
Aileen, Brenda dan Raka sudah tiba di café terdekat yang ada di sana, ketiganya segera turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam café tersebut.
“Ayo duduklah di sini Aileen, aku akan memesankan makanan kesukaanmu.” Ucap Brenda.
“Dih, emang di sini ada menu yang aku suka? Ini bukan café yang biasa kami datangi Brenda.” ucap Aileen.
“Hello Aileen,, menu yang kamu suka cuma roti bakar aja ya di pinggir jalan juga ada Aileen..” ucap Brenda.
“Hehehe, masa sih? Tapi kan rasanya pasti beda Bren..”
“Sama aja lah rasa roti, emangnya kamu pernah makan roti bakar rasa ayam panggang!?” ketus Brenda.
“Udah ih berisik kalian tuh, malu tau di liatin sama orang!” ucap Raka.
Setelah mendengar peringatan dari Raka, akhirnya Brenda dan Aileen segera menutup mulut mereka dan Brenda segera berjalan menuju kasir untuk memesan sekaligus membayar makanan dan minuman mereka.
“Udah aku pesenin, udah bayar juga kok.” Ucap Brenda sambil duduk di kursinya yang berada di hadapan Aileen.
Sedangkan Raka duduk di sebelah Aileen, mereka bertiga menunggu makanan dan minuman mereka, dan juga menunggu kedatangan Bob di sana.
“Kamu ngapain nyuruh Bob ke sini sih Bren? Kasian kan dia baru pulang kuliah langsung ke sini, jaraknya lumayan jauh loh..” ucap Aileen.
“Ah elah Leen, udahlah biarin aja dia dari tadi juga bawel nanya mulu kita di mana, sekalian aja aku kirimin sharelocnya.” Jelas Brenda.
Belum saja Aileen membalas ucapan Brenda, pelayan café tersebut sudah datang dengan nampan yang berisi piring ke meja mereka sehingga mereka bertiga tidak berbicara sepatah katapun.
Setelah semua di sajikan, mereka bertiga segera memulai makan bersama sembari menunggu kedatangan Bob.
“Kamu beneran yakin mau meninggalkan rumah Leen?” tanya Raka untuk kesekian kalinya.
“Yaampun Rak, kamu ini udah berapa kali ngomong kayak gitu? Aku sampe capek yang mau jawab pertanyaan kamu tau.” Ucap Aileen.
“Makanya jawab aja Leen, aku ini nanya berkali-kali karena setelah ini kamu tidak sendirian lagi, kamu harus mengidupi anak yang kamu kandung juga.” Ucap Raka.
“It’s oke Raka, aku pasti bisa melewatinya kok, bukankah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini? Lagi pula bukankah kalian akan selalu ada untukku?” ucap Aileen sambil menoleh ke arah Brenda dan Raka secara bergantian.
“Iya kan Bob?” tanya Aileen kembali sambil melihat Bob yang sedang berdiri di belakang Brenda.
Dengan segera Brenda menoleh ke belakangnya, sedangkan Raka yang tadinya hanya fokus melihat Aileen segera menoleh ke arah di mana mata Aileen mengarah.
__ADS_1
“Bob!!!” teriak Brenda dan Raka secara bersamaan.
“Duh kalian berisik banget sih? Ga liat noh orang-orang ngeliatin kalian.” Ucap Bob sambil duduk di sebelah Brenda.
“Kamu bikin orang kaget sih, gimana ga teriak kita!” ketus Brenda.
Setelah mereka ber empat berkumpul, terciptalah canda tawa di antara mereka karena Bob adalah tipe orang yang sangat membangun suasana.
Sedangkan tanpa mereka ketahui, ada seseorang yang memotret mereka diam-diam dan sudah mengikuti mereka sejak pertama mereka keluar dari rumah keluarga Archie.
“Halo tuan, mereka sepertinya akan menuju ke kota B dan sedang mampir di café untuk makan.” Jelas orang tersebut.
“Siapa saja yang ada di sana?”
“Dua laki-laki, dan dua perempuan tuan.”
“Kalau begitu kamu kembali saja, sudah ada yang menjaganya di sana jadi lebih baik kembali.”
“Anda tidak ingin mengetahui di mana nona tinggal tuan?”
“Tidak perlu, lebih baik aku tidak mengetahuinya karena nanti aku akan penasaran dan sering ke sana.”
***
Pagi hari di rumah keluarga Archie, Yasmine masih tetap menangisi menantunya yang sudah pergi meninggalkan anaknya.
Adeline yang melihat mommynya menangis karena Aileen membuat Adeline segera menghampirinya.
“Mom sudahlah jangan menangis terus, kalau dad nanti kembali apa yang akan aku bicarakan jika melihat mata istri kesayangannya berwajah sembab dan semakin kurus?” ucap Adeline sambil duduk di sebelah mommynya.
“Hikss,, sebenarnya kenapa Aileen meninggalkan Archie? Apa Archie tidak bersikap baik kepada Aileen sampai dia pergi meninggalkan Archie?” tanya Yasmine.
“No mom! Kak Archie memperlakukannya dengan sangat baik mom, hanya saja dia tidak tau diri dan meninggalkan kak Archie begitu saja!” ketus Adeline.
“Ga, ga mungkin Aileen melakukan hal itu Adeline, dia adalah anak yang baik.”
“Duh mom plis deh jangan membelanya terus, Adel tau kalau mom sangat menyayanginya, tapi mom lihat sendiri apa balasannya kepada kita?!” ucap Adeline.
“Mom yakin kalau Aileen tidak akan melakukan hal itu Adel, Aileen adalah wanita yang akan menjaga martabatnya, dan tidak akan membuat keluarganya malu!” tegas Yasmine.
__ADS_1
“Pasti ini semua gara-gara wanita gatel itu! Di mana dia sekarang? Dia pasti sedang bahagia melihat hubungan Archie dan Aileen yang sedang berantakan begini!” lanjut Yasmine.
“Haduh terserah mom deh, kalo mom melihat keadaan kakak sekarang pasti mom ga akan bicara seperti ini!” ketus Adeline yang langsung meninggalkan mommynya.
“Del kamu mau kemana?” tanya Yasmine.
“Aku mau ke rumah kak Archie terus kerja.” Jawab Adeline.
“Mom mau ikut ke rumah Archie! Kalau begini terus mom tidak akan bisa melupakan Aileen.” Ucap Yasmine.
Awalnya Adeline ragu untuk mengajak mommynya ke rumah sang kakak, karena takut jika mommynya akan membicarakan Aileen terus menerus.
“Aku akan mengajak mommy tapi mommy harus janji kalau mommy tidak akan menyebut nama Aileen terus menerus ya?” ucap Adeline.
“Baiklah, mommy juga tidak akan membuat anak mommy galau terus kok.” Ucap Yasmine.
“Kalau begitu mom cepat siap-siap, kita langsung berangkat ke rumah kak Archie.” Ucap Aileen yang di balas anggukan oleh Yasmine.
Yasmine dengan semangat segera berjalan menuju kamarnya dan bersiap untuk pergi ke rumah anak kesayangannya itu.
Sedangkan Adeline duduk di sofa sambil menunggu mommynya selesai berganti pakaian, Adeline yang sedang duduk tanpa sengaja melihat ke arah bingkai foto berukuran besar yang berisi foto pernikahan kakaknya dan Aileen.
Adeline yang masih sangat kesal dengan Aileen segera berteriak memanggil pelayan rumahnya.
“Bibi!!” teriak Adeline.
“I-iya nona?” ucap pelayan rumahnya.
“Turunkan bingkai foto ini sekarang juga! Aku muak melihat wajah wanita itu di sini!” ketus Adeline.
“T-tapi nona,, kalau nyonya besar tau bisa di marahin saya..” ucap pelayan tersebut dengan wajah memelas.
“Apa kamu hanya mendengarkan ucapan mommyku? Aku juga berhak di sini jadi jangan membantah dan turunkah bingkai foto itu!” ketus Adeline.
Akhirnya dengan perasaan yang masih ragu, pelayan rumah tersebut menurunkan bingkai foto pernikahan Archie dan Aileen di bantu dengan pelayan rumah yang lain.
Sedangkan Yasmine yang sebenarnya melihat dari tangga hanya bisa diam karena tidak ingin membuat Adeline marah kepada dirinya jika tidak setuju jika bingkai foto anaknya di turunkan.
“Kenapa jadi seperti ini? Aku tidak pernah mengharapkan hal ini terjadi kepada anak-anakku..” gumam Yasmine yang tanpa sadar sudah meneteskan air matanya.
__ADS_1