
Semua orang sudah berada di dalam café dan duduk bersama di ruangan sendiri yang ada di café tersebut.
“Di sini lebih enak, jadi bagaimana? Ceritakan apa yang sebenarnya kamu alami Aileen?” tanya Archie.
Aileen menceritakan semua kejadian yang dia alami, semua terror yang datang kepadanya, bahkan Aileen juga memperlihatkan semua isi pesan yang di kirim oleh orang yang mengancamnya membuat Archie mengepalkan kedua tangannya menahan emosinya.
“Kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku?! Apa sesulit itu mengatakan yang sebenarnya kepadaku Aileen?!” ketus Archie yang membuat Aileen terkejut.
“Archie, kenapa kamu memarahi Aileen? Dia baru memiliki keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya padamu lalu kenapa kamu marah?” tanya Yasmine.
“Bisakah kalian semua keluar dulu, aku harus berbicara empat mata kepada Aileen.” Ucap Archie.
“Tapi… Leen, kamu baik-baik saja kan?’ tanya Brenda.
Aileen hanya tersenyum kepada semua orang yang ada di sana untuk menunjukkan kalau dia tidak apa-apa.
“Hm aku baik-baik saja kok, kalian keluarlah dulu, Aileen titip Almeera ya mom..” ucap Aileen dengan senyuman khasnya.
“Hm, mom akan menjaga cucu mom dengan baik, kamu tenang saja.” Ucap Yasmine.
“Terimakasih..” balas Aileen.
“Kak, kamu jangan macem-macem sama Aileen loh!” ketus Adeline.
“Kenapa? Bukannya dulu kamu sangat tidak menyukainya?” tanya Archie.
“Ih apaan sih kak, aku kan terlanjur kesel sama dia dulu!” balas Adeline.
“Sudah ayo keluar dulu, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka berdua.” Ajak Yasmine yang di balas anggukan oleh semuanya.
Setelah memastikan semua orang keluar dari ruangan tersebut, Archie segera menutup rapat tirai untuk menutup semua kaca yang ada di ruangan tersebut agar tidak bisa di lihat oleh orang lain dari luar.
“K-kenapa di tutup mas? Apa segitu marahnya kamu kepadaku?” tanya Aileen yang takut kalau Archie akan memukulnya atau melakukan sesuatu yang menyakitinya.
Namun hal yang terjadi bukanlah apa yang di pikirkan oleh Aileen, justru Archie mendorong Aileen ke sudut tembok dan mulai mel*mat bibir mungil Aileen dan membuat Aileen terkejut dan tanpa sadar mendorong tubuh Archie.
“Mas, kamu apa-apaan sih?” tanya Aileen.
“Aku merindukanmu Aileen, aku sangat merindukanmu…” ucap Archie yang langsung memeluk tubuh Aileen dengan erat.
Aileen tiba-tiba mendengar suara tangisan dari Archie dan membuatnya terkejut karena tidak pernah mendengar suaminya menangis.
__ADS_1
“Mas? Kamu baik-baik saja kan? Kamu menangis?” tanya Aileen.
“Maafkan aku karena aku tidak becus menjadi seorang suami, maafkan aku karena aku tidak menjagamu dari jauh, aku ga tau kalo kamu mengalami hal sulit saat itu, maaf karena aku tidak bisa menjagamu saat kamu mengandung Almeera..” ucap Archie sambil menahan tangisnya.
Aileen yang awalnya terkejut seketika langsung terdiam dan ikut menangis kejar karena mengingat semua kesulitan yang dia alami waktu mengandung Almeera.
“Hikss,, hikss,, kenapa kamu minta maaf mas,, aku yang seharusnya minta maaf kepadamu, harusnya aku yang berani mengatakan semuanya kepadamu agar tidak mengalami kesulitan seperti kemarin,, hiksss bahkan aku hampir mau menyerah saat itu, tapi aku mengingat Almeera yang selalu menendang perutku seolah menyadarkanku.” Ucap Aileen.
Archie semakin mengeratkan pelukannya, lalu menciumi kening Aileen tanpa henti.
“Aku mencintaimu Aileen, sangat mencintaimu!!” ucap Archie yang mau mencium bibir Aileen namun Aileen di menahannya.
“Kenapa Aileen? Apa kamu belum memiliki perasaan kepadaku?” tanya Archie.
“Bukannya begitu mas, tapi kamu sudah menggugat cerai aku, apa berarti kita bukan suami istri lagi sekarang?” tanya Aileen yang membuat Archie terkejut.
“Apa!? Siapa yang mengatakan itu! Aku tidak pernah menggugat cerai kamu Aileen!” tegas Archie.
“Tapi kamu mengirim surat cerai lewat pos kak..”
“Engga, aku sama sekali ga mengirim surat cerai untukmu! Aku bahkan tidak pernah ada niatan untuk menceraikanmu!” ucap Archie.
“Aku harus segera melihat dokumen itu, dan aku juga ingin melihat kembali nomer yang menerormu." ucap Archie.
Aileen segera memberikan hpnya kepada Archie untuk melihat kembali nomer yang meneror Aileen.
"Apa kamu pernah melacak nomer ini?" tanya Archie.
"Hmm, aku sudah pernah menyuruh Raka melacaknya, tapi dua bilang itu adalah kartu lama dan tidak perlu registrasi jadi tidak ada data yang bisa di cari." jelas Aileen.
"Raka? Kamu masih berhubungan dengan laki-laki itu?" tanya Archie.
"Hm, iya dia dan Bob masih sering mengunjungi Almeera di apartmentku." jawab Aileen.
"Aku ga suka kamu bertemu dengannya lagi!" ketus Archie.
"Jangan begitu, selama ini dia yang selalu membantuku, lagipula dia sudah memiliki pacar tau!" ucap Aileen.
"Benarkah dia sudah punya pacar? Tapi kenapa aku ragu?" tanya Archie.
"Kamu ngajak ribut ya?" tanya Aileen yang di balas tawa oleh Archie.
__ADS_1
"Hahaha maaf aku kangen liat kamu marah-marah tau..." canda Archie.
"Menyebalkan! Aku yang capek marah-marah terus!" ketus Aileen.
"Iyaudah maaf kalo buat kamu marah ya istriku sayang,,, setelah ini aku akan menyuruh mommy menyiapkan perayaan pernikahan kita dan aku akan mengumumkan kepada semua orang kalau kamu adalah istriku!" ucap Archie.
"Benarkah? Tapi... Bagaimana kalau orang itu kembali lagi?" tanya Aileen.
"Tidak akan, aku akan memastikan dia tidak akan mengganggumu lagi sayang.. Aku akan mencaritahu siapa dia sebenarnya." ucap Archie.
"Apa boleh aku minta sesuatu?" tanya Aileen.
"Tentu saja! Apapun itu."
"Aku ingin kamu menyuruh orang mengutus orang untuk menjaga keluarga ku dan Almeera." ucap Aileen.
"Hanya itu? Tanpa kamu minta pun aku akan menyuruh orang terbaik untuk menjaga mereka Aileen kamu tenang saja, tidak akan ada yang berani menyentuh keluargamu atau anakku!" ucap Archie.
"Terimakasih mas..."
"Jangan berterimakasih, ini adalah bentuk permintaan maaf dariku dan juga rasa terimakasih karena sudah melahirkan seorang putri yang sangat cantik dan juga mirip denganku.." ucap Archie.
"Apa kamu senang karena dia mirip denganmu?" tanya Aileen.
"Tentu saja! Aku sangat senang!"
"Yah, sebenarnya aku juga senang karena aku bisa menatap wajah Almeera saat merindukanmu." ucap Aileen.
Archie sangat gemas dengan sikap Aileen yang sama sekali tidak berubah sedikitpun, dan rasanya Archie sangat bahagia hari itu karena cintanya sudah kembali kepadanya.
Sedangkan di luar, Brenda juga khawatir karena tirai ditutup sangat rapat hingga membuatnya tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di dalam.
"Tante, kak Archie ga akan menyakiti Aileen kan? Kenapa tirainya di tutup?" tanya Brenda kepada Yasmine.
"Aku kenal sekali dengan anakku, dia tidak akan melakukan kekerasan kepada wanita, apalagi dia sangat mencintai Aileen." ucap Yasmine.
"Tapi, tadi sepertinya kak Archie sangat marah kepada Aileen." ucap Brenda.
"Kamu tenang saja, kak Archie masih bisa menahan emosinya kalo sama perempuan." sahut Adeline.
Brenda hanya bisa pasrah sambil melihat ke ruangan yang ada di hadapannya, berharap kalau Archie tidak terlalu parah marah kepada Aileen.
__ADS_1