AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 15


__ADS_3

“Aileen!!!” teriak Archie hingga membuat Aileen yang belum tertidur itu lompat karena terkejut.


“Mas apa-apaan sih! Aku bisa jantungan kalau kamu berteriak seperti itu!” ketus Aileen.


“Kamu kenapa malah tertidur bukannya mengerjakan soal yang aku berikan!?”


“Aku sudah mengerjakannya! Lihatlah itu! Jangan asal menuduh orang kalau tidak tahu kenyataannya!” ucap Aileen kesal.


Archie segera menoleh ke meja yang di tunjuk oleh Aileen, dia segera mengambil kertas yang tadi ia berikan lalu memeriksanya dengan teliti.


Archie terkejut dengan jawaban Aileen yang benar semua, semua yang dia kerjakan benar bahkan caranya pun sudah tepat. Archie menoleh ke arah Aileen dengan tatapan menyelidik membuat Aileen tidak nyaman di buatnya.


“A-apa?! Kenapa ngeliat aku kayak begitu ha?” tanya Aileen.


“Kamu kenapa bisa menjawab semua pertanyaan ini dengan benar?” tanya Archie masih dengat tatapan yang mencurigakan.


“Aku ga bisa salah, sekarang aku bisa salah juga? Sebenernya mas Archie maunya apa sih!” ketus Aileen.


“Ya aneh aja, tadi kamu tidak mengerti saat aku jelaskan, kenapa sekarang kamu menjawab semua pertanyaan dengan benar?”


Aileen terkejut, dia lupa kalau tadi dia pura-pura tidak mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Archie.


“Mati aku! Kenapa aku bisa lupa kalau aku tadi berpura-pura tidak mengerti?” gumam Aileen sambil memalingkan wajahnya.


“Jangan-jangan kamu hanya mengerjai aku ya!? Kamu sebenarnya mengerti hanya saja kamu berpura-pura tidak mengerti kan!?” selidik Archie.


Aileen menoleh ke arah Archie dan memamerkan gigi putihnya tanpa merasa bersalah sama sekali.


“Kamu!! Lihat saja aku akan mengadukanmu kepada mommy!” tegas Archie.


“Jangan mas! Kamu kok jahat banget sih, aku kan Cuma pura-pura ga paham aja masa sampe segitunya sih!” rengek Aileen.


Drrtt,,drrtt,..


Di tengah-tengah ketegangan yang ada di dalam ruangan Archie, tiba-tiba saja hp Aileen berdering membuatnya bernafas lega karena bisa keluar dari situasi tersebut.


“Bob? Syukurlah setidaknya aku bisa terbebas dari situasi ini.” gumam Aileen saat melihat nama sahabat laki-lakinya di layar hpnya.


“Halo Bob ada apa?” ucap Aileen.


“…”


Aileen melirik ke arah Archie terlebih dulu, dia melihat Archie sedang menatapnya dengan tatapan yang mematikan.

__ADS_1


“O-oke, aku ikut denganmu tapi aku sedang tidak ada di rumah, aku akan memberikan alamat tempatku berada.” Ucap Aileen yang langsung mematikan telfonnya.


“Em,, mas, aku mau keluar sama temanku dulu ya..” ucap Aileen meminta ijin kepada sang suami.


“Teman siapa? Laki-laki? Mau ke mana kamu sama laki-laki ha?” tanya Archie.


“Kenapa sewot banget sih mas! Aku mau keluar sama siapa juga terserah aku lah! Bukannya kita juga sepakat untuk tidak mencampuri urusan pribadi satu sama lain?” ketus Aileen.


“Aku tidak mencampuri urusanmu, hanya saja aku masih memiliki tanggung jawab atas dirimu! Kalau sampai ada apa-apa dengan dirimu aku harus mengatakan apa kepada orang tua kita hah!? aku tidak mau di marahi hanya karena dirimu!” jawab Archie.


“Aku pergi hanya sebentar saja dan akan langsung kembali kemari, temanku bernama Bob, aku biasa keluar sama dia kok kumpul sama yang lain, tidak perlu takut karena aku juga tidak akan macam-macam kok!” ucap Aileen.


Archie tidak menjawab ucapan Aileen, dia hanya diam menatap Aileen dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


“Mas Archie harus tunggu di sini ya, jangan kemana-mana karena aku akan kembali ke sini dan kita pulang bersama-sama, oke?” ucap Aileen sambil membawa tasnya namun dia tidak membawa buku-bukunya.


Tanpa mendengar balasan dari Archie, Aileen langsung berlari keluar dari ruangan Archie.


“Anak itu kenapa suka sekali bermain dengan laki-laki! Lihatlah bukunya berserakan di mana-mana!” omel Archie sambil membereskan semua buku-buku Aileen yang berserakan di atas mejanya.


Tok,,tok,,tok..


“Masuk!” ucap Archie saat ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.


“Arch, ayo kita makan siang!” ajak Fiki.


“Hahaha, kamu sudah seperti om-om yang mengasuh keponakanmu Arch!” ucap Fiki sambil tertawa melihat sahabatnya merapihkan buku-buku di atas mejanya.


“Diamlah! Aku sedang tidak ingin bercanda!”


“Lalu kemana bocah itu?” tanya Fiki sambil melihat ke sekeliling ruangan kerja Archie.


“Dia sedang keluar dengan temannya, biarkan saja dia pergi aku sudah pusing menghadapi tingkahnya!” ucap Archie sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah selesai merapihkan semua buku-buku milik Aileen, akhirnya Archie dan Fiki keluar dari ruangan Archie untuk makan siang, Fiki juga mengajak Dennis untuk makan bersama dengan mereka seperti biasanya.


“Kita makan di luar ya Arch, aku sudah bosan dengan suasana kantin perusahaan.” Rengek Fiki.


“Aku setuju!” sambung Dennis.


“Hm, baiklah terserah kalian saja aku ikut.” Ucap Archie.


“Tidak jauh dari perusahaan ada café baru yang cukup terkenal karena suasana cafenya yang bagus, bagaimana kalau kita ke sana saja?” tanya Dennis.

__ADS_1


“Boleh tuh, ayo kita ke sana saja.” jawab Fiki.


Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke café yang berada di sekitar perusahaan Archie.


Sesampainya di sana, mereka segera memilih meja yang berada di pojok ruangan dan langsung memesan makanan dan minuman.


“Arch, sepertinya sejak tadi kamu hanya diam saja, biasanya juga kalau kita sedang bicara kamu pasti ikutan bicara.” Ucap Dennis.


“Dia itu sedang kesal karena baru saja membereskan buku-buku Aileen yang membuat ruangannya berantakan.” Jawab Fiki.


“Oh iya, di mana Aileen? Keponakanmu itu sangat menggemaskan Archie! Aku suka sekali dengannya.” Ucap Dennis dengan antusias.


“Keponakan?” Archie mengerutkan keningnya sambil menatap tajam ke arah Dennis.


“Hm, bukannya dia keponakanmu?”


“Dia bukan keponakanku!”


“Lalu dia siapa? Fiki dan Aileen yang mengatakan kalau dia adalah keponakanmu.”


“Dia istriku!” tegas Archie yang membuat Dennis terkejut, tak terkecuali dengan Fiki yang ikut terkejut karena sahabatnya itu mau mengungkapkan pernikahannya.


“Apa! Jangan bercanda Archie, Aileen masih terlalu muda untukmu.”


“Apa aku setua itu sehingga aku tidak pantas untuknya?”


“B-bukan seperti itu, tapi aku benar-benar tidak menyangka kalau kamu mau menikah dengan orang lain.” Ucap Dennis.


“Berarti aku dan Fiki sudah tidak perlu mencari keberadaan Claire kan?” lanjutnya.


Mendengar hal itu Fiki segera menginjak kaki Dennis hingga membuatnya merasa kesakitan.


“Aw! Sakit Fiki! Kenapa kamu menginjak kakiku!?”


“Kalian tetap harus mencari keberadaan Claire bagaimanapun caranya, aku tidak mau tahu kalian berdua harus tetap mencari keberadaan Claire!” tegas Archie.


“Apa? Bagaimana bisa begitu? Jika kami berhasil menemukan Claire lalu bagaimana nasib Aileen?” tanya Dennis.


Archie hanya diam saja tidak menanggapi ucapan sahabatnya itu, perhatian Archie terbagi karena melihat seseorang yang di kenalinya baru saja masuk ke dalam café tersebut.


Fiki dan Dennis yang menyadari kalau Archie sedang melihat sesuatu langsung mengikuti mata Archie dan terkejut melihat Aileen baru saja masuk ke dalam café bersama dengan teman laki-lakinya.


“Itu Aileen bukan? Siapa laki-laki itu?” tanya Dennis yang tidak di gubris oleh Archie dan Fiki.

__ADS_1


“Waw! Sepertinya akan ada perang dunia nih!” gumam Fiki sambil melirik ke arah sahabatnya.


“Memalukan! Kenapa di saat aku sudah memberitahu Dennis kalau dia istriku dia malah kemari bersama laki-laki lain!” batin Archie.


__ADS_2