AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 86


__ADS_3

Setelah selesai bersiap dan semacamnya, Aileen segera meminta Adeline untuk mengantarnya ke rumah sakit karena dia tidak sabar untuk melihat keadaan sahabatnya.


“Mom, Aileen titip Almeera dulu ya soalnya ga mungkin Aileen ngajak Almeera ke rumah sakit yang banyak penyakit.” Ucap Aileen.


“Emang itu yang mommy mau, untung kamu juga sepemikiran, kamu tenang aja Almeera aman di sini kok sayang.” Ucap Yasmine.


“Terimakasih mom, kalo gitu Aileen berangkat dulu ya, dah mom dah dad.” Pamit Aileen.


Lalu Aileen mendekati anak perempuannya lebih dahulu dan menciumi pipi mungilnya.


“Anak mami baik-baik sama grandmom ya,, jangan nakal dan jangan rewel ya sayang..” ucap Aileen lalu mencium kening Almeera.


Setelah berpamitan kepada semuanya akhirnya Aileen dan Adeline segera berangkat menuju rumah sakit.


“Tenanglah, aku tadi udah ngehubungin kak Archie dia bilang ga ada luka serius kok di tubuh Brenda.” Jelas Adeline.


“Iya kak tapi ga tau kenapa aku masih khawatir aja gitu rasanya.” Ucap Aileen.

__ADS_1


“Iya aku mengerti perasaanmu Aileen, sebentar lagi kita sampai kok.” Ucap Adeline.


Aileen hanya menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Adeline. Dan tidak lama kemudian mereka berdua akhirnya sampai di depan rumah sakit.


Aileen bergegas masuk ke dalam rumah sakit dan mencari kamar sahabatnya, sedangkan Adeline hanya bisa menggelengkan kepala melihat kekhawatiran saudara iparnya itu.


***


Di sisi lain, seorang wanita sedang mengutuki kebodohan keponakannya yang tertangkap oleh polisi.


Di sana terbaring seorang laki-laki paruh baya yang tidak sadarkan diri, ada banyak sekali selang yang menempel pada bagian tubuhnya, laki-laki paruh baya tersebut tak lain dan tak bukan adalah papi Raka yang saat ini sedang sakit keras dan sudah tidak bisa mengurus perusahaan lagi.


Claire lah yang menggantikan kakaknya itu untuk mengurus perusahaan, dia mengancam Raka kalau dia tidak menuruti ucapannya maka Raka tidak akan pernah bisa meneruskan perusahaan.


Namun siapa sangka kalau saat ini Raka sudah di tangkap oleh polisi, bahkan Raka tidak melakukan perlawanan saat polisi menangkapnya dan itulah kesalahan terbesarnya.


“Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan! Tidak mungkin dia akan menyebut namaku saat di introgasi polisi bukan?” gumam Claire yang sangat khawatir.

__ADS_1


“Oeekk,, oekk,, oeek..” seorang anak perempuan sedang menangis di sebuah box bayi yang membuat Claire kesal.


“Diamlah! Kamu ini menyusahkan! Kalau tau akan begini aku tidak akan pernah melahirkanmu!” teriak Claire yang membuat bayinya menangis semakin kencang.


“Arrghhh!!” teriak Claire frustasi.


Setelah melahirkan, Claire sama sekali tidak pernah menyentuh bayinya, bahkan untuk menyusui sekalipun, menurutnya karena bayi itulah dia di tinggalkan oleh Archie dan membuatnya membenci bayi itu.


Bayi perempuan yang dia beri nama Teressa, bayi cantik dan imut berkulit putih dan hidung yang mancung, namun sayang Claire sama sekali tidak memperdulikannya dan membiarkan Teressa di asuh oleh seorang pembantu.


Usia teressa hanya beda beberapa bulan lebih tua dari Almeera, dan itu yang semakin membuat Claire kesal karena saat ini sudah ada bayi di antara Aileen dan Archie.


“Yaampun nyonya Tere menangis..” ucap pembantu rumah tangga yang biasa mengurus Teressa.


“Ya tau kalo nangis, gendong kek buat dia berhenti menangis karena aku pusing mendengar suara tangisannya!” ketus Claire.


Mendengar ucapan Claire hanya membuat pembantunya menggelengkan kepala tidak menyangka dan segera mengambil Teressa dari box bayinya.

__ADS_1


__ADS_2