
Almeera Zahra Hamilton, nama baru yang di berikan oleh keluarga Archie, mereka tidak ingin nama Hamilton di hilangkan dari keturunan mereka, dan akhirnya Almeera menyandang nama Hamilton di belakang nama panjangnya saat ini.
Lucu bukan? Almeera adalah satu-satunya alasan Aileen masih bertahan sampai detik ini.
Almeera, Brenda dan keluarganya berperan penting sebagai penguat Aileen, jika tidak ada mereka mungkin Aileen sudah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena kehidupannya yang terbilang sulit.
Selama ini Brenda yang selalu bersemangat menyuruh Aileen memberitahu Archie tentang kebenaran yang selama ini dia tutupi, Brenda juga yang menyuruh Aileen untuk kembali kepada Archie dan berbahagia dengan keluarga kecilnya.
Namun apa yang selama ini Aileen takutkan benar-benar terjadi, baru saja dia mengenalkan Almeera kepada Archie dan keluarganya, Brenda sudah menjadi korban.
Aileen benar-benar di selimuti oleh rasa bersalah karena sudah menjadi alasan Brenda di culik.
Jika sesuatu terjadi kepada Brenda, mungkin dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri sampai kapanpun.
***
Tok,,tok,,tok..
“Aileen, bangun Leen ayo kita makan malam.” Panggil Adeline sambil mengetuk pintu kamar Almeera.
Mendengar suara ketukan pintu membuat Aileen terbangun dari tidur nyenyaknya dengan perasaan panik saat mengingat kalau dirinya belum mendapatkan kabar dari Archie atau Bob tentang keadaan Brenda.
Namun rasa paniknya seketika hilang saat melihat Almeera yang sudah bangun namun sama sekali tidak menangis seperti biasanya, membuat hati Aileen seketika hangat melihatnya.
“Anak mami sayang sudah bangun ya? Kamu ga nangis sayang? Pintar sekali…” ucap Aileen yang langsung menggendong Almeera dan beranjak dari tempat tidurnya.
Aileen segera menggendong Almeera dan beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu kamar dan melihat Adeline sudah berdiri di depan pintu.
“Hai Aileen, hai keponakan aunty..” sapa Adeline kepada Aileen dan Almeera.
“Hai kak Adel..” balas Aileen dengan wajah murungnya.
Adeline tau betul dari raut wajah Aileen kalau istri kakaknya itu masih merasa khawatir tentang sahabatnya. Tentu saja dia khawatir karena sahabat terbaiknya sedang di culik dan sampai saat ini dia belum mendapatkan kabar darinya.
“Aileen, kamu mandi dulu sana biar Almeera sama aku, habis itu kamu harus turun karena kita akan makan malam bersama.” Jelas Adeline.
“Iya kak, kalo gitu aku titip Almeera dulu ya, aku akan segera turun setelah mandi.” Ucap Aileen.
Namun sebelum Aileen masuk ke dalam kamar, Adeline memanggil Aileen yang membuatnya menoleh ke arah saudara iparnya.
__ADS_1
“Aileen..” panggil Adeline.
“Kenapa kak?” tanya Aileen.
“Jangan terlalu khawatir, aku tau kak Archie akan melakukan yang terbaik untuk menemukan sahabatmu.” Ucap Adeline.
Mendengar ucapan saudara iparnya itu membuat Aileen mengangguk pelan lalu tersenyum ke arah Adeline.
Adeline segera berjalan menuruni tangga bersama Almeera di gendongannya, sedangkan Aileen segera menutup pintu kamar anaknya untuk mandi dan bersiap untuk makan malam bersama keluarga suaminya.
Sedangkan di sisi lain, Archie dan Bob sedang membuat strategi bersama dengan Fiki dan orang suruhan Archie lainnya.
“Jadi bagaimana? Kalian sudah menemukan lokasi pasti ponsel Brenda bukan?” tanya Archie.
“Iya, kami sudah menemukan lokasinya.” Jawab Fiki.
“Apa itu sudah pasti? Apa kalian tau ada berapa orang yang menjaga di tempat itu? Apa mereka membawa senjata yang bisa membahayakan Brenda?” tanya Archie kembali.
“Iya tuan, kami sudah yakin kalau itu adalah tempat di mana Brenda di culik, dan hanya beberapa orang yang menjaganya, sepertinya mereka memang hanya berniat untuk mencelakai Brenda tuan bukan untuk melukainya.” Jelas Fiki.
“Siapa sebenarnya orang yang berani melakukan hal ini kepada istriku?!” ketus Archie sambil mengepalkan kedua tangannya.
“Apa kita ke sana sekarang Arch?” tanya Fiki.
Akhirnya mereka berangkat untuk menyelamatkan Brenda bersama-sama dengan hati-hati, sedangkan Bob dari tadi sibuk menghubungi Raka walaupun hasilnya nihil.
“Jangan mengandalkan temanmu itu! Sejak awal aku tau kalau dia tidak berguna!” ketus Archie.
Mendengar ucapan Archie membuat Bob terdiam dan kembali memasukkan hp miliknya ke dalam saku celananya.
Lalu tiba-tiba saja Bob mengingat barang yang dia temukan saat di apartment Aileen dan Brenda, dia melihat sesuatu yang ada di dalam sakunya.
Sebuah pena, pena yang terlihat mahal dengan lapisan emas yang selalu di pamerkan Raka kepadanya, hanya dia yang tau tentang pena tersebut karena Raka baru saja mendapatkannya dari papanya.
Raka tidak tau pasti apa hanya kebetulan, tapi kenapa pena milik Raka ada didepan apartment Aileen? Sedangkan akhir-akhir ini mereka berdua jarang sekali mengunjungi apartment Aileen dan Brenda karena sibuk dengan kuliah mereka.
“Tidak mungkin bukan? Bagaimana bisa dia melakukan itu pada sahabatnya sendiri? Pasti hanya pena yang sama saja.” Batin Bob yang kembali menaruh pena yang dia pegang di saku celananya.
Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah gedung kosong yang terlihat masih baik-baik saja dari luar namun tidak pernah ada yang menempati gedung tersebut entah karena apa.
Archie, Bob dan Fiki segera turun dari mobil, sedangkan Archie menyuruh yang lainnya untuk menunggu di dalam mobil dan menunggu aba-aba dari mereka.
__ADS_1
“Sebaiknya biarkan aku dulu yang masuk ke dalam Arch.” Ucap Fiki.
“Untuk apa? Kita masuk bareng-bareng jangan menolak!” ketus Archie.
Akhirnya Fiki hanya bisa menuruti ucapan atasan sekaligus sahabatnya itu lalu mereka masuk ke dalam gedung bersama-sama.
“Gelap sekali di sini, aku tidak bisa melihat apapun.” Ucap Archie.
“Tenang saja, aku sudah membawa senter.” Ucap Fiki yang langsung mengeluarkan tiga senter uyang di berikan untuk Archie dan juga Bob.
Mereka semua mencari keberadaan Brenda menggunakan senter mereka, namun tidak melihatnya sama sekali.
“Brenda..” panggil Bob secara perlahan.
“Bob! Bob!” teriak Brenda.
Mereka bertiga segera mencari asal suara Brenda yang ternyata berasal dari lantai atas dan membuat mereka mengarahkan senter ke atas.
“Brenda?” ucap Bob kembali.
Bob juga melihat Raka yang berada tepat di sebelah Brenda yang matanya masih tertutup dan tangan yang masih terikat.
“Raka!” ucap Bob tidak percaya.
Archie dan Fiki yang mendengar Bob memanggil Raka segera menoleh ke arah yang di lihat Bob dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Raka berada di sebelah Brenda dengan menggunakan pakaian serba hitam.
Brenda yang tidak tau jika Raka adalah orang yang menculiknya hanya bisa menoleh ke kanan dan ke kiri karena kebingungan.
“Raka? Apakah Raka juga ikut menyelamatkanku?” tanya Brenda dengan polosnya.
“Raka ada di sebelahmu Brenda, dia lah yang sudah menculikmu dan membawamu ke tempat yang seperti ini!” teriak Archie.
“Apa?!” Brenda yang awalnya tidak tau segera menoleh ke sebelah kanan dan kirinya karena dia tidak tau di sebelah mana Raka berada.
“Apa kamu harus melakukan ini Raka? Apa selama ini kamu adalah orang yang meneror mereka?” tanya Bob tidak percaya.
Raka hanya diam, dia memikirkan ucapan Claire yang menyuruhnya tidak menyebut namanya kepada siapapun.
Namun diamnya Raka membuat Bob percaya kalau Raka adalah orang yang selalu meneror Aileen dan Brenda selama ini.
“Bagaimana bisa, bagaimana bisa kamu melakukan hal itu kepada sahabatmu sendiri Raka?” tanya Bob.
__ADS_1
Namun Raka tetap diam, dia tidak mengatakan apapun untuk menjawab pertanyaan dari Bob yang selama ini menganggapnya seorang sahabat.