AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 23


__ADS_3

"Kamu berkemah di tempat seperti ini?" Tanya Archie yang baru saja sampai di tempat tujuan Aileen.


"Kenapa? Mas fikir aku tidak mampu menginap di tempat seperti ini? Sudahlah lebih baik mas Archie pulang saja!" ucap Aileen.


"Kamu kok durhaka banget ngusir suami sendiri! Di tinggal bentar doang udah berani ngusir!" ketus Archie.


"Hahahaha..." Aileen tertawa hingga membuat Archie merasa aneh dengan sikap Aileen.


"Kamu gila ya? Kenapa kamu tertawa!? Jangan-jangan kamu kesurupan ya!?" ucap Archie panik.


"Suami mas bilang? Suami yang kayak gimana yang harus aku hormati? Suami yang pergi bekerja tanpa sepatah katapun dan selama di luar pun tidak pernah mengabari sama sekali! Itu namanya suami?" Tanya Aileen dengan tatapan kesal.


"A.."


"Stop mas! Aku tidak mau mendengar apapun darimu! Dikit-dikit durhaka, dikit-dikit durhaka! Iya aku adalah istri yang durhaka puas!? Dan kedepannya mungkin aku bisa lebih durhaka dari pada ini!" ketus Aileen yang langsung keluar dari mobil tanpa berpamitan kepada Archie.


Mendengar hal itu membuat Archie kesal, wajahnya memerah karena menahan amarah.


"Sial!! Dia bahkan berani memotong pembicaraanku! Aku ingin tau, sehebat apa laki-laki yang dia pacari itu!" gumam Archie sambil menatap tajam ke arah Aileen yang sudah berjalan menjauh.


Archie yang tadinya mau menunggu di sana karena ingin melihat laki-laki yang menjadi kekasih istrinya itu segera mengurungkan niatnya karena dia mendapat telfon dari Fiki yang menyuruhnya untuk melihat email.


"Lain kali saja! Lain kali aku pasti akan bertemu dengan laki-laki itu!" gumam Archie yang langsung melajukan mobilnya.


Di sepanjang jalan Archie merasa hubungannya sangat konyol.


"Konyol! Benar-benar konyol! Bagaimana bisa dia dengan santainya mengatakan kalau dia memiliki pacar ke suaminya sendiri?!" gumam Archie sambil menggelengkan kepalanya.


Sesampainya di rumah, Archie langsung masuk tanpa memberikan salam ataupun menjawab sapaan keluarganya yang sedang berkumpul di ruang tamu.


"Dih! Kak Archie kenapa sih mom?" Tanya Adeline.


"Entahlah, capek mungkin! Oh iya kamu katanya ada jadwal pemotretan?" Tanya Yasmine ya h membuat Adeline mengingatnya.


"Yaampun untung mommy ingetin! Kalo engga bisa berabe nih!" ucap Adeline yang langsung pergi setelah berpamitan.


Adeline sangat bersyukur karena lahir di dalam keluarga yang selalu mendukung impiannya, dari sekian banyak orang tua pengusaha yang menginginkan semua anaknya menjadi penerus mereka, Hamish dan Yasmine selalu mendukung penuh impian anaknya. Namun tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan Adeline penerus perusahaan mereka jika Adeline sudah siap.


Adeline sampai di perusahaan model yang ia naungi. Adeline adalah wanita yang sangat ramah kepada semua orang hingga membuat dirinya di sukai banyak orang.

__ADS_1


"Hai semuanya.." sapa Adeline dengan ramah kepada semua orang yang ada di sana.



"Hai kak Adel, cantik sekali kak Adel hari ini.." ucap salah satu junior yang ada di sana.


"Jadi hari biasanya aku ga cantik?" Tanya Adeline.


"Tentu saja kak Adel cantik setiap hari.." seru semua orang.


"Ah kalian semua bisa aja haha! Oh iya, bagaimana pemotretan hari ini?" Tanya Adeline.


"Angkatan kami sudah pemotretan semua kak, sekarang tinggal kak Adel sama senior yang lain."


"Baiklah kalau begitu aku bersiap dulu ya, byee nanti makan siang bareng ya." ucap Adeline lalu meninggalkan para juniornya.


Setelah melihat Adeline pergi, para juniornya membicarakan kebaikan Adeline. Adeline tidak pernah sombong walaupun dia adalah model senior bahkan model yang paling laris di perusahaan itu. Ada sekitar 3 orang junior yang ada di sana.


"Dia memang paling sempurna, sudah cantik, baik, tidak sombong, berasal dari keluarga yang terhormat." ucap salah satu juniornya.


"Iya benar! Tidak seperti senior kita yang satunya, siapa tuh namanya aku lupa."


"Haha, stt.. Sudahlah jangan di bahas nanti dia mendengar bahaya loh!"


Akhirnya ketiga junior tersebut berhenti berbicara karena takut terdengar oleh orang luar.


Sedangkan di ruang pemotretan, Adeline yang sudah berganti pakaian tiba-tiba di kejutkan oleh kedatangan Adrian di sana.


"Kak Adrian? Kenapa kakak di sini?" Tanya Adeline.


"Aku kemari untuk melihat adik sahabatku, kebetulan aku juga ingin bertemu dengan papaku." jelas Adrian.


Adrian adalah sahabat baik Archie, dia adalah anak dari CEO perusahaan model yang di naungi Adeline. Banyak sekali orang yang mengira kalau Adeline bisa .berada di sana karena koneksi, namun Adeline mampu membuktikan kepada semua orang kalau dia bisa berada di sana karena kemampuannya.


Adeline diam-diam menyukai sahabat kakaknya itu sejak dia berada di SMA, Adrian adalah sosok laki-laki yang sangat baik dan juga pintar. Archie dan Adrian adalah dua siswa terbaik di sekolah mereka, tentu saja Archie selalu berada di urutan pertama.


Namun saat itu Adrian memiliki kekasih, bahkan kekasih Adrian dan Archie adalah teman baik bahkan masih memiliki hubungan saudara. Dan karena itulah Adeline memutuskan untuk tetap menyimpan perasaan itu sendirian.


"Tumben sekali kak Adrian bertemu dengan papa kak Adrian."

__ADS_1


"Hm, dia bilang ada urusan penting yang ingin di bicarakan, jadi ya terpaksa aku kemari." jelas Adrian.


"Del, tawaranku masih berlaku loh untuk menjadikanmu artis." lanjutnya.


"Apaan sih kak, Adel hanya menyukai menjadi model, Adel sama sekali tidak tertarik untuk menjadi artis." ucap Adeline.


"Baiklah kalau begitu aku tidak akan memaksa, tapi kalau kamu berubah fikirkan, agensiku akan terbuka untukmu!" tegas Adrian.


"Aku tidak akan berubah fikirkan kak!" tegas Adeline.


Adrian memang memiliki agensi untuk para aktris dan aktor, bahkan di dalam agensinya banyak sekali aktris dan aktor yang sangat terkenal di seluruh dunia.


Adrian seringkali meminta Adeline untuk menjadi salah satu artis di agensinya, hanya saja Adeline selalu menolak karena dia hanya ingin tampil di majalah bukan bermain peran berpura-pura senang atau sedih di dalam televisi.


💙💙💙


Malam hari di rumah keluarga Hamilton.


"Mom, aku dan Aileen akan pindah ke rumahku sendiri besok!" tegas Archie tiba-tiba saat dia baru saja menuruni tangga rumahnya.


"Hah? Apaan sih Archie! Mommy kira kalian berdua tidak jadi pindah."


"Aku kemarin tidak jadi pindah karena pekerjaan, sekarang aku sudah membulatkan tekat kalau setelah Aileen kembali, kami akan segera pindah!" tegas Archie.


"Kamu gila ya Arch? Tiba-tiba muncul, tiba-tiba bilang mau pindah!"


"Ya pokoknya Archie mau pindah titik!"


"Kasihan Aileen kalau harus tinggal berdua sama kamu doang Archie.."


"Ya mau gimana lagi mom, kak Archie kan sudah tidak tahan ingin memiliki anak yang banyak." goda Adeline.


"Apaan sih! Ga jelas deh!" ketus Archie.


"Duduklah! Kamu tadi pulang nganter Aileen langsung nyelonong masuk, sekarang tiba-tiba dateng langsung ngomongin pindah rumah!" ketus Yasmine.


"Kak Archie kan jalangkung mom, datang tak di undang pulang tak di antar, hahaha.." ucap Adeline sambil tertawa puas.


Sedangkan Archie yang mendengarnya hanya melempar bantal kursi ke wajah adik perempuannya itu.

__ADS_1


__ADS_2