AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 64


__ADS_3

“Mom, ada yang ingin Aileen bicarakan.” Ucap Aileen dengan serius.


Yasmine yang mendengar kalau menantunya sedang serius itu segera menoleh ke arahnya dan mengangguk untuk mendengarkan ucapannya.


“Ada apa Aileen? Kenapa kamu serius sekali sepertinya?” ucap Yasmine kepada Aileen.


“Mom, Aileen dan mas Archie memutuskan untuk berpisah.” Ucap Aileen yang embuat Yasmine terkejut bukan main.


“A-apa!? Apa maksudnya Aileen? Kenapa kamu berpisah dengan Archie? Apa yang salah dengan hubugan kalian?!” tanya Yasmine.


“Kami sudah membicarakan perceraian bahkan saat kami baru menikah mom, kami tidak memiliki perasaan satu sama lain sampai saat ini jadi sepertinya sudah waktunya kami berpisah dan tidak saling menyakiti satu sama lain.” Jelas Aileen.


“Aileen juga minta maaf mom karena Aileen tidak bisa menjaga pernikahan ini.” Lanjutnya.


Yasmine benar-benar tidak menyangka jika hal ini akan terjadi secepat itu, baru saja dia mendapatkan terror, sekarang dia juga harus mendengar perpisahan dari anak-anaknya.


“Bagaimana bisa kalian melakukan ini? Mommy kira selama kalian tinggal bersama kalian sudah semakin dekat, tapi kenapa akhirnya jadi seperti ini?” ucap Yasmine.


“Maaf mom, Aileen benar-benar merasa bersalah karena harus mengatakan hal ini kepada mommy.” Ucap Aileen.


“Aileen tau mommy pasti sangat kecewa sama Aileen, tapi mau bagaimanapun juga, mom dan dad sudah meminta Aileen dengan baik-baik dan sekarang Aileen harus berpamitan secara baik-baik juga.” Lanjutnya.


“Hikss,, Aileen apa kamu tau? Kami semua sangat menyayangimu seperti keluarga kami sendiri, kami harap dengan adanya kamu di rumah ini bisa membuat suasana di rumah ini semakin hidup.” Ucap Yasmine yang kembali menangis.


Aileen hanya bisa diam sambil sesekali mengusap punggung mertuanya dengan lembut.


“Maaf Mom..” hanya kata maaf yang bisa di ucapkan oleh Aileen saat itu karena dia tidak tau harus mengatakan apa lagi kepada mertuanya itu.


Tiba-tiba saja Adeline datang ke rumah orang tuanya dan melihat mommynya menangis dengan Aileen yang ada di sebelahnya.


Adeline mengira jika Aileen mengatakan sesuatu yang tidak-tidak sampai mommynya menangis, dengan perasaan yang kesal Adeline segera berjalan menuju Aileen dan menarik tangannya dengan kasar lalu menjauhkannya dari mommynya hingga membuat Aileen dan juga Yasmine terkejut.


“Adeline! Apa yang kamu lakukan?! Kenapa kamu menarik Aileen begitu?!” ketus Yasmine yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


“Kenapa mom? Mommy mau ngebelain dia?! Dia ini wanita murahan mom! Dia tidur dengan laki-laki lain dan sekarang sedang hamil anak laki-laki itu! Bahkan di saat kakak mau menerima dia dan anaknya, dia malah minta pisah!” jelas Adeline dengan penuh emosional.


“Apa maksudmu Adel! Aileen tidak mungkin melakukan itu!” ketus Yasmine.

__ADS_1


“Mom! Jangan menilai wajah polosnya ini sebagai patokan! Dia ini istri yang durhaka! Dia selingkuh mom dan lagi dia hamil sekarang, bahkan kekasihnya sendiri yang menantarnya kemari.” Ketus Adeline.


Aileen hanya bisa menundukkan kepala tanpa membela diri karena menurutnya percuma membela diri jika semua orang sudah percaya dengan apa yang mau mereka percaya, walaupun bicara sampai berbusa juga tidak akan di percaya.


“Aileen! Kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu tidak membantah semua ucapan Adeline?!” tanya Yasmine sambil menggoyangkan lengan Aileen.


“Ya ga akan jawab lah mom, dia kan emang beneran melakukannya makanya diem aja!” sambung Adeline dengan sinis.


“Kak, aku tau aku salah, tapi aku pergi bukan hanya karena anak ini, jadi aku mohon jangan langsung menilai orang begitu saja.” Ucap Aileen.


“Apanya yang salah? Apa aku salah bicara? Kamu sedang mengandung kan?” tanya Adeline.


Aileen hanya diam seribu bahasa, dia tidak mengatakan apapun kepada Adeline dan juga Yasmine, menandakan kalau Aileen memang benar sedang hamil.


“Kenapa kamu diam saja Aileen?! Kenapa kamu tidak membantah?!” tanya Yasmine untuk kedua kalinya.


“Maaf mom, Aileen hanya bisa mengatakan maaf untuk saat ini.” Ucap Aileen.


“Lebih baik kamu pergi saat aku masih berbaik hati! Jangan pernah menampakkan diri di depan keluargaku terutama kakakku!” ketus Adeline.


“Hikss, maafkan aku,, apa suatu saat nanti semua kesalahpahaman ini bisa teratasi?”gumam Aileen yang sedang berjalan ke luar rumah.


Di luar, Brenda dan Raka yang melihat Aileen sedang berjalan sambil menundukkan kepalanya. Dengan segera keduanya keluar dari mobil dan menghampiri Aileen.


“Leen, kamu baik-baik saja?” tanya Brenda sambil menggandeng tangan Aileen.


“Baik kok, aku baik-baik saja kok..” jawab Aileen dengan senyuman yang di paksakan.


Brenda tau betul betapa sedihnya Aileen saat itu, dia segera memeluk tubuh sahabatnya itu dengan erat untuk menenangkannya.


“Aku tau pelukanku tidak akan membuatmu melupakan kesedihanmu, tapi setidaknya dengan ini kamu tau kalau kamu tidak sendirian Aileen..” ucap Brenda yang masih memeluk tubuh Aileen.


“Brenda benar Leen, kamu ga sendirian, kami semua ada untuk kamu dan kami tidak akan pernah meninggalkanmu.” Sambung Raka.


“Terimakasih Bren, Rak, aku benar-benar beruntung memiliki sahabat sebaik kalian.” Ucap Aileen.


Setelah merasa lebih tenang, mereka bertiga segera masuk ke dalam mobil untuk pergi ke tujuan Aileen selanjutnya.

__ADS_1


“Leen, kita ambil barang kamu dulu aja gimana?” tanya Raka.


“Kayaknya ga perlu deh Rak, biar nanti aku suruh Arlo aja ke rumah mas Archie, langsung ke supermarket aja ya.. Aku mau beli barang-barang baru aja terus kita langsung cari tempat di kota B.” ucap Aileen.


“Kamu yakin mau langsung pergi gitu aja Leen? Ayo kita ke dalam dan mengatakan yang sebenarnya!” ajak Raka.


“Duh ga usah Rak,, aku harus pergi secepat mungkin karena orang itu sudah memberikan paket ancaman kepada mertuaku sampai dia menangis.” Jelas Aileen.


Brenda dan Raka terkejut mendengar ucapan Aileen lalu keduanya saling menatap satu sama lain.


“Siapa sebenarnya dia?” gumam Brenda yang masih bisa di dengar oleh Aileen dan Raka.


“Kamu tenang aja Leen, aku akan berusaha untuk melacak orang ini walaupun memang akan sangat sulit.” Sahut Raka.


“Jangan terlalu memaksakan diri Rak, aku baik-baik saja kok.” Ucap Aileen.


“Sudahlah ayo jangan ngobrol terus, cepetan berangkat aku merasa sepertinya dari tadi ada yang memperhatikan kita dari dalam rumah.” Lanjut Aileen.


Dengan segera Raka menganggukkan kepala dengan tegas lalu segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju supermarket untuk membeli beberapa barang baru untuk Aileen.


Sepanjang perjalanan, Aileen terus saja menatap ke luar jendela mobil memikirkan tentang kejadian tadi di rumah mertuanya.


Brenda yang melihat Aileen yang melamun segera membuyarkan suasana dan mengajak mereka berhenti di tempat lain.


“Bagaimana kalau kita ke café dulu lah makan sama minum dulu.” Ajak Brenda.


“Kamu udah laper Bren?” tanya Raka.


“Lah, kamu ga kasihan sama bumil ini? Dia punya dua perut loh sekarang.” Ucap Brenda.


Aileen yang merasa terpanggil segera menoleh ke arah Brenda.


“Ga usah, aku ga laper kok.” Ucap Aileen.


“Jangan bilang ga usah Aileen, kamu ga mau makan, tapi anak kamu butuh makan!” tegas Brenda.


“Udah pokoknya kita berhenti di café terdekat ya Rak, aku juga mau menghubungi Bob dan menyuruhnya untuk menyusul kita.” Ucap Brenda yang di balas anggukan oleh Raka.

__ADS_1


__ADS_2