AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 75


__ADS_3

Tidak lama kemudian, Archie dan Aileen keluar dari ruangan sambil bergandengan tangan dan terlihat sangat mesra seperti tidak terjadi apapun dan membuat Yasmine, Adeline dan Brenda heran melihatnya.


“Aileen, kamu ga apa-apa kan?” tanya Brenda yang langsung menghampiri Aileen dan memperhatikan tubuh sahabatnya dengan teliti.


“Baik-baik saja kok, jangan khawatir Brenda..” ucap Aileen.


“Apa dia memarahimu? Apa dia memaksamu untuk berpura-pura terlihat baik-baik saja sampai kalian bergandengan tangan?” tanya Brenda.


Archie yang mendengar ucapan sahabat istrinya itu hanya bisa melirik tajam ke arah Brenda, dia merasa seperti orang jahat di sana.


“Aku bisa denger tau! Kamu sengaja menganggap aku sebagai orang jahat ya?” tanya Archie.


“Emang aku sengaja tau! Aku sengaja ngomong kenceng biar kak Archie denger!” ketus Brenda.


“Udah-udah jangan berdebat lagi! Semua sudah baik-baik saja sekarang Brenda, masalah di antara kita berdua sudah selesai dan kami memutuskan untuk kembali bersama.” Jelas Aileen.


Mendengar ucapan Aileen membuat semua orang terkejut dan berbahagia, terutama Yasmine dan Adeline.


“Jadi sekarang aku akan tinggal bersama keponakanku?” tanya Adeline dengan semangat.


“Cih! Pertama, kamu harus minta maaf dulu sama Aileen karena sudah jahat padanya tadi!” ketus Archie kepada sang adik.


“Hm, iya lupa! Aileen, maafkan aku karena sudah jahat sama kamu… Harusnya aku tetap percaya padamu, aku sangat menyukaimu sampai rasa kecewaku saat itu sangat besar padamu.” Ucap Adeline dengan tulus.


Aileen tersenyum ke arah Adeline lalu dia segera memegang tangan Adeline dengan erat.


“Tidak apa-apa kak, mungkin kalau aku di posisi kakak aku juga akan melakukan hal seperti itu.” Ucap Aileen.


Adeline senang mendengar ucapan Aileen dan segera memeluk tubuh Aileen dengan erat untuk menunjukkan rasa penyesalan atas perbuatannya.


“Aileen sayang, mommy juga minta maaf sebesar-besarnya karena saat itu mommy ga menolong kamu waktu Archie dan Adeline memperlakukanmu dengan tidak baik..” ucap Yasmine.


“Mom, jangan begitu,, saat itu Aileen memang menyebalkan dan wajar sekali jika mas Archie dan kak Adel bersikap seperti itu..” ucap Aileen.


“Ah iya! Apa mom atau Adel pernah mengirim surat cerai kepada Aileen tanpa sepengetahuanku?” tanya Archie.

__ADS_1


“Hah? Siapa yang berani melakukan hal itu kak? Bahkan aku tidak pernah memikirkan hal seperti itu walaupun aku tidak menyukainya.” Ucap Aileen.


“Ada yang mengirim surat cerai? Apa ada tanda tangan Archie juga? Kenapa kamu langsung percaya begitu saja?” tanya Yasmine.


“Karena ada tanda tangan mas Archie makanya aku sedikit percaya mom, tapi yang mencurigakan.. Kalau memang mas Archie mau menceraikan aku, aku percaya kalau dia akan langsung berbicara denganku dari pada mengirim lewat pos begitu.” Jelas Aileen.


“Haah,, untung saja kamu pintar Aileen.. Kalau tidak kamu akan percaya begitu saja dan semakin jauh dengan kami.” Ucap Yasmine.


“Sekarang karena aku sudah tau yang sebenarnya, aku sedikit lega dan kita bisa memperbaiki hubungan kita.” Ucap Aileen.


Semuanya setuju dan menganggukkan kepala mendengar ucapan Aileen, lalu mereka memutuskan untuk memesan makanan sebelum kembali.


“Hari ini kamu dan Almeera akan tidur di rumah kami bukan?” tanya Yasmine.


“Hah? Malam ini? Kami ga bisa kalau malam ini mom, karena mama dan Arlo akan menginap di apartment.” Ucap Aileen.


“Menginap?” tanya Yasmine.


“Iya mom, emang mommy ga nyadar kalo badan Almeera panas?” tanya Aileen.


“Panas? Engga kok, dia ga panas sama sekali.” Ucap Yasmine sambil mengecek kening Almeera.


Aileen merasa heran dengan ucapan mertuanya yang mengatakan kalau Almeera tidak panas sama sekali. Aileen segera mengecek suhu tubuh anaknya kembali dan memang benar Almeera sudah tidak pasa lagi sekarang.


“Iya, Almeera sudah sembuh sekarang, tadi pagi panas banget mom aku sampe hampir mau bolos kuliah karena khawatir.” Jelas Aileen.


“Berarti dia merindukan papi, aunty, dan grandma nya.” Sahut Brenda.


“Wah benarkah? Almeera seneng ya ketemu sama papi, aunty dan grandma? Iya sayang?” tanya Aileen dengan lembut.


Almeera hanya mengoceh sambil tersenyum mendengar ucapan maminya dan membuat semua orang ikut gemas karena keimutan Almeera.


“Padahal mom mau tidur sama cucu mom… Pasti daddy seneng kalo tau punya cucu perempuan yang menggemaskan dan cantik begini..” ucap Yasmine.


“Lusa Aileen usahakan menginap di rumah ya mom,, Aileen juga harus bilang sama mama pelan-pelan tentang hal ini, mereka pasti kaget karena semuanya terjadi begitu saja.” Ucap Aileen.

__ADS_1


“Hmm kamu benar, kapan-kapan mom juga harus bertemu dengan kedua orang tuamu dan meminta maaf secara resmi kepada mereka.” Ucap Yasmine.


“Aileen akan mengaturnya mom..” balas Aileen.


Di tengah-tengah perbincangan mereka, pelayan café membawakan makanan dan minuman yang sudah mereka pesan, dan akhirnya pembicaraan berhenti di sana dan mereka semua mulai menyantap makanan mereka.


Setelah selesai menghabiskan makanan mereka, Aileen dan Brenda segera berpamitan kepada Yasmine, Adeline dan Archie untuk pulang lebih dulu.


“Aku akan mengantar kalian.” Ucap Archie.


“Ga usah mas, aku kan bawa mobil dan Brenda yang akan menyetir jadi jangan khawatir karena Brenda menyetir dengan perlahan.” Ucap Aileen mencoba untuk membuat Archie mengerti.


“Baiklah kalau begitu, berikan aku nomer telfonmu agar aku bisa menghubungimu.” Ucap Archie.


“Yaampun, kamu sampai ganti nomer Aileen?” tanya Adeline.


“Hmm,, karena takut mas Archie menghubungiku dan akan membahayakan semua orang jadi aku mengganti nomerku.” Jelas Aileen.


“Mulai sekarang kamu ga perlu takut lagi karena aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh orang-orang yang aku sayang.” Tegas Archie.


“Uuuu,,, kak Archie sudah kembali sekarang mom, aku yakin mereka akan hidup bahagia mulai sekarang.” Ucap Adeline.


Yasmine hanya menganggukkan kepala dan tersenyum menyetujui ucapan anak perempuannya, sedangkan Archie hanya menatap tajam ke arah adik perempuannya.


Setelah berbincang panjang dan memberikan nomer telfonnya kepada sang suami, akhirnya semua orang pergi menuju mobil masing-masing menuju tempat tinggal mereka yang berbeda arah.


Di dalam mobil, Aileen terus saja tersenyum senang sambil bercanda dengan Almeera membuat Brenda ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang ada di wajah sahabatnya.


“Apa sesenang itu bertemu dengan suami kesayanganmu?” tanya Brenda mencoba untuk menggoda sahabatnya.


“Ih apaan sih Bren,, ya seneng banget lah pasti! Kamu tau kan aku sangat memimpikan kejadian seperti ini.” Ucap Aileen dengan semangat.


“Hahaha, sepertinya lebih bahagia maminya dari pada anaknya saat bertemu dengan papinya.” Ucap Brenda lagi.


“Udah deh Bren, jangan menggodaku terus karena aku tidak ingin marah saat ini.” Ucap Aileen.

__ADS_1


Akhirnya Brenda menganggukkan kepala lalu menutup mulutnya untuk berhenti menggoda sang sahabat yang sedang bahagia itu. Brenda fokus menyetir sampai akhirnya mereka tiba di gedung apartment mereka dengan selamat.


__ADS_2