
Brenda terus saja bertanya kepada Aileen namun Aileen hanya diam di tempatnya sambil melihat paket yang sudah terjatuh di lantai.
“Aileen kamu kenapa dii…” ucapan Brenda terpotong saat dirinya sudah menghampiri Aileen dan meilihat paket yang di berikan kepada Aileen.
“Yaampun! Siapa yang memberikan ini kepadamu!?” tanya Brenda yang langsung membersihkan paket yang sudah berserakan tersebut dan memasukkannya ke lastik sampah agar tidak bisa di lihat lagi oleh Aileen.
“Kamu baik-baik saja kan Leen?” tanya Brenda sambil memegang kedua bahu Aileen yang masih terkejut dengan kejadian tadi.
“Eh,, a-aku, aku b-baik-baik saja kok..” ucap Aileen yang masih mematung di tempatnya.
“Kam jangan memikirkan hal ini ya, kamu istirahat aja ya Leen, aku akan memberitahu perwakilan kelasmu kalau kamu sedang tidak enak badan.” Ucap Brenda.
Aileen segera menggelengkan kepala mendengar ucapan Brenda, Aileen tetap pada pendiriannya untuk pergi berkuliah karena dia tidak ingin melewatkan kelasnya.
“Ayolah Leen jangan keras kepala, kamu mengalami hal buruk hari ini jadi jangan egois dan beristirahatlah.” Ucap Brenda sedikit memaksa.
“Hahh,, baiklah aku akan menuruti ucapanmu Bren, aku akan mengabari perwakilan kelasku untuk meminta ijin kepada dosenku.” Ucap Aileen yang akhirnya mengalah.
“Nah gitu dong!! Kamu tenang aja, aku pasti langsung mengabari perwakilan kelasmu.” Ucap Brenda.
“Lalu gimana Bob dan Raka? Mereka pasti kesel karena mereka udah jauh-jauh ke sini malah aku ga jadi ikut.” Ucap Aileen.
“Udah kamu tenang aja, mereka ga sia-sia kok dateng ke sini, aku kan juga mau nebeng mereka nanti, aku juga akan membawa mobilku.” Ucap Brenda.
Aileen yang mendengar ucapan sahabatnya itu hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arahnya.
“Istirahatlah, aku akan mengantarmu ke kamarmu.” Ajak Brenda yang di balas anggukan oleh Aileen.
Akhirnya hari itu Aileen memutuskan untuk beristirahat sesuai dengan perintah dari Brenda.
***
Di tempat lain, Yasmine dan Adeline yang sudah berada di rumah Archie segera masuk ke dalam rumah tanpa menunggu lagi karena Yasmine sudah tidak sabar bertemu dengan anaknya.
“Selamat siang nyonya Yasmine, nona Adel..” sapa bi Ijah menyambut kedatangan Yasmine dan Adeline.
“Siang bi, di mana Archie bi?” tanya Yasmine.
__ADS_1
“Tuan Archie di atas nyonya.” Jawab bi Ijah.
“Dia ga siap-siap ke kantor bi? Sekarang kan sudah siang.” Ucap Yasmine.
“Ga tau nyonya, tuan ga ngomong apa-apa ke saya.” Jawab bi Ijah kembali.
“Baiklah bi, bibi kembali bekerja aja biar aku dan mommy langsung ke kamar kakak.” Sahut Adeline.
Bi Ijah yang mendengar ucapan Adeline langsung menganggukkan kepala lalu segera meninggalkan kedua majikannya dan kembali masuk ke dalam dapur.
Sedangkan Adeline dan Yasmine segera berjalan menaiki tangga menghampiri Archie yang berada di dalam kamar.
Tok,,tok,,tok..
“Kak,, kak Archie ini aku Adel dan mom.” Panggil Adeline sambil mengetuk pintu kamar kakaknya.
Namun Adel dan Yasmine tidak mendengar ada jawaban sama sekali dari dalam kamar Archie, keduanya saling menatap satu sama lain lalu Adel kembali mengetuk pintu kamar kakaknya untuk yang kedua kalinya.
Keduanya khawatir jika Archie akan melakukan hal yang tidak-tidak karena putus cinta, seperti di sinetron yang ada di televisi.
“Kak, kak Archie jangan bikin aku dan mom panik deh! Aku dobrak nih pintunya!” ancam Adel sambil mengetuk pintu kembali.
Adel segera membuka pintu kamar kakaknya yang ternyata tidak di kunci.
“Hah?! Jadi dari tadi ini pintu ga di kunci? Yaelah tau gitu udah aku buka dari tadi!” ketus Adeline sambil menatap sinis ke arah pintu kamar kakaknya.
“Udah jangan marah-marah! Nanti kakak kamu makin stress!” ketus Yasmine yang mendengar ucapan anaknya.
Adeline hanya terdiam lalu berjalan mendekati kakaknya yang sedang berada di balkon kamarnya.
“Archie sayang, kamu ngapain di sini nak?” tanya Yasmine sambil menepuk bahu Archie dengan pelan.
“Ga ngapa-ngapain kok mom, Archie cuma lagi melihat pemandangan luar aja.” Jawab Archie.
“Kak Archie ga lagi mikir buat loncat dari sini kan?” tanya Adeline yang langsung di pukul oleh mommynya.
“Aw! Mom kenapa mom mukul aku? Sakit tau!” ucap Adeline sambil memegang bahunya yang baru saja di pukul oleh mommynya.
__ADS_1
“Kamu ngaco kalo ngomong!” ketus Yasmine.
“Gila ya kamu? Ya rugi aku loncat dari sini, bukannya mati malah patah tulang doang ngabisin duit!” ketus Archie.
Mendengar ucapan anak laki-lakinya Yasmine segera memukul bahu anaknya dengan kencang.
“Aw, mom kok mukul aku juga?” tanya Archie.
“Kamu juga sama gilanya sama adik kamu Arch! Dosa apa mommy punya anak kayak kalian berdua!” ketus Yasmine sambil menggelengkan kepalanya.
Archie tertawa tiba-tiba membuat Yasmine dan Adeline saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya mereka berdua ikut tertawa bersama Archie.
“Kamu ternyata baik-baik saja ya Archie.” Ucap Yasmine yang sudah bisa bernafas lega melihat anaknya baik-baik saja.
“Archie sedang berusaha untuk mengikhlaskan mom, Archie ga bisa memaksa perasaan Aileen untuk menyukai Archie.” Ucap Archie.
“Awalnya aku kira Aileen wanita baik-baik, tapi dia mau juga di tidurin sama cowok lain! Cih!” ketus Adeline.
“Adel, kamu ga boleh bilang kayak gitu! Kita masih ga tau Aileen benar-benar mau atau saat itu dia sedang tidak sadarkan diri.” Sahut Archie membela Aileen.
“Cih, kenapa sih kak Archie selalu membelanya!?”
“Bukan membela, tapi memang kamu sudah berlebihan Adel!” sambung Yasmine.
“Kamu lupa dulu kamu sangat menyayanginya? Dia sangat baik dan menggemaskan sampai kamu menganggapnya sebagai adikmu sendiri?” lanjut Yasmine.
“Justru karena aku sangat menyayanginya makanya aku sangat kecewa dengannya mom!” ketus Adeline yang langsung pergi dari kamar sang kakak meninggalkan Archie dan Yasmine di sana.
Sedangkan Archie dan Yasmine yang melihat kepergian Adeline hanya bisa mematung karena bingung dengan sifat Adeline.
“Adel segitu sakit hatinya sama perlakuan Aileen ya Arch..” ucap Yasmine yang masih menatap ke arah pintu kamar anaknya yang terbuka.
“Tentu saja, dulu Adel lah yang selalu membela Aileen kalau aku menyinggung Aileen.” Jawab Archie.
“Dan kamu? bagaimana denganmu? Apa kamu kecewa dengan perlakuan Aileen?” tanya Yasmine.
“Tentu saja rasa kecewa itu ada, tapi aku bercermin pada diriku sendiri yang memutuskan untuk menikahi Claire saat itu.. Jika aku tau jadinya akan seperti ini mungkin aku tidak akan menikahi Claire mom, padahal aku menikah hanya untuk mencari bukti kejahatan Claire.” Jelas Archie.
__ADS_1
“Sudahlah jangan menyalahkan dirimu sendiri, mom yakin kalau Aileen jodohmu dia pasti akan kembali padamu lagi.” Ucap Yasmine.
Archie hanya tersenyum menatap wajah mommynya, lalu menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan sang mommy.