AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 55


__ADS_3

“A-apa dok? Hamil?” tanya Aileen tidak percaya.


“Iya, di mana suami kamu? Harusnya dia yang menemanimu pasti dia sangat bahagia.” Ucap dokter tersebut.


Aileen hanya diam saja tidak mengatakan apapun, dia masih mematung karena tidak percaya dengan ucapan dokter tersebut.


“Atau jangan-jangan, kamu hamil di luar nikah ya?!” tanya dokter tersebut dan membuat Aileen semakin terkejut.


“Enak aja, saya udah punya suami tau dok tapi ga percaya aja.. Kalau begitu saya pamit dulu terimakasih dok..” ucap Aileen yang di balas anggukan oleh dokter tersebut.


Aileen keluar dengan wajah yang masih terkejut karena ucapan dokter tersebut, dia segera berjalan menghampiri bi Ijah dengan wajah yang malas.


“Non, kenapa murung begitu? Apa kata dokter?” tanya bi Ijah.


Aileen tidak mengatakan apapun, dia hanya duduk di sebelah bi Ijah dengan tatapan kosong.


“Non, apa non Aileen sakit parah?” tanya bi Ijah dengan wajah khawatir.


“Engga bi, tapi lebih parah dari itu..” ucap Aileen.


“Yaampun non! Lebih parah dari sakit parah terus apa dong??” tanya bi Ijah.


“Aileen hamil bi..” ucap Aileen dengan ekspresi yang tidak terbaca.


“Wah, Alhamdulillah dong berarti non.. Tuan Archie pasti senang sekali mendengar kabar ini.” Ucap bi Ijah dengan antusias.


“Jangan! Jangan kasih tau mas Archie dulu ya bi, Aileen mohon..” tegas Aileen.


“Kenapa non? Tuan Archie pasti sangat menyukainya.” Ucap bi Ijah.


“Tapi aku ga mau kalau mas Archie tau secepat ini bi, biar Aileen aja yang ngasih tau ya.. Pasti mas Archielebih seneng kalo Aileen yang ngomong langsung.” Ucap Aileen.


“Ah iya benar juga! Kalau begitu ayo kita pulang non udah malem ga baik ibu hamil sering kena angin malam.” Ajak bi Ijah.


“Kita ke supermarket dulu ya bi, seenggaknya kita pulang harus bawa sayur kan? Aileen juga mau beli susu hamil.” Ucap Aileen yang di balas anggukan oleh bi Ijah.


Akhirnya Aileen bersama bi Ijah segera menuju ke pintu keluar rumah sakit dan masuk ke dalam mobil yang memang sudah menunggu mereka di depan.


“Kita mau ke mana lagi sekarang nona?” tanya supir pribadi tersebut.


“Ke supermarket ya pak.” Ucap Aileen yang di balas anggukan oleh supir pribadi tersebut dan langsung melajukan mobilnya.


Sesampainya di supermarket, Aileen dan bi Ijah segera masuk ke dalam supermarket untuk membeli beberapa macam sayur dan juga susu hamil untuk Aileen.


Setelah membayar semuanya, Aileen membuka kardus susu tersebut agar tidak di lihat oleh supir pribadinya dan Archie.


“Apa harus sampai segitunya non?” tanya bi Ijah.

__ADS_1


“Iya bi,, nanti Aileen jelasin semuanya ya jangan sekarang oke?” ucap Aileen.


“Baiklah, bibi akan menunggu sampai non Aileen siap untuk bercerita.” Ucap bi Ijah mengalah.


Setelah berbelanja dan lain-lain akhirnya Aileen dan bi Ijah segera kembali ke rumah. Di ruang tamu sudah ada Archie yang sedang duduk di ruang tamu sambil membaca berkas perusahaannya menunggu kedatangan Aileen.


“Kenapa lama sekali? Kemana aja kamu?” tanya Archie yang masih fokus membaca berkasnya.


Bi Ijah yang masuk bersama Aileen langsung berpamitan masuk ke dapur dan menata bahan makanan yang sudah mereka beli tadi.


“Aku kan tadi udah bilang aku mau ke supermarket.” Jawab Aileen.


“Selama ini?”


“Emang aku ga boleh jalan-jalan? Aku cuma boleh kuliah sama diem di rumah aja?” tanya Aileen.


“Kamu masih menjawab?”


“Terus kalo aku bener aku ga boleh jawab? Kenapa? Mau bilang aku istri durhaka? Iya aku istri durhaka ga kayak istri keduamu itu yang selalu menuruti ucapanmu!” ketus Aileen.


“Sudahlah aku ga mau ribut lagi! Aku mau tidur dengan tenang, jadi malam ini jangan tidur di kamarku!” lanjut Aileen yang langsung berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamarnya Aileen hanya bisa memegang kepalanya karena frustasi, dia tidak tau kalau dirinya akan hamil seperti ini.


“Aku hamil? Sama siapa?” gumam Aileen.


Dengan rasa takut Aileen mengambil hpnya dan mencoba untuk menghubungi Raka, sampai akhirnya Raka mengangkat telfonnya.


“Halo Leen…” sapa Raka dari sebrang telfon.


“Halo Raka,, besok setelah kelas selesai bisa ketemu?” tanya Aileen dengan ragu.


“Tentu saja, bukankah setiap hari kita makan siang bersama Brenda dan Bob juga?” ucap Raka.


“Iya tapi aku mau kita berdua aja, ada yang mau aku bicarain sama kamu.” Ucap Aileen.


“Oke kalau begitu, aku akan makan siang bersamamu.” Ucap Raka.


Setelah mendapat persetujuan dari Raka akhirnya Aileen segera mematikan telfonnya dan memutuskan untuk beristirahat karena kepalanya terasa sangat pusing.


“Bagaimana bisa aku mengalami hal sekonyol ini? Bahkan aku tidak tau dengan pasti siapa papa dari anak yang aku kandung.. Bodoh!” gumam Aileen sambil berusaha untuk memejamkan kedua matanya.


Pagi harinya,,, Aileen terbangun dari tidurnya dengan wajah yang terasa bengkak karena semalam dia tidak bisa tertidur karena Archie yang terus saja mengetuk pintu kamarnya dan akhirnya terpaksa dia harus membukakannya.


Aileen tiba-tiba teringat saat pertama kali dirinya tidur bersama Archie setelah Archie membantunya mengerjakan laporan yang di tugaskan oleh dosen Aileen kepadanya.


FLASHBACK.

__ADS_1


Malam hari di kamar Aileen, Aileen sedang kebingungan menyusun laporan yang di tugaskan oleh dosennya.


Karena itu pertama kalinya Aileen membuat laporan mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan kedokteran, jadi dia tidak mengerti apapun dan kebingungan menyusunnya, Aileen juga tidak bisa bertanya kepada Brenda, Bob dan Raka karena berbeda jurusan.


Tok,,tok,,tok…


Pintu kamar Aileen berbunyi dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam.


“Hai Leen, ngapain?” tanya Archie yang sudah membuka pintu kamarnya.


“Ngerjain tugas nih mas, bisa bantuin ga?” tanya Aileen.


“Aku kan bukan jurusan kedokteran, tapi ga apa-apa deh aku coba sini liat.” Ucap Archie yang langsung menutup pintu kamar Aileen dan berjalan mendekati Aileen yang sedang duduk di meja belajarnya.


“Kenapa kamu ga tanya temen kamu aja Leen? Jangan-jangan kamu anak buangan ya?” ucap Archie yang membuat Aileen langsung menatap tajam ke arahnya.


“Apa?! Enak aja anak buangan!” ketus Aileen.


“Lah terus apa?”


“Aku ini males aja belum terlalu kenal sama yang lain, gengsi juga kali yang mau nanya aku kan mau berlagak anak pinter gitu.” Jelas Aileen.


“Dih dasar! Awas sini aku bantuin.” Ucap Archie.


Aileen segera beranjak dari kursinya dan membiarkan Archie duduk di kursinya dan melihat laporannya.


Archie dengan serius berkutat dengan laptop Aileen dan mengerjakan laporan Aileen sampai akhirnya selesai dan Aileen senang melihatnya.


“Wah seriusan udah selesai? Asikk!!!” seru Aileen yang langsung memeluk tubuh Archie dan mencium pipi Archie tanpa sadar.


Archie yang mendapat ciuman yang tiba-tiba itu langsung terkejut dan menoleh ke arah Aileen yang masih belum tersadar.


Setelah tersadar, Aileen segera berhenti dan menutupi wajahnya karena malu.


“Aaaa, yaampun maaf mas aku ga sengaja..” ucap Aileen dengan wajah yang memerah.


Archie tidak mengatakan apapun, dia hanya terdiam sambil menatap wajah Aileen lalu tiba-tiba memeluk tubuh Aileen dengan erat sambil mencium leher Aileen yang membuat Aileen terbawa suasana hingga keduanya melakukannya untuk pertama kalinya.


Yap, pertama kalinya untuk Archie dan Aileen… Karena Archie tidak pernah menyentuh Claire sama sekali malam itu.


FLASHBACK END.


***


HAPPY NEW YEAR KAKAK-KAKAK SEMUANYAAA~💙💙💃


SEMOGA DI TAHUN INI BISA MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK LAGI DAN BISA MENCAPAI SEMUA KEINGINAN YANG BELUM TERCAPAI DI TAHUN KEMARIN,, SARANGHAE 💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2