
Setelah membayar buku-buku Aileen, Archie langsung membawakan buku itu sambil menggandeng tangan Aileen.
"Bisa ga ga usah gandengan begini mas?" Tanya Aileen.
"Kenapa? Kan kita suami istri."
"Yang tau kita suami istri cuma orang tertentu, nanti kalo ada cowo ganteng yang suka sama aku gimana? Mereka pasti mikir aku sugar baby." ucap Aileen.
"Mana ada cowo ganteng yang mau sama cewe nyebelin kayak kamu! Paling juga om-om perut buncit.. Kamu tuh harusnya bersyukur di miliki om-om tajir dan tampan kayak aku." ucap Archie.
"Dih enak aja!" ketus Aileen.
Entah kenapa suasana di antara Aileen dan Archie hari itu benar-benar berbeda dari sebelumnya, kali ini Archie benar-benar senang menggoda Aileen bahkan sering kali menggombal dan menyatakan cintanya secara terang-terangan.
Jujur Aileen sendiri pun bingung dengan sikap suaminya itu, tapi Aileen lebih senang jika seperti ini karena keduanya lebih seperti teman yang saling mengejek satu sama lain.
Krukkk... Seketika Aileen membuka kedua matanya dengan lebar lalu menunduk karena malu dengan bunyi perutnya yang sangat nyaring.
"Aish kurang asem ini perut! Bisa-bisanya laper di saat seperti ini.." batin Aileen di dalam hatinya.
__ADS_1
"Pfftt,, laper jangan di tahan bu nanti sakit.." ejek Archie.
"Apaan sih mas, ga lucu tau!" ketus Aileen.
"Hahaha, sudah ayo kita ke tempat makan saja kebetulan aku juga sudah lapar." ucap Archie.
Akhirnya Archie dan Aileen berjalan menuju tempat makan lebih dulu untuk mengisi perut mereka yang kosong setelah berkeliling mall.
Saat berada di dalam restaurant, keduanya menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari tempat yang kosong. Namun betapa terkejutnya Aileen saat melihat sosok yang sangat dia kenal.
"Aileen.." ucap Raka sambil berdiri dari tempat duduknya.
"R-Raka?" ucap Aileen yang langsung melepaskan genggaman tangan Archie.
Archie merasa aneh saat Aileen melepaskan tangannya begitu saja saat melihat laki-laki lain, ingin sekali rasanya Archie berteriak kepada Aileen saat itu, namun dia tidak ingin membuat Aileen malu dan membencinya karena hal itu.
"Kalian ada di sini?" Tanya Aileen.
"Bukannya kita memang berencana mau ke sini? Justru harusnya kita yang bertanya, kenapa kamu di sini?" Tanya Raka.
__ADS_1
"Aku membeli buku dan juga peralatan untuk MOS besok."
"Kalo tujuannya ke sini kenapa ga bareng aja Aileen?" Tanya Brenda.
"Kamu kan tau kalo aku mageran, jadi ya kalo belum niat ga pergi, lagian tadi emang udah capek banget." Jelas Aileen.
"Iya sudah jangan di bahas lagi, ayo duduk di sini aja bareng kita." ajak Raka.
Aileen awalnya ingin duduk di sana, namun dia ingat jika dirinya sedang pergi bersama Archie saat itu dan dia tidak sopan jika duduk bersama teman-temannya.
"Mas, mau duduk di sini?" Tanya Aileen.
Jujur saja saat itu benar-benar sangat canggung, bagaimana bisa Aileen berada di situasi di mana dia harus memilih antara suami dan kekasihnya.
"Apaan sih ini? Kenapa aku ada di situasi seperti ini sih?" batin Aileen di dalam hatinya.
"Aku duduk di sana saja, kamu duduk sama teman-temanmu saja." ucap Archie.
Aileen tau betul Archie memang menyuruhnya duduk bersama teman-temannya, tapi hatinya seperti sedang berteriak kepadanya.
__ADS_1
"Aku duduk bersama mas Archie aja ya, sorry nanti aku kesini lagi ya." ucap Aileen yang langsung pergi meninggalkan meja teman-temannya.