AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 41


__ADS_3

Aileen, Brenda dan Bob sedang berada di pinggir danau buatan yang sering mereka datangi.


"Kamu ngapain ke sini Aileen?" Tanya Brenda.


"Gapapa, aku pengen aja ke sini.. Kalian berdua kalo capek pulang aja sana, aku baik-baik saja kok.." ucap Aileen.


Tidak ada jawaban dari kedua sahabatnya itu, Aileen menoleh ke arah sahabatnya lalu tersenyum.


"Jangan bilang kalian pikir aku akan bunuh diri loncat dari sini? Hahaha, jangan bodoh deh yaampun aku ga segila itu!" ucap Aileen yang tertawa terbahak-bahak karena ekspresi wajah sahabatnya yang terlihat khawatir.


Brenda dan Bob hanya menatap sendu ke arah Aileen, keduanya tau walaupun Aileen terlihat baik-baik saja pasti ada sedikit rasa kecewa terhadap Archie selaku suaminya.


"Leen, apa aku perlu menelfon Raka?" Tanya Brenda yang membuat Aileen sedikit terkejut mendengarnya.


"Aku ga salah denger Bren? Bukannya kamu ga suka aku pacaran sama Raka?" Tanya Aileen.


"Iyasih dulu, sebelum tau kalau ternyata kak Archie kayak gitu.. Sekarang aku dukung kok kalo kamu mau pacaran sama Raka." ucap Brenda.


Aileen hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu, Aileen juga tidak tau harus bersikap seperti apa karena selama ini Brenda adalah orang yang paling menentang hubungannya dengan Raka.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku yakin Raka juga masih terkejut dengan hubunganku dan mas Archie, aku ga mau kalo dia semakin pusing jika harus menemaniku." jelas Aileen.


"Kata siapa? Aku akan tetap menemanimu walaupun aku terkejut dengan penjelasanmu waktu itu." ucap seseorang dari belakang dan membuat ketiga orang itu menoleh ke belakang.


"Raka!?" ucap ketiganya dengan kompak.


"Wah, kalian bertiga memang benar-benar sahabat sejati ya.. Kompak sekali." ucap Raka sambil tersenyum lebar seperti tidak terjadi apa-apa.


Raka berjalan mendekati Aileen sambil tersenyum ke arahnya, hingga Raka berada tepat di hadapan Aileen dan membuat Aileen sampai memundurkan kepalanya sedikit.


"Kamu sejak kapan di sini?" Tanya Aileen.


"Kamu mendengar semuanya?"


"Dengar, aku mendengar semuanya.. Aku juga mau jujur padamu."


"Apa itu?"


"Jujur saja awalnya aku mendekatimu bukan karena suka, tapi karena kamu adalah wanita yang cantik di sekolah, kamu populer, banyak laki-laki yang menyukaimu dan berebut untuk mendapatkanmu."

__ADS_1


"Tapi ternyata, setelah beberapa kali jalan denganmu, aku baru sadar kalau kamu juga wanita yang sangat baik. Walaupun kamu populer, kamu tidak pernah sombong dan selalu ramah kepada siapapun."


"Dan hari ini aku memutuskan untuk menerima kamu apa adanya, menunggumu berpisah dengan suamimu dan aku akan selalu ada untukmu." ucap Raka.


Mendengar ucapan Raka yang seperti itu membuat Aileen terkejut hingga dirinya meneteskan air mata terharu.


"Terimakasih, terimakasih karena sudah mau jujur padaku dan terimakasih karena tetap mau berada di sampingku." ucap Aileen.


"Tidak perlu berterimakasih, karena itu sudah menjadi tugasku sebagai kekasihmu." ucap Raka.


Brenda dan Bob yang melihatnya hanya bisa tersenyum karena setidaknya Aileen memiliki seseorang yang akan menjaganya.


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya Leen.." ucap Bob.


"Loh, kenapa pulang?" Tanya Aileen.


"Kamu sudah ada teman, jadi tugas kami sudah selesai.. Semangat Aileen, kami akan selalu mendukungkumu dan kami ingin kamu menjadi orang yang bahagia." teriak Bob dari kejauhan.


"Aku ga mau ngomong ini, tapi kali ini aku setuju sama ucapan Bob." sambung Brenda.

__ADS_1


Aileen hanya tersenyum lebar lalu menganggukkan kepalanya ke arah sahabatnya itu, Aileen benar-benar bersyukur memiliki orang-orang yang perduli kepadanya dan selalu mendukungnya.


__ADS_2