AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 81


__ADS_3

Aileen, Archie dan Bob memutuskan untuk menunggu di apartment Aileen sambil meneliti siapa tau ada sesuatu yang membantunya untuk menemukan Brenda.


“Bagaimana ini? Kenapa belum ada kabar juga? Udah hampir dua jam tau mas..” ucap Aileen kepada Archie.


“Sabar sayang, cctv di jalan itu ada banyak dan mobil yang lewat di sana juga banyak banget.” Ucap Archie menenangkan Aileen.


Aileen hanya diam sambil terus mengecek hp untuk melihat apakah ada kabar dari Brenda atau tidak.


“Oh iya, Bob, kamu masih nyambung sama Brenda?” tanya Aileen.


Bob yang sedang berjalan keliling apartment sambil melihat ke lantai langsung menoleh ke arah Aileen.


“Hm, aku masih nyambung sama Brenda, tapi aku hanya mendengar suara mobil yang artinya mereka masih belum sampai di tempat tujuan.” Jelas Bob.


“Bob benar, kalau dia masih mendengar suara mobil berarti Brenda masih ada di jalan.” Sambung Archie.


Drtt,, drrtt,, drrtt… Di tengah-tengah kepanikan di dalam apartment, ada sebuah telfon yang berdering dan membuat semua orang kebingungan mencari asal bunyi tersebut.


“Ada suara hp, hp siapa yang bunyi ini? Cepat cari!” ucap Aileen kebingungan.


Archie yang ikut mencari asal suara dering tersebut langsung menggelengkan kepala mengetahui kalau ternyata hp Aileen lah yang berbunyi.


“Hp kamu yang bunyi Aileen, plis jangan panik biar aku dan Bob tidak ikut panik!” tegas Archie.


Mendengar ucapan Archie membuat Aileen segera membuka tasnya dan mencari hpnya yang tidak ketemu juga karena tangan Aileen sudah gemetar dan tidak dapat menemukan hpnya.


Archie yang kesal segera menggenggam tangan Aileen dan membuat Aileen menatap wajahnya dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya.


“Aileen lihat aku! Apa kamu tidak percaya denganku?!” tanya Archie.


Aileen yang awalnya menangis dalam diam, lalu segera mengeluarkan suaranya dengan lantang sambil memeluk tubuh Archie.


“Hikkss,, hikss,, semuanya karena aku.. Harusnya aku tidak kembali padamu dan tidak memberitahu kamu tentang kebenaran Almeera.” Ucap Aileen.


“Diam! Kenapa kamu mengatakan hal itu! Apa kamu tidak tau kalau aku sangat tersiksa setelah kepergianmu, aku sangat berharap kalau kamu akan kembali padaku suatu saat nanti!” ketus Archie dengan kesal.


“Hikss,, mas…”


“Aku mohon jangan mengatakan hal ini lagi! Aku tidak ingin mendengar hal seperti ini dari mulutmu, kamu harus percaya padaku kalau aku bisa melindungimu dan orang-orang yang ada di sekitarmu!” tegas Archie.


Aileen hanya menganggukkan kepalanya lalu menarik nafas panjang agar sedikit lebih tenang dan akhirnya dia bisa mengambil hpnya yang masih berdering.


“Mommy..” ucap Aileen sambil menunjukkan layar hp kepada Archie.


“Biar aku yang angkat.” Ucap Archie yang sudah mengambil hp Aileen.


“Halo mom, ini Archie.” Ucap Archie setelah mengangkat telfon dari mommynya.

__ADS_1


“Archie? Kemana Aileen? Kenapa kamu yang mengangkat telfonnya?” tanya Yasmine.


“Ceritanya panjang mom, ada apa? Apa Almeera menangis?” tanya Archie.


“Engga kok Almeera anteng banget, mommy cuma mau minta ijin sama Aileen kalau mommy mau Almeera lebih lama di sini, bahkan semuanya mau Almeera menginap di sini.” Jelas Yasmine.


“Archie memang mau ngomong kayak gitu mom, Archie titip Almeera dulu ya..” ucap Archie.


“Kenapa? Apa ada masalah?” tanya Yasmine.


“Kemarikan, biar aku yang bicara sama mommy.” Ucap Aileen yang meminta hpnya kembali.


Archie segera memberikan hpnya kepada Aileen dan membiarkannya berbicara dengan mommynya.


“Halo mom,, maaf ya Aileen nitip Almeera dulu karena sahabat Aileen di culik mom, kami sedang berusaha mencarinya jadi selama itu Almeera sama mommy dulu ya..” ucap Aileen.


“Yaampun! Benarkah? Kamu jangan memikirkan Almeera dulu, fokus dulu pada sahabatmu ya sayang, Almeera aman dengan kami.” Ucap Yasmine.


“Terimakasih mom,, Aileen sudah menyiapkan ASI di tas Almeera, tolong sebagian taruh di kulkas ya mom nanti kalo mau di minum hangatkan dulu.” Jelas Aileen.


“Baiklah kamu tenang saja, mommy ini sudah berpengalaman walaupun memiliki baby sitter.” Ucap Yasmine.


“Baiklah kalau begitu Aileen tutup dulu ya mom, terimakasih dan maaf ya..” ucap Aileen yang langsung mematikan telfonnya.


Setelah telfon di matikan, hp Archie berdering dan segera dia angkat saat mengetahui kalau orang suruhannya sudah menghubunginya.


Aileen dan Bob langsung menoleh ke arah Archie yang sedang menelfon, berharap kalau mereka akan mendapatkan kabar baik.


“Baiklah kalau begitu, terimakasih atas kerja keras kalian, dan tolong kirim bantuan ke lokasi.” Ucap Archie.


“Bagaimana mas?” tanya Aileen.


“Aku sudah tidak mendengar suara mobil lagi!” sahut Bob.


“Mereka sudah menemukan lokasi Brenda, ayo kita segera ke sana.” Ajak Archie.


Aileen dan Bob segera menganggukkan kepala lalu berjalan mengikuti Archie sampai di tempat parkir.


“Bob, kamu naik mobilku saja biar lebih enak.” Ucap Archie.


“Baiklah kak!” sahut Bob yang langsung masuk ke dalam mobil Archie.


Mereka bertiga segera pergi ke lokasi yang sudah di berikan oleh orang suruhan Archie, mereka segera melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai.


“Apa Brenda baik-baik saja di sana mas?” tanya Aileen.


“Tenanglah Leen, aku yakin kalau dia akan baik-baik saja.” Ucap Bob.

__ADS_1


“Oh iya, bukannya kamu menghubungi Raka dan polisi? Kemana kamu menyuruh mereka datang?” tanya Aileen.


“Polisi tidak bisa memprosesnya karena belum 24 jam, sedangkan Raka, aku tidak tau kenapa dia belum menghubungiku lagi.” Ucap Bob.


“Sebenarnya kemana dia? Apa dia tidak perduli dengan keadaan Brenda!” ketus Aileen.


“Tenanglah Leen, kamu tau kalau Raka sekarang sudah memiliki kekasih dan kekasihnya sangat mengekangnya, kita juga tidak bisa terlalu banyak berharap padanya.” Ucap Bob.


“Tapi tetap saja ini keterlaluan Bob!”


“Sayang, tenanglah aku mohon… Kita bisa menyelamatkan Brenda tanpa dia.” Sahut Archie.


Mendengar ucapan Archie membuat Aileen terdiam dan menoleh ke arah Archie dengan tatapan bersalah karena sudah membicarakan soal Raka.


“Maaf mas, aku ga bermaksud memikirkan Raka, hanya saja dia keterlaluan jika mementingkan kekasihnya di saat sahabatnya sedang mengalami masalah.” Jelas Aileen.


“Aku mengerti jadi jangan menjelaskan kepadaku, lebih baik kamu diam sambil berdoa agar kita sampai di sana tepat waktu.” Ucap Archie.


Akhirnya suasana menjadi hening saat Archie selesai berbicara, mereka semua hanya fokus melihat jalan sambil berharap kalau Brenda tidak kenapa-kenapa.


“Sebenarnya ini sedikit aneh..” ucap Archie tiba-tiba.


“Hah? Kenapa aneh kak?” tanya Bob.


“Aneh saja, mereka membawa Brenda ke tempat yang sangat mudah di cari, mereka juga tidak menghubungi Aileen sama sekali, bagaimana mereka bisa membuat Aileen menghampiri mereka jika mereka tidak menghubunginya?” ucap Archie.


“Benar juga sih, apa yang di ucapkan kak Archie benar, apa jangan-jangan ini hanyalah jebakan kak? Apa mereka sengaja melakukan hal ini karena mereka tau kalau kita akan mengetahui lokasi mereka?” tanya Bob.


“Itu yang aku khawatirkan..” balas Archie.


“Lalu bagaimana mas? Apa tidak ada cara untuk menyelamatkannya?” tanya Aileen.


“Leen, sebaiknya aku harus mengantarmu pulang dan menjaga Almeera di rumah, kamu bisa menunggu kabar dari kita.” Ucap Archie.


“Hah? Engga! Aku harus ikut menyelamatkan Brenda karena yang mereka incar adalah aku!” ucap Aileen.


“Engga bisa Leen! Mereka sudah menjebak kita, dan kemungkinan ini adalah hal yang berbahaya, aku akan mengantarmu pulang karena kamu akan membuat kita semua panik karena ketakutanmu.” Ucap Archie.


“Itu artinya kalian berdua juga akan berada di dalam bahaya!” ucap Aileen.


“Serahkan padaku, aku akan menyusun sebuah rencana bersama Bob dan juga Fiki, kalau nanti Raka datang aku juga akan memasukkannya ke dalam rencanaku selama misi menyelamatkan Brenda.” Jelas Archie.


“Tapi…”


“Kak Archie benar Leen, kamu memang harus tinggal bersama Almeera,, setidaknya kamu akan sedikit merasa tenang saat melihat Almeera Leen...” Sahut Bob.


Akhirnya Aileen menyetujui rencana Archie dan dia setuju untuk pulang ke rumah mertuanya dan menunggu kabar dari Archie dan Bob.

__ADS_1


__ADS_2