
Sesampainya di rumah barunya, Archie langsung menyuruh Aileen yang sedang menganga untuk turun dari mobil.
"Kamu kenapa bengong sampe mangap begitu? Ayo turun!" ucap Archie.
"Kamu beli rumah segede ini cuma buat kita tinggalin berdua?" Tanya Aileen.
Archie hanya menatap Aileen sambil tersenyum, lalu segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Aileen hanya bisa menghela nafas panjang sambil mengikuti Archie keluar dari dalam mobil.
"Kamu serius bakal tinggal di sini mas? Aku ya takut lah tinggal di sini sendirian kalo kamu lagi lembur!" ucap Aileen.
"Kan ada pelayan, tukang kebun, satpam.. Lagian setelah aku menikahi Claire mungkin aku akan menyuruhnya tinggal di sini juga." jelas Archie.
Aileen terkejut mendengar ucapan Archie yang baru saja dia dengar, Aileen hanya berharap jika pendengarannya sedang rusak tadi.
"S-siapa tadi katamu?" Tanya Aileen kembali.
"Claire, kenapa? Lebih baik jika kita tinggal bersama karena Claire pasti membutuhkan teman."
__ADS_1
Seketika Aileen tertawa kencang sambil bertepuk tangan hingga membuat Archie merasa aneh.
"Wah, hebat sekali tuan Archie! Di depan orang tuamu kamu berlagak menghormatiku dan tidak membahas Claire di depanku.. Sekarang kamu malah menyuruhnya untuk tinggal satu rumah denganku?!" ucap Aileen.
"Hebat! Kamu memang suami yang hebat karena sudah adil dengan kedua istrimu!" ketus Aileen yang langsung mengambil alih kopernya dari tangan Archie.
"Aku mau memilih kamar sendiri dan tidur sendiri!" ketus Aileen.
Aileen segera menaiki tangga untuk memilih kamar yang paling besar yang ada di rumah itu sebelum di tempati oleh Claire.
Setelah menemukan kamar yang sesuai, dengan segera Aileen masuk dan menata barang-barangnya dengan rapih.
"Dia kenapa?" gumam Archie sambil menggelengkan kepalanya.
***
Di sebuah apartment, Claire sedang berbaring sambil menonton TV dan segelas wine di tangannya.
Walaupun sudah tau jika dirinya hamil, Claire tetap meminum wine yang sudah menjadi minuman pokoknya.
__ADS_1
"Claire, berhentilah minum! Kamu tidak mau menjaga bayimu!?" ucap sahabat baik Claire yang sekarang tinggal bersamanya.
"Bayi? Lagipula bayi ini, aku sendiri tidak tau siapa ayahnya!" ketus Claire.
"Apa!? Bukankah kamu tidur dengan mantan tunanganmu? Berarti itu adalah anaknya!" tegas Della.
"Apa kamu bodoh? Aku baru tidur dengannya beberapa minggu yang lalu, sedangkan usia anakku sudah 8 minggu!"
"Terus? Berarti anak siapa ini?"
"Aku juga ga tau! Kamu tau setelah kecelakaan itu aku di paksa hidup sebagai wanita malam! Jika bukan karena kesalahan orang itu, aku juga tidak akan bisa ada di sini sekarang!" ucap Claire dengan wajah penuh kekesalan.
Claire mengingat kejadian setelah kecelakaan, saat tersadar tiba-tiba dirinya berada di rumah orang yang tidak dia kenal.
Namun sayang, Claire bertemu dengan orang jahat yang memaksanya untuk melayani laki-laki hidung belang! Kabur? Tentu saja Claire berkali-kali ingin kabur tapi sayangnya dia tidak pernah memiliki kesempatan itu karena dirinya selalu di kurung di ruangan sempit tanpa jendela.
Saat orang yang menolong Claire kebetulan lupa mengunci pintu ruangannya, barulah Claire berhasil kabur dan kebetulan lagi karena dia bisa langsung bertemu Archie tanpa mencarinya lebih dulu.
Sekarang tujuannya hanya satu! Menggunakan anak yang ada di perutnya sebagai tameng agar Archie selalu melindunginya dari orang-orang yang mau menjualnya lagi.
__ADS_1