
Aileen kembali dengan nampan berisikan segelas minuman di tangannya, dia menaruh nampan tersebut dan memberikan satu gelas untuk Archie.
“Terimakasih Leen..” ucap Archie.
“Hmm..” balas Aileen.
“Gimana hari pertama kuliah kamu?” tanya Archie.
“Ya begitulah, kayak yang ga pernah ngerasain MOS aja kamu.” Jawab Aileen.
“Mungkin aja jaman aku kuliah sama sekarang beda.”
“Ya sedikit banyak tetep sama lah..” ucap Aileen.
“Dimana Claire? Bukannya dia mau pindah ke sini?” tanya Aileen.
“Kamu tau?”
“Hm, bibi tadi telfon sebelum aku pulang kuliah.”
Sebelum menjawab ucapan Aileen, Archie mengambil gelas yang ada di atas meja lalu meminumnya.
“Aku menyuruhnya kemari dengan taxi nanti.” Ucap Archie.
“Kenapa? Kenapa ga kamu jemput aja mas? Dia lagi hamil loh.”
“Karena aku tau kamu sedang membutuhkan seseorang untuk mengantarmu.” Ucap Archie.
“Dih, jadi maksudnya kamu mau nganter aku gitu?”
__ADS_1
“Iyalah kenapa engga?”
“Jadi ceritanya mau jadi suami yang baik nih?” goda Aileen.
“Ya kalo bisa jadi suami yang baik biar kamu seneng ga apa-apa lah.”
“Cih, suami yang baik itu ga nikah dua kali!” sindir Aileen.
“Udahlah ga usah di bahas, lagian aku juga kan ga perduli masalah itu.. Udah kan minumnya? Aku bawa ke belakang ya.” Ucap Aileen sambil mengambil gelas yang ada di atas meja.
“Tunggu Aileen..” ucap Archie tiba-tiba.
“Ada apa?”
“Apa kamu tidak bisa mencintaiku?”
“Hem,, tidak karena sejak awal aku ga pernah ada keinginan untuk mencintaimu.” Ucap Aileen dengan santainya.
“Kalau begitu mulailah mencintaiku.”
“Aku tidak mau mencintai seseorang yang nantinya akan aku tinggalkan juga.”
Aileen tidak lagi mau mendengar balasan dari Archie, dia langsung membawa nampan berisi gelas yang sudah kosong ke dapur.
“Non Aileen, kenapa wajahnya seperti itu?” tanya bi Ijah yang melihat Aileen.
Ya, walaupun jawaban Aileen sangat santai tapi jika boleh jujur hatinya berdetak saat mendengar ucapan Archie mengenai cinta.
“Bahkan aku benar-benar tidak mengerti cinta, bagaimana dia bisa bertanya tentang cinta kepadaku.” Gumam Aileen sambil meremas bajunya dengan kuat.
__ADS_1
“Non, non Aileen ngomong apa sih bibi ga denger.. Non Aileen sakit?” tanya bi Ijah kembali sambil menggoyangkan lengan Aileen.
“Eh, engga bi aku baik-baik saja kok.. Maaf ya bi gelasnya ga Aileen cuci soalnya mau nemenin mas Archie.” Ucap Aileen.
“Iya non, kan emang tugasnya bibi nyuci piring mah.” Ucap bi Ijah.
Aileen hanya mengangguk pelan lalu terenyum kepada bi Ijah, Aileen segera kembali ke ruang tamu untuk menemani suaminya.
“Jadi..” ucap Archie saat baru melihat Aileen di ruang tamu.
“Jadi apa?” tanya Aileen.
“Ayo kita pergi sekarang, aku tau kamu pasti harus membeli berbagai macam barang untuk kegiatan MOS.” Ajak Archie.
“Hm baiklah, aku mandi dan ganti baju dulu.”
“Aku ikut!” sahut Archie yang membuat Aileen terkeju dan menoleh ke arahnya.
“Apa?! Ikut kemana?”
“Ikut, aku juga habis dari perusahaan mau mandi dan mengganti pakaian.”
“Tidak ada pakaianmu di kamarku!” ketus Aileen dengan wajah paniknya.
“Siapa yang bilang kalau aku mau mandi di kamarmu? Aku juga punya kamar sendiri di rumah ini.” Ucap Archie dengan senyum menggoda.
Mendengar hal itu seketika wajah Aileen memerah karena malu, dia segera berlari menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya sambil menutup pintu dengan kencang.
“Menyebalkan!” gumam Aileen.
__ADS_1
Sedangkan di bawah Archie hanya bisa tersenyum bahagia karena sudah berhasil menggoda istri kecilnya itu.