AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 60


__ADS_3

“Leen, kenapa kamu diam saja? Ada apa?” tanya Raka yang penasaran dengan apa yang terjadi.


“Aku ingin meminta bantuanmu Rak, kamu mau membantuku kan?” tanya Aileen.


“Tentu saja! Bantuan apa yang mau kamu minta padaku?”


“Bantu aku kabur dari rumah, bantu aku untuk meninggalkan kehidupanku.” Ucap Aileen.


“What?! Yang bener aja Aileen, apa maksud ucapanmu ini hah? Kamu ga lagi mimpi kan?” tanya Raka tidak percaya.


“Aku serius Rak, aku ingin pergi dari kehidupanku sekarang, menjauh dari mas Archie dan keluargaku.”


“Kenapa? Aku harus tau dulu alasanmu baru aku bisa membantumu.” Ucap Raka.


“Nanti, sekarang lebih baik kita pergi ke kosan Brenda dulu ya Rak, aku akan menceritakan semuanya kepada kalian nanti.” Jelas Aileen.


Akhirnya Raka menuruti ucapan Aileen dan segera melajukan mobilnya menuju kos Brenda yang berada lebih dekat dari kampus mereka.


Sesampainya di kosan Brenda, Aileen dan Raka segera turun dari mobil dan mengetuk pintu kosan Brenda.


“Aileen, Raka?! Kalian berdua sedang apa di sini?” tanya Brenda.


“Kamu juga Leen, kenapa kamu ga masuk kelas? Aku nunggu di sebelah mobil kamu tau lama banget sampe temen sekelas kamu bilang kalo kamu ga masuk kelas.” Lanjutnya.


“Suruh kita masuk dulu kek Bren, jangan langsung nanya begitu udah kayak lagi wawancara kerja aja deh.” Ucap Raka.


Mendengar ucapan Raka membuat Brenda menyuruh kedua temannya itu masuk ke dalam kosnya dan duduk di kursi yang ada di sana.


“Kalian mau minum apa?” tanya Brenda.


“Kamu nanya kayak begitu emang ada kalo kita pilih-pilih minuman?” tanya Raka.


“Ye, ngejek! Nih aku punya kulkas mini tau, kamu mau minuman soda juga aku punya!” ketus Brenda.


Raka melirik ke arah benda mini yang di tunjuk Brenda, lalu menganggukkan kepala karena tidak menyangka jika di dalam kos yang tidak begitu besar itu terdapat kulkas berukuran kecil yang berisi berbagai macam minuman


dingin.


Brenda mengambilkan minuman soda untuk keduanya, lalu seketika ingat jika Aileen sedang mengandung dan tidak boleh meminum minuman bersoda.

__ADS_1


“Wait Leen! Aku ganti aja minuman kamu, kamu ga boleh minum soda kayak begini nanti keponakan aku kenapa-kenapa.” Ucap Brenda sambil mengambil minuman yang sedang di pegang Aileen.


Brenda mengembalikan minuman soda tersebut dan mengambilkan air putih kepada Aileen sebagai gantinya.


“Jadi, kalian berdua mau apa ke sini? Jangan bilang kalian berdua mau kawin lari gara-gara ketauan selingkuh dan sekarang mau punya bayi?!” ketus Brenda dengan tatapan penuh curiga.


“Dih gila ni orang! Dengerin dulu orang mau ngomong jangan asal ceplos!” ketus Raka.


“Ya biasa aja kali ngomongnya ga usah ngegas.” Balas Brenda.


“Duhh kalian berdua diem dulu deh, ini mau aku ceritain apa ngga?!” ucap Aileen dengan lantang.


Brenda dan Raka seketika terdiam dan tidak mengatakan apapun, keduanya langsung melihat ke arah Aileen dan menunggu Aileen untuk menjelaskan.


“Jadi memang awalnya aku mengira kalau anak yang aku kandung adalah anak Raka karena kejadian setelah MOS selesai, namun akhirnya Raka menjelaskan jika tidak ada kejadian apapun malam itu.” Jelas Aileen.


“Terus?” ucap Brenda yang penasaran dengan lanjutan penjelasan dari Aileen.


“Aku seneng banget karena ternyata aku ga mengkhianati mas Archie dan aku ingin sekali mengatakan hal itu kepadanya.”


“Terus, bukannya bagus karena kak Archie dan keluarga kalian pasti akan sangat bahagia.” Ucap Brenda.


“Hm,, tapi setelah membaca pesan dari Raka, aku juga mendapat pesan lain dari nomer yang tidak aku kenal.” Ucap Aileen.


“Namanya juga ga kenal ya berarti Aileen ga tau bodoh!” ketus Brenda.


“Diem lu!” balas Raka.


“Stop!” tegas Aileen untuk kesekian kalinya.


Brenda dan Raka kembali terdiam mendengar suara Aileen lalu kembali menatap wajah Aileen dengan serius.


“Oke, isi pesannya apa Leen?” tanya Brenda.


“Dia menancam keselamatan aku, mas Archie dan bayi yang aku kandung.” Ucap Aileen.


“What!? Gila tuh orang! Sini biar aku lacak nomernya, papiku punya banyak kenalan orang yang bisa melacak nomer hp seseorang.” Ucap Raka.


“Tapi sepertinya dia pake nomer sekali pakai deh Rak, ini nomernya.” Ucap Aileen sambil menunjukkan nomer yang mengiriminya pesan.

__ADS_1


“Tapi Leen, kayaknya kamu ga perlu menanggapi pesan itu deh, siapa tau dia Cuma mengancam karena iri dengan keadaan keluargamu.” Ucap Brenda.


“Awalnya aku juga berfikir begitu, tapi dia juga mengirim video kepadaku.” Ucap Aileen sambil memperlihatkan video yang dia terima.


Brenda dan Raka yang melihat hal itu langsung terkejut karena video yang di berikan oleh nomer yang tidak terkenal itu menunjukkan jika di pengirim berada sangat dekat dengan Aileen dan keluarganya.


“Yaampun Leen, dia ada di sekitar rumahmu.” Ucap Brenda.


“Makanya, aku juga takut jika dia melukai keluargaku.. Ah iya, dia juga mengirimi video Arlo yang sedang sekolah, aku benar-benar takut jika dia akan menyakiti adikku.” Jelas Aileen.


“Itu namanya udah keterlaluan Leen, sebenarnya siapa dia?” Raka.


“Aku juga tidak tau Rak, dan aku ingin meminta maaf kepadamu karena aku tidak bisa terus bersamamu karena aku ingin fokus dengan anakku ini.” Ucap Aileen.


“Aku tau kok Leen, sebenarnya sejak lama aku tau kalau kamu dan suamimu sudah sama-sama memiliki perasaan, terutama suamimu, jadi sejak saat itu aku berusaha untuk tidak menambah rasa sukaku padamu.” Jelas Raka.


“Tapi kamu tenang saja Leen, aku akan selalu ada untuk menjagamu dan melindungimu.. Kamu bilang butuh bantuan bukan? Bicaralah, apa yang kamu inginkan?” lanjut Raka.


“Aku ingin kalian dan Bob juga untuk menyembunyikan keberadaanku sampai anakku lahir, aku juga akan meminta cuti kuliah selama itu dan bersembunyi.” Ucap Aileen.


“Kamu yakin? Keluargamu pasti akan sangat khawatir Leen.”


“Aku tau, aku akan meminta ijin kepada mereka kalau aku akan pergi ke luar negeri untuk menenangkan diri setelah bercerai, aku juga tidak akan mengatakan kalau aku sedang mengandung karena mereka pasti akan menahanku.”


“Tapi perceraian tidak bisa di lakukan kalau kamu sedang hamil Leen.” Sambung Brenda.


“Bukannya tidak bisa, tapi memang akan sulit untuk bercerai, jadi aku akan meminta untuk idak bercerai dulu.” Ucap Aileen.


“Hah aku bingung, pokoknya bagaimanapun rencanamu aku akan selalu mendukungmu Leen, aku juga akan selalu melindungimu bersama Raka dan juga Bob.” Ucap Brenda.


“Terimakasih, kalian semua memang yang terbaik!!” ucap Aileen sambil meneteskan air mata.


“Sudahlah jangan menangis, lebay deh! Jadi kamu berencana kapan mau pergi?” tanya Brenda.


“Besok! Hari ini aku akan berpamitan kepada orang tuaku dan pergi ke rumah mertuaku untuk mengatakan yang di percaya oleh mas Archie dan kak Adel.” Ucap Aileen.


“Secepet itu?! Kamu emang udah punya tempat tujuan? Bagaimana kalau aku merindukanmu nanti Leen?” tanya Brenda.


“Aku ga bener-bener pergi ke luar negeri Brenda,, aku hanya pergi ke luar kota aja kok dan aku juga akan memberitahu di mana aku akan tinggal nantinya.” Ucap Aileen.

__ADS_1


Mendengar ucapan Aileen membuat Brenda dan Raka bernafas lega karena Aileen hanya pergi ke luar kota bukan ke luar negeri.


Sedangkan Aileen hanya terdiam sambil menatap layar hpnya, dia mengkhawatirkan keadaan sang adik dan juga keluarganya yang lain termasuk keluarga Archie.


__ADS_2