
“Apa maksud ucapanmu Bob? Raka ada di sebelahku? Siapa yang menculikku?” tanya Brenda yang masih belum bisa melihat apapun.
Akhirnya Raka yang dari tadi hanya diam langsung membuka penutup mata di kedua mata Brenda, dan akhrinya Brenda bisa melihat Raka dengan jelas berdiri di sebelahnya memakai pakaian serba hitam yang dia ingat tadi
sebelum memberinya obat tidur.
“Sialan kamu Raka!!! Beraninya kamu menculikku dan meneror Aileen!” teriak Brenda dengan penuh emosi.
“Waw, biasa aja Brenda kenapa kamu yang lembut menjadi galak seperti ini?” tanya Raka dengan senyum sinisnya.
Bagaimana bisa,, bagaimana bisa kamu yang sudah kami anggap sebagai sahabat berbuat seperti ini Raka?” tanya Brenda yang bnar-benar sudah tidak tau harus bersikap seperti apa.
“Kenapa? Kalian menganggapku sahabat bukan berarti aku juga menganggap kalian begitu bukan?” tanya Raka.
“Apa?! Kamu keterlaluan Raka, jika Aileen tau aku tidak bisa bayangkan bagaimana kecewanya kepadamu.” Ucap Brenda.
“Aku tidak perduli! Selama ini aku tidak pernah menganggap kalian sahabatku, aku juga tidak pernah menganggap Aileen sebagai kekasihku.” Ucap Raka dengan tegas.
“Hei Raka, sejak awal aku tau kamu hanyalah benalu di antara ketiga sahabat ini! Aku juga tau kalau kamu tidak benar-benar menyuka istriku.” Teriak Archie.
“Hahaha, istri? Apa kalian berdua kembali bersama? Ah Aileen hanyalah wanita yang mudah di perdaya oleh laki-laki, dia bisa saja berselingkuh di belakangmu kalau ada laki-laki yang lebih perhatian kepadanya.” Teriak Raka.
Archie, Bob dan Brenda benar-benar jengkel dengan ucapan Raka yang merendahkan Aileen, Archie yang sudah mengepalkan kedua tangannya ingin melangkahkan kakinya mendekati Raka, namun Bob menarik lengan suami sahabatnya itu.
Archie yang merasa lengannya di pegang langsung menoleh ke arah Bob dengan wajah yang penuh tanya.
“Biar aku saja yang menyelesaikannya kak, kakak di sini saja bersama kak Fiki.” Ucap Bob yang langsung berjalan menuju tangga.
Dengan mata yang berapi-api Bob terus berjalan menatap Raka dengan tatapan tajam. Sedangkan Raka hanya tersenyum sinis sambil membalas tatapan Bob.
“Wah siapa ini? Bob! Orang yang dari tadi sibuk menghubungiku karena panik kekasihnya di culik!” seru Raka.
“Ah bukan kekasih, kalian berdua kan belum berpacaran ya? Kalian hanyalah kucing dan tikus yang terus bertengkar saat berdekatan dan saling merindukan satu sama lain saat berjauhan.” Lanjutnya.
Raka tertawa sebentar lalu menoleh ke arah Brenda yang sedang menatapnya dengan penuh kebencian.
__ADS_1
“Ah iya, Brenda… Sebaiknya kamu tidak terlalu jual mahal karena sebenarnya Bob sangat menyukaimu.” Ucap Raka kepada Brenda.
“Diam Raka!!!” teriak Bob yang masih berjalan mendekati Raka.
“Hahaha,, aku serius bukan Bob? Kamu sering kali bercerita tentang betapa kencangnya jantungmu berdetak saat berdekatan dengan Brenda.” Ucap Raka.
Archie dan Fiki yang ada di bawah hanya bisa melihat interaksi di antara mereka, namun Fiki melihat ada kejanggalan dan segera memberitahu Archie dengan berbisik.
“Arch, sepertinya dia akan menjatuhkan sahabat istrimu.” Bisik Fiki.
Mendengar ucapan Fiki membuat Archie melihat ke atas dengan teliti, dan benar saja Raka terus berjalan mundur mendekatkan dirinya kepada Brenda dan kakinya seperti siap untuk mendorong Brenda.
“Kamu jalan pelan-pelan tepat di bawah Brenda, aku tau ini berbahaya dan tidak pasti, tapi setidaknya kamu bisa menahan Brenda agar tidak langsung terjatuh di tanah.” Balas Archie.
Fiki segera menganggukkan kepalanya dan segera berjalan secara perlahan agar Raka tidak mengetahui pergerakannya dan malah menjatuhkan Brenda langsung sebelum dia sampai di tempatnya.
“Apa kamu harus berbuat seperti ini Raka? Salah apa yang di miliki kami sampai kamu melakukan hal seperti ini? Apa yang sudah Aileen perbuat sampai kamu menerornya?” tanya Bob.
“Bukan urusanmu!” ketus Raka tidak menjawab pertanyaan Bob.
“Jangan sok tau kamu!” teriak Raka.
“Aku sangat mengenalmu, kita sudah dua tahun saling mengenal dan aku sangat mengetahui sifatmu Raka, kamu adalah laki-laki yang baik.”
“Salah! Aku hanya berpura-pura baik kepada kalian! Sejak awal aku mendekati Aileen aku memang berniat untuk menghancurkannya! Sejak awal aku sudah tau kalau dia sudah menikah dan aku sengaja mendekatinya agar dia
berselingkuh di belakang suaminya!” tegas Raka.
“Apa? Jadi kamu sejak awal tau kalau Aileen sudah menikah? Tapi kamu tetap mendekatinya dan masuk ke dalam persahabatan kami? Jadi semuanya sudah kamu atur?” tanya Bob tidak menyangka.
“Tentu saja! Aku sudah mengetahui pernikahan Aileen jauh sebelum kalian tau.” Ucap Raka.
“Aku mohon lepaskan Brenda lebih dulu, lalu kita bicara dengan baik-baik Rak.. Jika memang ada kesalahan Aileen yang membuatmu tersinggung atau menyimpan dendam, maka kita bisa membicarakannya dengan baik-baik.” Jelas Bob dengan perlahan.
“Cih! Untuk apa aku membicarakannya baik-baik? Kalian semua tidak akan mengerti tentangku!” Ketus Raka.
__ADS_1
“Aku tau ada seseorang yang menyuruhnya! Seorang wanita dewasa! Aku sepertinya pernah mendengar suaranya tapi aku tidak mengenalinya.” Sahut Brenda dengan kencang hingga membuat Fiki dan Archie yang berada di bawah mendengarnya.
Mendengar ucapan Brenda membuat Raka panik, dia takut kalau Archie mengetahui siapa wanita yang di maksud Brenda, tanpa berfikir panjang lagi Raka segera mendorong Brenda begitu saja dengan kakinya.
Brenda akhirnya terjatuh dari lantai dua yang memang tidak terhalang apapun karena itu adalah bangunan yang belum jadi, belum ada pagar yang menghalangi lantai dua dan membuat Brenda jatuh begitu saja.
Semua orang terkejut melihat Brenda terjatuh, Bob segera berlari sambil berteriak memanggil nama Brenda, Archie juga melangkah beberapa langkah karena terkejut, namun dia melihat kalau Fiki sudah siap yang berhasi menangkap Brenda walaupun kakinya terkilir karena tidak siap menangkap Brenda yang di dorong secepat itu.
“Gila kamu Raka!” teriak Bob yang langsung memberikan tinjunya di pipi kanan dan kiri Raka tanpa jeda.
Bukannya melawan, Raka justru tertawa saat Bob memukulinya habis-habisan dan itu malah membuat Bob semakin emosi dan semakin membabi buta.
Melihat sahabat istrinya yang tidak bisa menahan emosi membuat Archie khawatir dan segera berlari menghampiri Bob di lantai dua.
“Bob hentikan!!” teriak Archie namun tidak di gubris oleh Bob.
Akhirnya dengan nekat Archie segera memeluk perut Bob dan menariknya agar menghentikan aksinya.
“Sudahlah Bob, jangan di teruskan kalau kamu tidak mau membunuhnya!” tegas Archie.
“Lepaskan aku kak! Aku memang mau membunuhnya dengan kedua tanganku sendiri!” teriak Bob.
Namun Archie tetap tidak melepaskan pelukannya, karena Archie tidak ingin Aileen sedih saat sahabatnya menjadi seorang pembunuh karena dirinya.
“Kalau kamu sampai membunuhnya, Aileen akan merasa sangat bersalah karena sudah membuatmu menjadi pembunuh! Dia akan menyalahkan dirinya sendiri!” teriak Archie yang membuat Bob terdiam seketika.
Setelah merasa Bob lebih tenang, Archie akhirnya melepaskan pelukannya dan menepuk pundak Bob untuk menyadarkannya.
Bob melihat wajah Raka yang sudah babak belur, dia juga menoleh ke bawah untuk melihat keadaan Brenda.
“Tenanglah, Fiki sudah mengira hal ini akan terjadi, jadi aku menyuruhnya untuk menunggu di bawah jika hal yang kita takutkan benar terjadi.” Jelas Archie yang membuat Bob bernafas dengan lega.
Tidak lama kemudian polisi datang karena Archie sudah menyuruh orang suruhannya menghubungi polisi, sedangkan Raka hanya diam di tempatnya dengan wajah yang sudah tidak karuan.
Untung saja Raka tidak memberontak saat polisi membawanya, Raka terus berjalan tanpa menoleh ke arah Bob dan Archie.
__ADS_1