AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 87


__ADS_3

“Brenda!!!” teriak Aileen saat melihat sahabatnya sedang duduk di kursi yang ada di depan ruang perawatan.


Semua orang yang ada di sana terkejut dan segera menoleh ke arah Aileen yang berteriak sambil menangis.


“Aileen jangan teriak-teriak dong, malu tau di liatin sama orang-orang.” Bisik Adeline sambil melihat ke kanan dan ke kiri.


Namun Aileen sama sekali tidak menggubris ucapan saudara iparnya, dia langsung berlari menghampiri Brenda dengan tangis yang semakin menjadi.


“Lah gue di cuekin!” gumam Adeline yang berjalan mengikuti Aileen yang berlari sambil menggelengkan kepalanya.


“Brenda,, hikss,, hikss, apa kamu tidak apa-apa?” tanya Aileen sambil memutarkan tubuh Brenda ke kanan dan ke kiri.


“Yaampun Aileen aku baik-baik saja kok serius deh.. Udah jangan muterin badan aku lagi pusing tau!” jawab Brenda.


“Pusing? Mungkin itu efeknya! Katanya kamu jatuh dari lantai 2 terus gaada luka pasti luka dalem Bren! Cepetan di periksa lebih lanjut ayo!” ucap Aileen dengan khawatir.


Melihat Aileen yang sangat khawatir dengan keadaan Brenda membuat Archie menggelengkan kepala dan sedikit kesal dengan sikapnya.


“Cih! Apa dia pernah mengkhawatirkan aku seperti itu?” tanya Archie kepada Fiki yang ada di sebelahnya.


Sedangkan Fiki hanya tersenyum mendengar keluhan sahabat sekaligus atasannya itu, dia tidak tau kalau Archie bisa bersikap seperti anak kecil.


“Yaampun Aileen, aku ini pusing gara-gara suara kamu bukan gara-gara terluka tau! Lagian aku ga langsung jatuh kok, aku di tangkep sama kak Fiki, justru kak Fiki yang harus di periksa.” Jelas Brenda.


Mendengar penjelasan Brenda membuat Aileen terkejut dan menoleh ke arah Fiki tanpa melihat keberadaan suaminya.


“Kak Fiki! Terimakasih banyak karena sudah menyelamatkan sahabatku hikss..” ucap Aileen yang langsung berlari memeluk tubuh Fiki dan membuat Archie terkejut begitu juga dengan Fiki.


Dengan segera Archie menarik tubuh Aileen agar melepaskan pelukannya dari Fiki, lalu dia yang malah memeluk Aileen tanpa alasan.


“Ih mas Archie kenapa peluk aku?” tanya Aileen yang sudah melepaskan pelukan Archie.


“Karena aku ga mau sampe ada bekas Fiki! Lagian kamu ngapain peluk-peluk laki-laki lain?” tanya Archie dengan nada mengimtidasi.


“Aku kan ngucapin makasih ke kak Fiki karena sudah menolong sahabatku.” Jawab Aileen.


“Ya ga perlu peluk-peluk kok, bilang makasih aja udah cukup!” ketus Archie.


“Kamu kenapa jadi sewot sih mas?” tanya Aileen kesal.

__ADS_1


“Ya sewot lah! Istrinya meluk cowo lain gimana ga sewot?! Kamu aja ga pernah meluk aku duluan kayak gitu!” ketus Archie.


“Gimana mau peluk duluan, dulu kan aku ga suka sama mas.” Balas Aileen.


“Sekarang? Kamu udah suka sama aku kan? Jadi ayo peluk aku.”


Semua orang terkejut mendengar seorang Archie mengemis pelukan dari istrinya sendiri, terutama Adeline yang tidak pernah melihat kakaknya seperti itu selama hidupnya.


“Oh my God! Seriusan ini kakak gue? Yaampun, impossible!” ketus Adeline sambil menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Fiki, Brenda dan Bob hanya saling menundukkan kepala menahan tawa yang hampir keluar dari mulut mereka.


“Mas Archie kenapa sih kok malah kayak anak kecil begitu?” tanya Aileen.


“Aku kayak anak kecil? Enak aja!” ketus Archie.


“Emang kayak anak kecil kok, malu mas udah punya anak juga ih.” Ucap Aileen sambil menggelengkan kepalanya dan berjalan menghampiri Brenda kembali.


“Bren kamu baik-baik saja kan? Siapa yang melakukannya? Kamu sudah melihat wajahnya bukan? Pasti kamu tau siapa orangnya.” Ucap Aileen.


Mendengar pertanyaan Aileen membuat semuanya terdiam, Brenda juga takut mau memberitahu yang sebenarnya kepada Aileen karena Aileen sangat mempercayai Raka.


Brenda hanya memberi tatapan kepada Archie seperti meminta bantuan, dan Archie yang mengerti akan hal itu segera menghela nafas panjang sebelum dia memberanikan diri untuk menjelaskan semuanya kepada istrinya.


“Kenapa? Kenapa nada kamu berubah mas? Apa kalian semua menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Aileen.


“Kak Adel, ada sesuatu yang belum kakak ceritakan padaku ya?” tanya Aileen kepada Adeline yang juga tidak mengetahui apapun.


“Aku ga tau apa-apa Leen sumpah, kak Archie cuma ngasih aku alamat rumah sakit aja kok tadi.” Jawab Adeline.


Aileen menatap lekat kedua mata Adeline dan dia tidak melihat adanya kebohongan di sana, akhirnya perhatiannya kembali kepada kedua temannya dan suaminya.


“Ada apa? Siapa yang sudah menculik Brenda? Apa seseorang yang aku kenal?” tanya Aileen dengan ragu.


“Sayang tenanglah, aku akan memberitahu kamu kalau kamu sudah tenang.” Ucap Archie.


“Aku tenang kok, dari tadi aku tenang mas… Ada apa? Siapa orangnya?” tanya Aileen.


“Raka.” Ucap Brenda yang membuat Aileen membuka kedua matanya lebar-lebar.

__ADS_1


“Apa!? T-tidak mungkin!” ucap Aileen dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


“Mungkin Aileen, buktinya hari ini, aku juga tidak percaya kalau Raka akan melakukan hal seperti itu.” Ucap Brenda.


Aileen hanya diam tidak bisa berkata-kata lagi, seketika tubuhnya lemas hingga menjatuhkan tubuhnya hingga membuat Archie terkejut dan segera menangkap tubuh istrinya.


“Tidak mungkin, tidak mungkin Raka melakukan hal itu mas,, selama ini dia sangat baik dan sangat tulus menjaga Almeera.” Ucap Aileen.


“Aku tau, aku tau kamu tidak akan percaya dengan hal ini, tapi inilah kenyataannya sayang.” Ucap Archie.


“Aku ingin bertemu dengannya.” Ucap Aileen.


“Leen..” ucap Archie.


“Plis mas, aku ingin bertemu dengannya, aku ingin mendengar alasan dari mulutnya sendiri.” Ucap Aileen.


Archie hanya bisa menghela nafas panjang dan akhirnya mengangguk pelan menyetujui permintaan istrinya.


“Baiklah aku akan membawam bertemu dengannya, tapi aku hanya memberimu waktu 10 menit untuk bertemu dengannya.” Ucap Archie.


“10 menit terlalu sebentar mas, 30 menit.” Ucap Aileen.


“20 menit atau tidak sama sekali!” tegas Archie.


“Baiklah 20 menit sudah cukup.” Ucap Aileen mengalah.


Setelah Brenda dan Fiki melakukan pemeriksaan dan Fiki sudah di obati, Archie menyuruh Bob untuk mengantar Fiki dan Brenda menggunakan mobilnya, sedangkan Adeline di suruh untuk mengantarnya dan Aileen ke kantor polisi untuk bertemu dengan Raka.


Di sepanjang perjalanan Adeline dan Archie sudah sering mengajak Aileen mengobrol, namun Aileen sama sekali tidak bersemangat hari itu.


Archie sama sekali tidak cemburu, dia tau betul kalau Raka pernah menjadi orang yang spesial untuk Aileen, Raka juga sangat berperan penting untuk menjaga dan mengurus Almeera selama ini, jadi dia tidak bisa egois cemburu dengan orang yang sudah berperan penting dalam kehidupan istri dan anaknya.


“Kita sudah sampai, kalian berdua turunlah aku akan menunggu di sini." ucap Adeline membuyarkan lamunan Aileen.


"Kita sudah sampai? Benarkah? Aku akan turun." ucap Aileen yang langsung turun dari mobil tanpa mendengar ijin dari Archie dan Adeline.


"Aileen tunggu!" teriak Archie namun tidak di gubris oleh Aileen.


Archie menghela nafas panjang melihat tingkah sang istri yang sulit di beritahu.

__ADS_1


"Sabar ya kak, jangan di bawa perasaan jangan sampai karena hal seperti ini kakak cemburu dan membuat hubungan kalian berdua renggang lagi." ucap Adeline menyemangati sang kakak.


Archie hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya lalu dia segera menyusul Aileen masuk ke dalam kantor polisi.


__ADS_2