidak mengijinkan aku ikut denganmu?” tanya Claire saat mereka berada di dalam kamar.


“Karena aku ini mau bekerja bukan mau berbelanja, jadi kamu ga perlu ikut aku Claire.. Kamu lebih baik di sini bantu mommy bersih-bersih rumah.” Ucap Archie.


“Aku ga bisa di sini Archie, kamu tau kan kalau keluarga kamu ga suka sama aku jadi aku ga nyaman ada di sini.. Lagian kamu kok nyuruh aku bersih-bersih sih? Kan di sini banyak pelayan.” Ucap Claire.

__ADS_1


“Ya kamu harus pinter ambil hati mereka biar mereka suka lagi sama kamu kayak dulu Claire, lagian bersih-bersih ga harus nyapu sama ngepel kok, mommy suka berkebun jadi kamu bantu dia beresin tanamannya di halaman.” Ucap Archie.


Claire hanya diam tidak mengatakan apapun, dia tau kalau dia tidak akan bisa menang melawan Archie dalam hal keluarganya.


“Kamu bilang kita akan pindah ke rumahmu bersama Aileen.” Ucap Claire sebelum Archie keluar dari kamarnya.


“Hm, hari ini aku akan membicarakannya kepada Aileen dan aku akan menyuruh pelayan rumah untuk merapihkan kamar untukmu.” Ucap Archie.


Mendengar hal itu membuat Claire merasa senang walaupun sedikit karena dia akhirnya bisa terbebas dari keluarga Archie.


“Baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan pakaianku.” Ucap Claire.


Archie hanya menganggukkan kepalanya lalu segera keluar kamar dan berpamitan kepada keluarganya untuk berangkat bekerja.


***


Di rumahnya, Aileen sedang bersiap untuk berangkat ke kampusnya dengan menggunakan pakaian bebas yang baru dia beli kemarin bersama Brenda.


Aileen terlihat cantik dengan menggunakan pakaian rapih dan terlihat seperti orang dewasa.


“Wah, non Aileen cantik sekali..” puji pelayan rumah tersebut yang biasa dipanggil bi Ijah.


“Ah bi Ijah bisa aja nih bikin Aileen GR.” Ucap Aileen.


“Ih padahal bibi beneran loh non,, oh iya ayo sarapan dulu non.” Ucap bi Ijah.


“Wah bibi udah masak pagi-pagi? Ini masih jam 6 loh bi.” Ucap Aileen.


Hari itu Aileen memang berangkat ke kampus lebih pagi karena ada MOS untuk mahasiswa baru dan Aileen tidak mau sampai terlambat masuk kuliah.


“Tentu saja non, kemarin kan non Aileen udah bilang kalo mau berangkat ke kampus lebih pagi jadi bibi siapin makannya sekarang, yuk sarapan dulu non.”


Aileen menganggukkan kepalanya dan langsung duduk di kursi makannya, dia segera menyantap makanan buatan bi Ijah yang memang selalu sesuai dengan seleranya.


“Bi, ayo sarapan bareng.” Ajak Aileen.


“Engga deh, bibi nanti aja non ini masih terlalu pagi.”

__ADS_1


“Hmm,, baiklah tapi bibi janji harus makan ya.. Buat makanan baru, jangan makan makanan sisa Aileen.” Ucap Aileen.


Selama tinggal di sana, Aileen selalu memaksa bi Ijah untuk makan bersamanya di meja makan, Aileen tidak pernah menjadikan bi Ijah sebagai pelayannya, Aileen menganggap bi Ijah sebagai orang tuanya.


“Non,, maaf nih sebelumnya… Bibi denger, tuan Archie mau membawa istri keduanya tinggal di sini ya?” tanya bi Ijah dengan ragu.


“Kenapa bi Ijah ragu gitu nanyanya? Iya bi, mas Archie mau membawa istri keduanya tinggal di sini tapi ga tau kapan.”


“Non Aileen ga sakit hati?” tanya bi Ijah.


Aileen yang mendengar ucapan bi Ijah hanya bisa tersenyum tipis lalu segera menggelengkan kepalanya.


“Bi Ijah pasti udah denger kan kenapa aku dan mas Archie menikah?” tanya Aileen yang di balas anggukan oleh bi Ijah.


“Mungkin karena aku dan mas Archie belum saling menyukai bi, aku tidak merasakan apapun saat mas Archie menikah lagi.” Jelas Aileen.


“Hm,, semoga saja di saat kalian saling mencintai kalian tidak saling melukai.” Ucap bi Ijah.


“Hm,, semoga saja hal itu tidak akan terjadi ya bi.. Aileen pamit dulu ya bi, jangan lupa makan ya assalamualaikum..” ucap Aileen yang langsung pergi menaiki mobilnya yang di hadiahkan oleh Yasmine karena Aileen berhasil lulus dan berhasil masuk ke jurusan kedokteran di universitas yang bagus.


Aileen yang sangat bahagia mengendarai mobilnya sambil bersenandung dengan musik yang bervolume kencang.


Aileen memang anak yang standar atau bahkan terbilang anak yang tidak pintar, bahkan Archie yang pernah mengajarnya saja sampai angkat tangan kepadanya, namun karena usahanya Aileen mampu masuk ke jurusan kedokteran, bahkan di universitas yang bagus dengan usahanya sendiri.


Aileen juga sangat senang karena Brenda, Bob, dan Raka berada di universitas yang sama dengannya, hanya saja berbeda jurusan.


Setelah beberapa menit akhirnya Aileen sampai di kampusnya dan segera keluar dari mobilnya.


“Hai my baby!!” sapa Brenda kepada Aileen yang baru sampai.


“Hai Bren!! Apaan sih tumben banget nyapanya sampe heboh kayak begitu.” Ucap Aileen.


“Ya kan aku juga mau rasain jadi anak gaul gitu hahaha..”


“Ih dasar! Eh di mana Bob dan Raka?” tanya Aileen yang tidak melihat kekasih dan sahabatnya itu.


“Entahlah, mungkin mereka masih di jalan.”

__ADS_1


Tidak lama kemudian ada sebuah mobil sport berwarnah merah berhenti di depan kedua wanita itu hingga membuat mereka terkejut.


“Nah kan, mereka bergaya deh..” ketus Brenda yang hanya di balas senyuman oleh Aileen.


__ADS_2