
Hai semuanya kakak-kakak tersayang yang selalu setia menunggu novel author update walaupun lama sekali huhuhu...
Pertama author mau mengucapkan minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin semuanya🙏
Alhamdulillah di bulan ramadhan tahun ini author banjir orderan, jadi author cuma bisa nyuri-nyuri waktu buat ngetik bab baru huhuhu🥺
Terimakasih karena sudah mau mengerti, dan maaf untuk yang merasa ga sabar karena updatenya kelamaan...
Author akan berusaha semaksimal mungkin update di waktu senggang 💪🏻
I Love You All, saranghae đź’™
Selamat lebaran semuanya, semoga puasa tahun ini menjadi berkah buat semuanya... Aamiin🤲🏻
***
Aileen sudah berada di dalam mobil yang mengantarnya untuk pulang ke rumah mertuanya sesuai dengan perintah Archie.
Di sepanjang perjalanan Aileen terus merasa khawatir dengan keadaan sahabatnya yang masih belum di ketahui keberadaannya dan bagaimana keadaannya saat ini.
Aileen khawatir jika sahabatnya akan terluka saat di culik, namun dia hanya bisa berdoa untuk keselamatan sahabatnya dan berharap agar Brenda akan segera di temukan.
Sesampainya di depan rumah mertuanya, Adeline sudah berada di depan rumah menunggu Aileen datang ke rumahnya karena Archie sudah lebih dulu menghubunginya.
“Hai Aileen, aku sudah mendengar semuanya dari kak Archie, dia sudah menceritakan semua yang terjadi kepadaku, jangan khawatir kakakku akan melakukan yang terbaik untuk menemukan sahabatmu.” Ucap Adeline sambil berjalan mendekati Aileen dan merangkul pundaknya.
Aileen merasa sedikit lebih tenang setelah Adeline merangkulnya dan menenangkannya, akhirnya keduanya segera masuk ke dalam rumah.
“Aileen, kamu baik-baik saja sayang?” tanya Yasmine yang sudah menunggu di ruang tamu bersama dengan Hamish.
“Mom? Kenapa mommy turun ke bawah?” tanya Aileen.
“Tentu saja mommy turun! Kamu sedang kacau seperti ini, mommy ingin menenangkanmu.” Ucap Yasmine.
“Terimakasih mom, tapi Aileen baik-baik aja kok beneran deh.” Balas Aileen dengan senyum yang di paksakan.
“Ga usah pura-pura karena kamu ga bisa bohong Aileen, ayo ke atas temenin Almeera tidur pasti kamu akan jauh lebih baik.” Ajak Yasmine.
Aileen segera tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu Aileen mengikuti mertuanya berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar anak kesayangannya.
__ADS_1
Baru pertama kali Aileen masuk ke kamar Almeera yang sudah di siapkan dengan sangat baik, keadaan di dalam kamar tertata dengan sangat baik, banyak sekali pernak-pernik anak perempuan yang tertata rapih di dalam kamar itu.
“Wah, ini yang sudah mom dan kak Adel persiapkan? Banyak sekali mom, ini terlalu indah untuk Almeera tempati.” Ucap Aileen.
“Kenapa kamu bicara seperti itu Aileen! Almeera pantas mendapatkan yang terbaik!” tegas Yasmine.
“Terimakasih mom, terimakasih karena sudah menyayangi Aileen dan Almeera walaupun Aileen sudah melakukan banyak hal yang membuat mommy dan yang lain kecewa.” Ucap Aileen.
“Stop minta maaf Aileen! Harus berapa kali kamu meminta maaf hah?” ucap Adeline yang baru saja masuk ke dalam kamar Almeera.
“Udah jangan ngomong lagi! Adel ayo kita keluar, biarkan Aileen beristirahat bersama Almeera.” Ajak Yasmine.
Akhirnya Yasmine dan Adeline memutuskan untuk keluar dari kamar meninggalkan Aileen untu beristirahat.
Sedangkan setelah pintu tertutup Aileen segera berjalan ke kamar mandi terlebih dulu untuk membersihkan diri, setelah itu barulah dia berbaring tepat di sebelah putri kesayangannya.
“Anak mami sayang, kamu adalah penguat mami, kamu yang membuat mami bertahan sampai detik ini dan sekarang aunty Brenda harus menanggung hal berbahaya karena dia dekat dengan mami.” Gumam Aileen sambil
mengelus lembut pipi putrinya yang sedang tertidur pulas.
Aileen berusaha untuk menutup kedua matanya sampai akhirnya dia tertidur sambil memeluk Almeera di sebelahnya.
“Dimana aku? Kenapa semuanya gelap? Aku sama sekali tidak bisa melihat secercah pantulan cahaya sedikitpun!” gumam Brenda sambil berusaha untuk mendengar suara apapun yang ada di sekitarnya.
Saat Brenda sedang berusaha untuk mendengar sesuatu, tiba-tiba saja dia mendengar suara langkah kaki yang entah berasal dari mana.
“Langkah kaki! Ada suara langkah kaki yang mendekatiku!” gumam Brenda kembali.
“Siapa kamu! Kenapa kamu menculikku!” teriak Brenda.
“Cih! Kenapa dia menculik orang yang tidak berguna!” ketus seorang wanita yang sudah berada di hadapannya.
“Suaranya? Aku sepertinya pernah mendengar suaranya, tapi suara siapa?” gumam Brenda.
“Siapa kamu! Apa tujuanmu menculikku hah!?” ketus Brenda kembali.
“Diamlah! Aku ini mau menculik temanmu, tapi kenapa kamu yang ada di hadapanku sekarang hah!” ketus wanita tersebut.
“Cih! Lewati dulu mayatku sebelum kamu menyentuh Aileen!” ketus Brenda.
__ADS_1
“Hahaha,, kamu terlalu setia, sedangkan wanita itu? Apa dia sesetia itu? Apa dia akan menolongmu?” tanya wanita tersebut.
“Siapa kamu! Jangan beraninya saat aku menutup mata saja!” Ketus Brenda.
“Kamu tidak perlu melihatku, tidak penting! Aku hanya ingin membuat sahabatmu itu datang kemari dan aku akan mengurusnya dengan baik!”
“Gila! Hadapi aku jika kamu berani!” teriak Brenda.
Brenda tidak mendengar jawaban dari si wanita, dia hanya mendengar suara langkah kaki yang berjalan menjauhinya secara perlahan.
“Hey! Kamu yang selalu meneror Aileen bukan?!” teriak Brenda namun kembali tidak di jawab oleh wanita tersebut.
“Sh*t!” teriak Brenda dengan kesal.
Brenda baru sadar jika hpnya ada di dalam kantong celananya, namun dia tidak bisa mengambilnya karena tangannya terikat sangat kuat.
“Apa telfon ini masih tersambung dengan Bob? Tapi kalau aku berbicara aku takut kalau ada seseorang di sekitarku.” Batin Brenda di dalam hatinya.
Brenda benar-benar tidak bisa berkutik saat itu karena dia takut kalau salah mengambil langkah yang berakibat fatal dan akan membahayakan dirinya.
Sedangkan di luar wanita tadi sudah masuk ke dalam mobilnya dan berbicara dengan orang yang sudah menculik Brenda.
“Kamu ini bagaimana, bukannya kamu dan Aileen sudah dekat?! Tapi kenapa kamu malah membawa wanita itu hah!?” ketus wanita tersebut.
“Maaf tante, aku terlalu panik tadi jadi aku asal membawanya karena hanya dia yang berada di dalam rumah, aku juga takut kalau dia mengenalku.” Jawab laki-laki tersebut.
“Sial! Wanita itu pasti sedang bermesraan dengan Archie! Aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi!” ketus wanita tersebut.
Yap, wanita tersebut tak lain dan tak bukan adalah Claire, mantan kekasih Archie yang memiliki dendam sendiri kepada Aileen karena menurutnya Aileen adalah alasan kenapa dia dan Archie berpisah dan anaknya tidak memiliki seorang ayah saat ini.
“Aku ga akan pernah melepaskan kamu dan Archie yang sudah mengusirku dan juga anakku!” gumam Claire yang langsung menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari tempat tersebut.
Sedangkan laki-laki yang menjadi penculik itu segera melihat hpnya dan membaca satu per satu pesan yang masuk di hpnya.
“Maaf, tapi aku tidak punya pilihan lain!” ketus laki-laki tersebut yang tidak lain adalah Raka.
Raka sebenarnya adalah anak dari kakak laki-laki Claire, keponakan Claire wanita yang selama ini sangat membenci Aileen karena sudah merebut Archie dari hidupnya.
Sebenarnya Claire lah yang sudah menyuruh Raka untuk mendekati Aileen dan berkencan dengannya, namun lambat laun hati Raka justru berdebar setiap melihat Aileen dan mulai menyukainya.
__ADS_1
Bahkan saat Aileen mengira anak yang di kandungnya adalah anaknya Raka, Claire sudah menyuruh Raka mengakuinya namun sebaliknya Raka mengatakan kalau malam itu tidak terjadi apa-apa di antara mereka berdua dan membuat Claire akhsirnya harus mengancam Aileen.