
"Dimana Aileen?" Tanya Gino kepada istrinya.
"Ga tau pa, mungkin juga keluar sama teman-temannya." jawab Rahina.
Belum sempat Gino berbicara, Yasmine dan Hamish berjalan menghampiri mereka berdua.
"Gino, Rahina, sekali lagi aku minta maaf karena sudah mengecewakan kalian dan tidak bisa mendidik anak kami dengan benar.." ucap Yasmine.
"Yasmine benar! Aku sebagai daddynya sudah gagal mendidik anakku menjadi laki-laki yang bertanggung jawab." sambung Hamish.
"Sudahlah jangan di fikirkan.. Anggap saja takdir putriku yang sial karena di pertemukan dengan suami seperti Archie!" ketus Gino.
"Papa..." Bisik Rahina untuk membuat Gino berhenti.
Gino tidak mengatakan apapun, dia segera pergi meninggalkan yang lain tanpa berpamitan.
"Kalau begitu kami pulang dulu ya mbak Yasmine, mas Hamish.. Maaf kalau papa Aileen sedang emosi, dia sangat menyayangi Aileen jadi ya begitulah.." jelas Rahina.
"Tidak apa-apa Rahina, kami tau bagaimana perasaan Gino.. Kalau Adeline yang berada di posisi Aileen, mungkin kami tidak akan kuat." ucap Yasmine.
Rahina hanya tersenyum mendengar ucapan Yasmine, lalu Rahina berpamitan untuk pulang kepada Yasmine dan Hamish.
__ADS_1
"Kenapa kamu lama sekali!?" Tanya Gino kesal.
"Kamu ini jangan emosi, mbak Yasmine dan mas Hamish tidak bersalah pa."
"Papa yang bagaimana yang tidak kesal jika anak perempuannya di madu?"
"Iya iya sudah pa, mau bagaimana lagi? Aileen juga bisa menerimanya." ucap Rahina mengalah.
"Dimana Arlo?" Tanya Gino.
Keduanya baru tersadar jika mereka berdua tadi membawa Arlo yang sekarang entah berada di mana.
Di sisi lain, Arlo sedang berdiri di depan pintu halaman belakang menunggu seseorang sambil menyilangkan kedua tangannya di depan.
Saat Arlo melihat seseorang yang dia tunggu datang, Arlo segera menjulurkan kakinya dan membuat orang tersebut tersandung.
"Yaampun kamu bisa lihat-lihat ga kalo berdiri!?" ucap Archie yang hampir tersungkur lalu membalikkan tubuhnya melihat siapa orang yang sudah membuatnya hampir terjatuh.
"Sayang sekali kamu tidak jatuh! Itu adalah hukuman karena sudah mengecewakan kakakku! Tapi belum semua, aku akan membalas perbuatanmu lebih parah dari ini!" ketus Arlo.
"Arlo? Kamu sengaja menyandungku?" Tanya Archie.
__ADS_1
"Laki-laki itu yang di pegang tanggung jawabnya! Harusnya kamu bertanggung jawab terhadap kakakku sampai tuntas!" ketus Arlo.
"Dasar buaya buntung!" lanjutnya lalu segera pergi meninggalkan Archie yang masih terpaku di tempatnya.
Walaupun terkesan cuek dan selalu mengerjai kakak perempuannya, Arlo sangat menyayangi Aileen melebihi apapun. Arlo lah orang yang paling marah saat mengetahui perbuatan Archie kepada kakaknya.
"Yaampun anak itu, persis Aileen kalo lagi ngamuk." gumam Archie sambil menggelengkan kepalanya.
"Archie, kenapa kamu di sini?" Tanya Claire yang melihat Archie sedang berdiri melihat lurus ke depan.
"Ah tidak apa-apa, kamu mau kemana Claire?" Tanya Archie.
"Nyari kamu,, sudah ga ada tamu undangan.. Aku mau istirahat di kamar, temenin yuk.." ajak Claire.
"Tapi aku mau mencari Aileen dulu."
"Ngapain di cari? dia kan udah besar dan banyak temannya jadi biarkan saja." ucap Claire.
Archie memikirkan ucapan Claire lebih dulu lalu dia segera mengiyakan permintaan Claire yang sedang hamil itu.
Claire senang sekali saat Archie menyetujui permintaannya.. Kehamilannya benar-benar memberi dampak yang besar bagi kehidupannya.
__ADS_1