
"Sudah tidak ada lampu di atas tempat tidurmu, jadi sekarang kamu bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus takut kesetrum." ucap Aileen dengan malas.
"Terimakasih." ucap Archie dengan singkat.
Aileen hanya memutar bola matanya malas, lalu dia pergi ke walk in closet yang ada di dalam kamar tersebut untuk mengganti pakaiannya, setelah itu Aileen langsung pergi keluar kamar dengan semua lampu-lampu yang ada di tangannya.
Aileen mencari keberadaan Adeline untuk bertanya di mana dia harus menaruh semua lampu-lampu yang dipegangnya.
Aileen melihat Adeline sedang fokus membaca bukunya sambil meminum segelas kopi susu dingin. Akhirnya Aileen memutuskan untuk menghampiri sang kakak iparnya itu.
"Aileen? Kamu kenapa turun?" Tanya Adeline yang melihat kedatangan Aileen.
"Kak, di mana aku bisa menaruh lampu-lampu ini?" Tanya Aileen sambil menyodorkan lampu yang ada di tangannya.
"Yaampun, jadi kamu turun karena lampu itu? Sini berikan kepadaku biar aku saja yang menaruhnya, lebih baik kamu kembali ke kamarmu dan cepat berikan aku keponakan yang lucu-lucu." ucap Adeline.
Mendengar ucapan Adeline membuat Aileen menganga tidak percaya, bagaimana bisa wanita yang ada di hadapannya menyuruh gadis 17 tahun untuk memberinya keponakan.
"Sebenarnya semua orang yang ada di sini inget ga sih kalau aku masih berusia 17 tahun?" gumam Aileen sambil berjalan menaiki tangga.
Aileen masuk ke dalam kamar dan melihat Archie sudah terbaring di atas tempat tidurnya, Aileen tidak mungkin tidur di sebelah Archie tapi dia juga tidak mungkin menyuruh tuan rumah untuk tidur di sofa.
"Karena aku tidak memiliki tenaga untuk berdebat denganmu, hari ini aku akan mengalah dan tidur di sofa!" gumam Aileen sambil menatap tajam ke arah Archie yang sedang tertidur.
Aileen mendekati tempat tidur untuk mengambil bantal yang berada di sebelah Archie, setelah itu Aileen membaringkan tubuhnya di sofa dan berusaha untuk memejamkan matanya.
"Hikss mama, malam ini untuk pertama kalinya Aileen merasakan tidur di sofa." batin Aileen.
Saat tengah malam, Archie terbangun seperti biasanya, dia biasa terbangun tengah malam untuk sekedar minum dan ke toilet.
Archie meregangkan semua otot di tubuhnya lebih dulu lalu turun dari tempat tidurnya, dia terkejut melihat Aileen sedang tertidur di atas sofa dengan posisi meringkuk karena kedinginan dengan AC yang ada di kamar tersebut.
"Aku lupa, dia pasti belum terbiasa dengan AC di kamar ini." gumam Archie sambil mematikan AC.
Setelah mematikan AC di kamarnya, Archie mengangkat tubuh Aileen dan memindahkannya ke atas tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya, lalu Archie pergi ke toilet.
Archie kembali berbaring di atas tempat tidur, dia berbaring tepat di sebelah Aileen, sebenarnya Archie sangat risih dengan hal itu tapi dia juga tidak terbiasa tidur di atas sofa.
__ADS_1
"Bodo amat lah, toh cuma tidur aja ga ngapa-ngapain." batin Archie sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Hari mulai terang, cahaya matahari masuk melewati celah tirai kamar Archie hingga mengenai wajahnya.
Archie membuka matanya perlahan, dia merasakan sesuatu melingkar di perutnya dan sesuatu menempel di punggungnya.
"Aish anak ini beraninya memeluk tubuhku!" gumam Archie sambil menyingkirkan tangan Aileen dengan kasar.
Namun anehnya saat dia sudah menyingkirkan tangan Aileen dengan kasar, Aileen sama sekali tidak berkutik, dia masih tetap tertidur dengan nyenyak.
"Dasar kebo!" ucap Archie lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk berangkat ke kantor.
Setelah selesai bersiap, Archie segera turun ke bawah untuk menyapa kedua orang tuanya dan sarapan bersama mereka.
"Loh Archie kenapa kamu turun sendiri? Kemana Aileen?" Tanya Yasmine.
"Dia masih tidur mom!"
"Apa!? Bangunkan dia Archie, dia harus berangkat ke sekolahnya." perintah Yasmine.
"Mommy aja lah, Archie juga harus ke kantor jadi Archie mau makan dulu."
"Mom! Kenapa mommy mengambil piringku?" Tanya Archie kesal.
"Kalau kamu tidak mau membangunkan Aileen, kamu tidak akan boleh makan!" tegas Yasmine.
"Aku bisa beli makanan di luar!" ketus Archie yang sudah beranjak dari tempat duduknya.
"Kalau kamu berani keluar selangkah dari rumah, daddy kamu akan ambil semua kekuasaan yang kamu miliki!" ucap Yasmine.
Mendengar hal itu Archie langsung menghentikan langkahnya dan berbalik untuk membangunkan Aileen.
"Arrgghh!!" geram Archie sambil mengacak-acak rambutnya.
"Pfftt, yaampun mom, padahal mommy bisa menyuruhku untuk membangunkan Aileen, kenapa mami membuat kakak jadi frustasi seperti itu hahaha?" Ucap Adeline yang sangat puas melihat pertunjukan di pagi hari.
"Mommy kamu memang suka sekali kalau membuat kakakmu kesal." sambung Hamish.
Di dalam kamarnya, Archie membangunkan Aileen berkali-kali namun tidak di respon sama sekali. Archie kesal karena Aileen tak kunjung bangun, dia segera mengambil gelas air yang ada di meja dekat tempat tidurnya lalu,,, Byur!
__ADS_1
Archie menyiram wajah Aileen dengan sisa air yang ada di dalam gelas minumnya.
"Aaa!!" Teriak Aileen yang sudah membuka lebar-lebar kedua matanya.
"Akhirnya kau bangun juga dasar mayat hidup!" ketus Archie.
"Hei kau! Tega sekali menyiram wajahku dengan air!"
"Tega? Harusnya kamu berterimakasih kepadaku karena aku sudah membangunkanmu! Kamu ga mau ke sekolah? Lihatlah sudah jam berapa ini!" ketus Archie.
Mendengarnya ucapan Archie, Aileen langsung melihat jam dinding dan terkejut karena jam sudah menunjukkan pukul 6.30.
"Bukankah aku sudah bilang padamu, berperanlah menjadi istri, tapi bangun pagi pun kamu tidak bisa!" ucap Archie yang langsung meninggalkan Aileen di dalam kamar.
Aileen geram akan ucapan Archie, dia mengepalkan kedua tangannya dengan kencang untuk menahan rasa kesalnya.
"Huh! Lihat saja tuan Archie, aku akan membuatmu menyukaiku hingga bertekuk lutut kepadaku, setelah itu kita lihat apa yang akan aku lakukan untuk membalas perbuatanmu kepadaku!" gumam Aileen.
Aileen segera beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi lalu turun ke bawah untuk sarapan bersama.
"Selamat pagi menantu mommy.." sapa Yasmine dengan senyum lebar di wajahnya.
"Selamat pagi mom, maaf dad, mom kak Adeline, Aileen kesiangan." ucap Aileen dengan perasaan bersalah.
"Tidak perlu meminta maaf, kamu masih menyesuaikan tempat tinggalmu, pasti semalam kamu sulit tidur kan?" Tanya Yasmine yang di balas anggukan oleh Aileen.
"Duduklah di sebelahku Aileen, kamu harus sarapan yang banyak untuk menaklukan hati batu kakakku." ucap Adeline.
"Terimakasih kak." ucap Aileen.
Mereka semua makan bersama layaknya seorang keluarga yang sangat bahagia.
"Arch, kamu antar Aileen ke sekolahnya ya."
"Apa mom?! Yang bener aja lah, Archie akan terlambat ke kantor." Protes Archie.
"Aileen biasa naik taxi online mom, tidak apa-apa Aileen akan baik-baik saja." ucap Aileen mencoba untuk menenangkan ibu mertuanya.
"Tidak ada bantahan! mommy ingin kamu mengantar Aileen ke sekolahnya lebih dulu, lagipula kamu adalah CEO di perusahaan, tidak akan ada yang memarahimu!"
__ADS_1
Dengan terpaksa akhirnya Archie menuruti ucapan ibunya untuk mengantar Aileen ke sekolahnya lebih dulu baru setelah itu Archie pergi ke perusahaannya.