
Aileen yang melihat Claire pergi dengan membawa kopernya hanya bisa diam dan melihat ke arah Archie.
Aileen berusaha untuk mendekati Archie yang masih duduk di pojok ruangan dengan bi Ijah yang masih berusaha untuk menghibur Archie.
“Mas..” panggil Aileen dengan ragu.
“Pergi Aileen! Aku tidak mau melihat wajahmu, aku kira kamu bisa berubah, tapi aku memang terlalu banyak berharap kepadamu sampai kamu mengandung anak orang lain!” ketus Archie yang membuat bi Ijah yang mendengarnya terkejut.
“Apa?! Jadi ini alasan non Aileen ga mau kasih tau tuan Archie non? Kenapa? Kenapa non melakukan hal yang tercela seperti itu?” tanya bi Ijah tidak percaya.
“A-aku bisa jelasin semuanya bi, mas, aku mohon..” ucap Aileen.
“PERGI!!!” teriak Archie dengan kencang hingga membuat Aileen terkejut.
“Sudah non, pergilah ke kampus.. Biar bibi yang menenangkan tuan Archie.” Ucap bi Ijah.
Aileen hanya menganggukkan kepala lalu kembali menoleh ke arah Archie dengan tatapan yang merasa bersalah, karena Aileen sama sekali tidak mengira jika Archie akan sangat kecewa seperti ini.
“Titip mas Archie ya bi, Aileen berangkat kuliah dulu…” ucap Aileen yang di balas anggukan oleh bi Ijah.
Aileen segera mengambil tas kuliahnya dan segera pergi ke kampus menggunakan mobilnya dengan wajah yang masih terlihat khawatir dengan keadaan Aileen.
Sesampainya di kampus, Aileen memarkirkan mobilnya di tempat yang biasa dia tempati bersama Brenda, Raka dan Bob.
“Hai Leen..” sapa Brenda saat Aileen trun dari mobilnya.
Namun Aileen sama sekali tidak menggubris sapaan sahabatnya itu, dia hanya diam sambil menatap lurus ke depan.
“Leen.. Kamu kenapa?” tanya Brenda sambil menggoyangkan lengan Aileen.
“Hah? Eh? Ada apa Bren?” Tanya Aileen yang baru tersadar karena Brenda menggoyangkan lengannya.
“Yaampun kamu ini kenapa diem aja aku sapa? Kenapa Leen? Ada masalah?” tanya Brenda.
“Bren.. Sepertinya aku memang istri yang tidak baik deh, sepertinya aku beneran istri durhaka seperti yang di ucapkan mas Archie..” ucap Aileen dengan tatapan yang masih lurus ke depan.
“Hah? Kamu ngomong apaan sih Leen? Maksudnya istri durhaka gimana?” tanya Brenda yang tidak mengerti maksud dari ucapan sahabatnya.
“Aku, Aku hamil Bren..”
“What!? Lo sama kak Archie udah begitu…?” tanya Brenda.
__ADS_1
“Udah, tapi gue ga yakin kalo ini adalah anak mas Archie, soalnya waktu acara pembubaran MOS, gue sama Raka tidur di satu ranjang juga.” Ucap Aileen dengan suara yang pelan namun masih terdengar jelas oleh Brenda.
“What the… Oh my God Aileen, seriously? Why Leen, why?” tanya Brenda yang terkejut mendengar pengakuan sahabatnya.
“Jangan tanya kenapa Bren,, nanti aku jelaskan, kita masuk dulu aja ya aku masih mau membicarakan tentang hal ini dengan Raka dulu.” Ucap Aileen.
“Oke, tapi beneran aku penasaran Leen.. Gimana keadaan kak Archie saat tau kamu hamil?” tanya Brenda.
“Dia mau menceraikan Claire dan mau serius denganku Bren, tapi aku masih takut kalau anak ini adalah anaknya Raka jadi aku bilang kalau aku pernah tidur dengan Raka juga setelah tidur dengannya untuk pertama kalinya.” Jelas Aileen.
“Yah setidaknya kesucianmu di renggut oleh suamimu sendiri Leen, walaupun sebenarnya kamu tetap salah.” Ucap Brenda.
Aileen hanya diam saja, dan hanya berjalan bersama Brenda masuk ke dalam kampus dan menuju ke kelas mereka masing-masing.
Di dalam kelas Aileen terus saja melamun mengingat ekspresi Archie yang benar-benar terlihat kecewa kepadanya, Aileen menyesal karena mengatakan kalau dirinya sedang hamil.
“Hahh,, bodoh banget Aileen… Kenapa kamu pake ngomong segala sih kalo lagi hamil!” gumam Aileen yang membuat teman yang berada di sebelahnya menoleh ke arahnya.
“Heh Leen! Kamu kenapa sih?” tanya teman di sebelah Aileen.
Aileen langsung tersadar lalu menoleh ke arah sahabatnya.
“Santai aja deh, kelas udah selesai mau ke kantin?” tanya teman Aileen.
“Engga deh makasih ya kamu duluan aja..” ucap Aileen.
Akhirnya teman Aileen pergi ke kantin lebih dulu sedangkan Aileen masih duduk di tempatnya sambil memereskan buku-bukunya yang ada di atas meja.
“Hai beib!” sapa Raka yang tiba-tiba datang dan berjalan menghampiri Aileen.
“Duh ngagetin aja deh!” ucap Aileen.
“Sorry beib,, ayo makan siang laper nih.. Katanya kamu mau ngomong sesuatu.” Ucap Raka.
“Hm,, ayo kita makan di luar kampus aja ya.” Ucap Aileen yang di balas anggukan oleh Raka.
Keduanya segera berangkat bersama-sama menggunakan mobil Raka karena mereka harus kembali ke kampus karena mata kuliah masih belum selesai.
“Jadi,, kita mau ke mana?” tanya Raka.
“Terserah kamu aja Rak, yang deket kampus aja biar enak.” Jawab Aileen.
__ADS_1
Dengan segera Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju cafe yang ada di dekat kampus mereka.
Sesampainya di sana, Aileen dan Raka turun dari mobil bersama dan segera mencari tempat duduk di sana lalu memesan makanan dan minuman untuk mereka.
“Jadi ada apa?” tanya Raka kepada Aileen setelah selesai memesan.
“Emm,, aku bingung sebenernya mau ngomong dari mana Rak..”
“Kenapa emang? Jangan bikin tegang deh Leen, ada apa? Jangan-jangan suami kamu udah tau tentang hubungan kita?" tanya Raka.
“Mas Archie emang udah tau kok kalo aku punya pacar, tapi dia baru tau kamu pas kita ketemu waktu itu.” Jelas Aileen.
“Serius? Tapi dia diem aja?” tanya Raka yang di balas anggukan oleh Aileen.
Tidak lama kemudian, makanan dan minuman mereka datang, sedangkan di sisi lain Adeline masuk ke dalam cafe yang sama dengan Aileen karena mau bertemu dengan seorang temannya yang kebetulan seorang asisten dosen di kampus Aileen.
Namun saat berniat mencari temannya, Adeline justru melihat adik iparnya yang sedang berbicara dengan seorang laki-laki dan dengan wajah yang sepertinya tegang.
“Aileen sama temennya ya? Aku samperin ah, udah lama banget ga liat dia hihihi..” gumam Adeline yang berjalan mendekati istri kakaknya itu secara perlahan.
Adeline sengaja tidak langsung menyapa istri kakaknya itu karena ingin mendengar pembicaraan mereka lalu mengejutkannya.
“Jadi, apa yang mau kamu katakan padaku beib?” tanya Raka kepada Aileen.
Adeline yang mendengar Raka memanggil Aileen dengan sebutan beib langsung mengerutkan keningnya.
“Beib? Siapa yang dia panggil beib? Aileen?” gumam Adeline yang merasa penasaran.
Karena sangking penasarannya, Adeline akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengagetkan Aileen dan duduk di kursi yang berada tepat di belakang Aileen tanpa sepengetahuannya.
“Aku hamil!” ucap Aileen yang membuat Raka yang terkejut sampai terbatuk.
Sedangkan Adeline yang mendengar kabar itu langsung melebarkan senyumnya karena dia yakin kalau anak yang di kandung Aileen adalah anak dari kakaknya, keponakan pertamanya.
“Apa Leen? Hamil? Kamu dan suami kamu bakal punya anak?” tanya Raka.
Aileen heran dengan pertanyaan Raka,apa Raka tidak mengingat kejadian waktu itu atau Raka memang sengaja berpura-pura tidak mengerti karena takut untuk bertanggung jawab? Pikirnya.
“Apa maksud dari pertanyaanmu Raka? Bukankah anak ini adalah anakmu?” tanya Aileen.
BRAKK!! Tiba-tiba saja seseorang memukul meja dengan keras hingga membuat semua orang yang ada di cafe tersebut terkejut dan menoleh ke asal suara.
__ADS_1