AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 73


__ADS_3

Aileen merasa tidak enak dengan Gunawan karena harus melihat dia dan Brenda bertengkar masalah pribadi di hadapannya.


“Maaf ya kak,, dia sekarang sensitif banget sama suamiku.” Ucap Aileen.


“Tidak apa Aileen, aku paham bagaimana dia mengkhawatirkanmu karena dia menyayangimu.” Ucap Gunawan.


“Hmm, dia terlalu takut kalau aku kembali dengan suamiku.”


“Dia memang takut dan itu wajar kok, tapi semua pilihan ada padamu, kamu yang harus memilih terlebih saat kamu sudah memiliki Almeera di antara kalian, kalian harus mengalahkan ego masing-masing untuk memberikan keluarga yang utuh untuk Almeera.” Jelas Gunawan.


“Wah, kak Gunawan memang selalu dewasa dalam berfikir sejak dulu.” Puji Aileen.


“Apaan sih, selama dia tidak kasar kepadamu, kembali padanya juga harus di pikirkan baik-baik ya..” ucap Gunawan yang di balas anggukan oleh Aileen.


“Kalau begitu aku pamit dulu ya kak, terimakasih banyak karena sudah memeriksa keadaan Almeera.” Pamit Aileen.


“Hmm, jangan terlalu khawatir karena Almeera hanya demam biasa, aku sudah memberikan resep nanti langsung ambil di apotek saja ya.” Ucap Gunawan.


“Siap kak!” tegas Aileen yang langsung berjalan keluar dari ruangan Gunawan.


Di luar Aileen mencari keberadaan sahabatnya itu yang ternyata sedang menunggunya di pojok ruangan sambil menundukkan kepalanya.


“Jadi? Masih marah ceritanya?” tanya Aileen menggoda sahabatnya.


“Apaan sih Leen, aku ini beneran kesel loh tadi..” ucap Brenda.


“Lagian kamu kenapa sewot banget sih? Hanya karena selembar kertas kayaknya ga masalah bukan? Mas Archie ga akan menceraikan aku lewat pengiriman Brenda, dia orang yang bertanggung jawab, kalau memang mau menceraikan aku pasti dia sudah mencariku dan berbicara langsung kepadaku.” Jelas Aileen.


“Lalu bagaimana dengan ancaman itu? Bisa saja dia akan kembali mengancammu kalau sampai kamu kembali kepada kak Archie.” Ucap Brenda.


“Ah, jadi kamu mengkhawatirkan hal itu? Mau sampai kapan aku menghindar? Apa dengan menghindar membuat aku dan Almeera bahagia? Aku harus menghadapinya Brenda, aku capek menghindar terus, aku harus tau siapa orang yang sudah mengancamku dan keluargaku.” Jelas Aileen.


Mendengar ucapan Aileen membuat Brenda hanya diam dan mendengarkan ucapannya, karena selama ini juga Raka tidak pernah berhasil mendapatkan orang yang menganjam Aileen.


“Baiklah kalau memang itu mau kamu, aku juga ga akan bisa ngelarang karena ini adalah hidupmu, kebahagiaanmu dan Almeera, aku juga ga mau melihatmu terus di penuhi dengan rasa khawatir.” Ucap Brenda dengan pasrah.


Mendengar ucapan Brenda membuat Aileen tersenyum senang karena sudah membuat sahabatnya mengerti dengan situasinya.


“Kalau begitu ayo kita pulang, mama bilang dia mau ke apartment sama Arlo.” Ucap Aileen.


Brenda hanya menganggukkan kepala dan berjalan bersama Aileen ke apotik untuk menebus obat lalu segera menuju mobil dan kembali pulang ke apartment.

__ADS_1


“Jadi bagaimana? Apa persentasimu lancar?” tanya Brenda sambil fokus menyetir.


“Hm, lancar sekali kok Bren, oh iya aku lupa kalo pampers Almeera habis.. Kita mampir supermarket dulu ya.” Ucap Aileen yang di balas anggukan oleh Brenda yang langsung menetir ke arah yang berlawanan dengan apartment mereka.


Saat Brenda sudah memarkirkan mobilnya, keduanya segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam sambil membawa stroller untuk belanjaan mereka.


Almeera yang di gendong Aileen terus tertawa dan mengoceh tidak jelas membuat Aileen dan Brenda yang sedang mendorong stroller tertawa melihatnya.


“Almeera lucu sekali Leen, mau ku gigit rasanya!” ucap Brenda.


“Enak aja! Kamu bikin sendiri sana terus di gigit sepuasnya gapapa.” Balas Aileen.


“Dih, mau bikin sama siapa gila lu!” ketus Brenda.


“Hahaha, kana da Bob, atau kak Gunawan juga sepertinya tertarik padamu.” Goda Aileen.


“Ih amit-amit!” ketus Brenda sambil bergidik ngeri.


“Jangan gitu nanti jatuh cinta loh!”


“Dih apaan sih lu!” ketus Brenda yang langsung berjalan cepat meninggalkan Aileen.


Aileen berjalan dengan santai sambil melihat ke kanan dan ke kiri untuk melihat bahan-bahan makanan yang mau dia beli.


Tanpa sengaja Aileen melihat Yasmine dan Adeline yang juga sedang memilih sayuran di hadapannya, namun mereka tidak melihat Aileen saat itu.


Aileen ingin sekali menyapa mereka, tapi dia takut kalau mereka akan menolaknya dan justru menghina anaknya.


Namun akhirnya Aileen memberanikan diri untuk berjalan menghampiri mertua dan iparnya itu.


“Mom, kak Adel..” sapa Aileen.


Yasmine dan Adeline yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh ke asal suara dan terkejut melihat Aileen yang ada di hadapannya sedang menggendong seorang bayi.


“Aileen?!” ucap Yasmine dan Adeline secara bersamaan.


“Apa kabar mom, kak Adel? Aileen ga nyangka bakal ketemu kalian di sini.” Ucap Aileen.


“Kamu sedang apa di sini?’ tanya Adeline yang perhatiannya langsung teralihkan ke arah bayi yang di gendong Aileen.


“Dia? Dia bayimu?” tanya Adeline kembali.

__ADS_1


“Ah iya kak, namanya Almeera dia anakku.” Jawab Aileen.


Namun Adeline tidak terlalu memperhatikan Almeera, yang dia takutkan adalah bagaimana kalau sampai kakaknya melihat Aileen di sini karena Archie sedang memearkirkan mobilnya.


Sedangkan Yasmine terus saja melihat ke arah Almeera yang sedang tersenyum ke arahnya.


“Dia… Mom ga tau ini mom salah lihat atau gimana, tapi dia mirip sekali dengan Archie del.” Ucap Yasmine yang membuat Adeline teralihkan ke arah Almeera.


“Benar, dia memang mirip kak Archie saat masih kecil mom..” balas Adeline.


“Tentu saja mirip tante, kak Adel, karena dia adalah anak kandung kak Archie!” sahut Brenda yang kembali karena tidak melihat Aileen di belakangnya.


Yasmine dan Adeline yang mendengar ucapan Brenda langsung terkejut tidak percaya.


“A-apa maksudnya?” tanya Adeline.


“Dia adalah anak kandung Archie, ada seseorang yang mengancamnya dan menyuruhnya untuk meninggalkan Archie waktu Aileen mau memberitahu kak Archie kalau yang dia kandung adalah anaknya dan Aileen tidak pernah tidur dengan laki-laki lain.” Jelas Brenda.


“Apa!!?” teriak Archie yang saat itu sudah berada di belakang Aileen.


Aileen dan yang lainnya langsung menoleh ke arah Archie saat mendengar teriakannya.


“Kakak! Dia keponakanku kak!” seru Adeline sambil berjalan menghampiri Archie.


“Apa dia benar-benar anakku?” tanya Archie kepada Aileen.


“Kamu bisa tes DNA kalau mau memastikannya mas.” Jawab Aileen.


“Tidak perlu! Untuk apa tes DNA? Melihat wajahnya yang sangat mirip Archie saat kecil saja sudah cukup untuk membuktikan kalau dia adalah anak Archie!” tegas Yasmine.


“Emm,, maaf mengganggu.. Tapi sebaiknya kita bicara di tempat yang lebih enak saja.” Ucap Brenda.


Semuanya mengangguk setuju dengan ucapan Brenda dan akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di café yang ada di supermarket tersebut.


“Bolehkan mommy menggendongnya Aileen?” tanya Yasmine dengan ragu.


Aileen tersenyum ke arah mertuanya itu, dia tidak menyangka kalau ternyata mertuanya menerima Almeera.


“Tentu saja boleh mom, gendonglah dia pasti sangat merindukan grandma nya.” Ucap Aileen yang langsung memberikan Almeera kepada Yasmine.


Yasmine benar-benar senang menggendong sang cucu, bahkan Almeera juga tersenyum ke arah Yasmine karena merasa nyaman di gendong sang nenek.

__ADS_1


__ADS_2